
Setiap kali wanita saling bersaing, akan menjadi pemandangan yang menakutkan.
Jangan tertipu oleh sikap cuek Anna, meskipun demikian, dia tetaplah seorang wanita. Sebagai seorang wanita, dia tetap memiliki sifat feminin.
Kedua wanita itu, Anna dan Fleta, terus memilih pakaian tanpa henti. Setiap kali salah satu dari mereka memilih sebuah pakaian, yang lain akan memilih pakaian yang harganya lebih mahal.
Saat mereka saling bersaing untuk memperebutkan harga beberapa pakaian, pakaian di tangan mereka telah mencapai lebih dari seratus ribu dolar per potongnya. Harga pakaian itu lebih mahal dari berlian.
Meskipun Anna cukup kaya, dia juga tidak boleh sesembrono ini.
Namun, sifatnya yang angkuh tidak akan pernah membiarkannya kehilangan muka dalam situasi ini. Dia berdiri tegak dan bertekad untuk membeli setumpuk pakaian di tangannya.
Fleta juga tidak mau mengaku kalah, jadi dia mengambil setumpuk pakaian. Masing-masing pakaian itu seharga beberapa ratus ribu dolar, yang termurah seharga dua ratus ribu dolar. Setumpuk pakaian itu akan bernilai sekitar delapan ratus ribu dolar.
Suaminya terus mengerutkan kening melihat pemandangan itu dan berbisik. "Flety, ini... kebanyakan. Kamu juga tidak bisa memakai semuanya. Kenapa tidak diletakkan sebagian?"
Fleta memelototinya. "Tidak dibeli sekarang, begitu? Kalau begitu aku tidak mau melahirkan anak ini."
"Beli. Beli terus. Ayo beli semuanya!" Dia ketakutan setiap kali Fleta mengancamnya dengan cara ini. Setelah beberapa saat kemudian, mereka hampir selesai memilih pakaian-pakaian mereka. Mereka lalu pergi ke antrian kasir.
Ketika para asisten toko melihat Anna dan Fleta membawa setumpuk pakaian mereka, mereka menjadi kewalahan. Mereka tersenyum lebar.
Mereka dengan sopan membantu untuk memproses transaksi pakaian- pakaian Anna dan Fleta. Pada akhirnya hasilnya adalah: pakaian Anna mencapai $980.000, sedangkan pakaian Fleta mencapai $940.000.
__ADS_1
Anna sangat gembira. "Huh. Akhirnya, pakaian-pakaianku lebih mahal, kan?"
Fleta berteriak marah. "Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana bisa pakaian yang aku pilih ternyata lebih murah daripada punyanya? Apa kalian memberi saya diskon? Saya tidak mau diskon!"
Para asisten toko saling memandang. Setelah menjual pakaian selama bertahun-tahun, ini adalah pertama kalinya mereka mendengar permintaan seperti itu.
Anna tertawa. Dia mengeluarkan kartu bank dari dompetnya dan berkata, "Sekarang sudah begini, tidak ada yang bisa kamu katakan lagi. Kalau kau kalah, ya kalah."
"Kau!!!"
Anna memberikan kartu banknya kepada asisten toko. Saat dia menyerahkannya, Anna terkejut.
Kartu banknya patah menjadi dua bagian.
"Bagaimana ini bisa terjadi?"
Tapi apa yang bisa Anna lakukan sekarang?
Wanita itu datang ke sini terburu-buru, jadi dia tidak membawa kartu bank cadangan. Apa yang harus dia lakukan jika dia tidak bisa menggesek kartunya?
Asisten toko bertanya sambil tersenyum, "Nona, apa Anda punya kartu lain?"
Anna sangat malu. "Aku punya beberapa kartu. Aku hanya tidak membawanya."
__ADS_1
"Tidak dibawa?" Fleta tertawa kecil sambil berjalan mendekat. "Anna, kau masih sama seperti dulu. Kau masih suka bertingkah sok dan menyombongkan diri. Jelas, kau sudah sangat miskin jadi kau tidak mampu membeli makanan, tapi kau masih ingin memuaskan kesombonganmu meskipun kau tidak mampu.
"Kenapa kau mencoba berdebat denganku?
"Suamiku adalah pemilik peternakan akuakultur. Pendapatan tahunannya mencapai jutaan. Mudah sekali membeli pakaian seperti ini. Sekarang lihatlah dirimu, kau punya pacar seorang petani miskin. Aneh rasanya kalau kau punya uang.
"Lihat betapa sombongnya kau barusan. Aku hampir mengira kau benar-benar kaya. Hehe. Pada akhirnya, kau cuma asal berbicara, cuma punya wajah cantik, tetapi sama sekali tidak berguna."
"Anna, sepertinya kau sama sekali tidak mencapai sesuatu yang berharga selama bertahun-tahun di luar negeri." Anna sangat marah sampai dia merasa seperti dia dapat
meledak kapan saja.
Kartunya memang rusak, dan Anna tidak membawa kartu lain. Namun, meskipun dia menjelaskan dirinya sendiri, siapa yang akan mempercayainya saat ini?
Dan sekarang Anna tidak punya kartu, dia tidak bisa membeli semua pakaian ini. Hal itu semakin menjadi alasan bagi Fleta untuk memandang rendah dirinya. Yang terpenting, Fleta benar-benar mencela pencapaiannya di luar negeri.
Dan kemungkinan besar karena insiden yang satu ini, Fleta mungkin bergosip di grup obrolan alumni kelas, mengatakan jika Anna hanya membual dan sombong. Mereka tidak boleh berpikir jika Anna sukses di luar negeri, karena semuanya palsu...
Ketika dia memikirkan hal ini, Anna sangat panik sampai sampai dia tidak tahu harus berbuat apa.
Ketika dia melihat Anna menderita, Fleta benar-benar senang. Ini adalah pertama kalinya dia memiliki kelebihan saat menghadapi Anna.
Fleta melambaikan tangannya. "Hei, sana minggir kalau kau tidak bisa membayar. Kau menghalangi aku untuk membayar, kau tahu?"
__ADS_1
Bersambung......
Terima kasih