
Adery merasa puas. Dia berbalik, menatap Thomas, dan dengan penasaran bertanya, "Bagaimana kau membuat kepala kondektur mengubah sikapnya hanya dalam beberapa menit?"
"Sebenarnya tidak ada alasan khusus. Aku bilang kepadanya kalau aku merekam video, dan aku ingin melaporkannya kepada atasannya. Jadi, dia berinisiatif untuk menyelesaikan masalah ini untukku," kata Thomas acuh tak acuh.
"Hah?"
Orang normal tidak akan percaya pada omong kosong seperti itu, tetapi Adery percaya.
Kepercayaannya pada Thomas telah melampaui batas yang semestinya. Dia sepenuhnya mempercayainya tanpa alasan apa pun.
Saat kereta tiba di stasiun berikutnya, Mandrill dan komplotannya dibawa pergi oleh polisi. Lalu, kereta terus bergerak menuju tujuannya.
Adery sangat mengantuk di perjalanan..
Dia tidak tidur tadi malam, dan sebelumnya kursinya dirampas oleh Mandrill dan gengnya. Dia sudah kelelahan, jadi dia tanpa sadar tertidur sambil mengkhawatirkan ayahnya.
Kereta mengalami beberapa goncangan, sehingga tubuh Adery miring dan menimpa Thomas dengan santai. Dia bersandar di pahanya dan tidur.
Karena dia tidur sangat nyenyak. Adery meneteskan air liur di celana Thomas.
Thomas tersenyum.
Ternyata wanita dingin seperti dia juga akan ngiler saat tidur.
__ADS_1
Dia mengambil selembar tisu dan menyeka air liur dari sudut bibir Adery. Kemudian, pria itu tidak bergerak sama sekali agar Adery bisa tidur senyaman mungkin.
Wanita ini telah menderita terlalu banyak stres dan rasa sakit yang tidak seharusnya dia tanggung.
Thomas hanya akan membiarkannya beristirahat sebanyak mungkin sekarang.
Setelah perjalanan panjang, kereta api akhirnya tiba di South City sebelum langit menjadi gelap, dan perlahan lahan memasuki stasiun kereta api.
Adery terbangun setelah Thomas memanggilnya.
"Hah? Maafkan saya."
Saat Adery melihat noda air liurnya di celana Thomas, wanita itu merasa malu. Ini adalah pertama kalinya dia berada dalam jarak sedekat itu dengan seorang pria, dan dia bahkan meninggalkan "noda" pada pria itu.
Thomas tersenyum dan tidak memedulikannya. Tak lama setelah itu, dia membawa Adery keluar dari kereta berkecepatan tinggi.
Lokasi yang diminta oleh penculik untuk bertemu adalah pabrik kimia yang terbengkalai. Sekitarnya sangat kosong, yang merupakan tempat sepi di mana tak akan ada orang yang dapat mendengar meskipun kalian berteriak dengan keras.
Mereka meminta untuk bertemu di tempat seperti itu. Jika ada sekelompok besar orang di pihak musuh, ada kemungkinan Thomas tak bisa pulang lagi.
Thomas membuat beberapa rencana.
Dia tidak akan membiarkan Adery mengikutinya kali ini karena itu akan membahayakannya.
__ADS_1
Dia menyimpan peta itu sebelum dia berkata kepada Adery, "Aku akan pergi ke lokasi yang sudah ditentukan di waktu yang sudah dipastikan untuk menyelamatkan ayahmu besok. Adery, tunggu saja di kamar hotel. Kunci semua pintu dan jendela. Jangan biarkan siapa pun masuk."
Adery bertanya, "Apa aku boleh ikut?"
"Tidak mungkin," Thomas langsung menjawab.
Sudah cukup dia membawa Adery ke South City. Jika dia membawanya ke situs transaksi, rasanya itu tak bertanggung jawab terhadap Adery.
Adery tentu juga mengerti hal itu.
Dia mengangguk. "Oke, aku akan menunggumu kembali besok."
Wanita itu berpikir sejenak sebelum mengajukan permintaan lain. "Um... Apa kau bisa menginap bersamaku malam ini? Aku sedikit takut tinggal sendirian."
Itu adalah kota yang aneh, dan juga kota yang penuh dengan penjahat. Sebagai seorang wanita, tak heran Adery merasa takut.
Thomas tersenyum tipis sambil berkata, "Silakan istirahat duluan. Aku akan melindungimu malam ini."
"Terima kasih."
Adery melepas mantel, sepatu, dan kaus kakinya sebelum wanita itu naik ke tempat tidur.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen
Sekian terima kasih.....