Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 37


__ADS_3

Pada saat itu, seorang pria berotot dan botak dengan tato dua naga di tubuhnya dan setinggi 1,9 meter berjalan keluar dari kerumunan.


Dia menyeringai dan berkata, "Kenapa? Apa ada orang yang tidak mengenal aku, Ballard, Southland City?"


"Masalah apa yang kamu miliki dengan Susan?" tanyaThomas.


"Masalah?" Ballard mengeluarkan buku rekening. "Gadis ini meminjam dua puluh ribu dolar dari aku bulan lalu, Dia bilang dia akan mengembalikannya padaku hari ini, tetapi dia meminta kami untuk menunggunya di gerbang timur universitas dan kabur lewat gerbang utara. Bagaimana menurutmu?


Thomas berbalik, melirik Susan di dalam mobil, dan menggelengkan kepalanya sedikit.


"Aku akan membantunya mengembalikan uang dua puluh ribu dolar."


"Hah? Apa katamu?"


Ballard tertawa terbahak-bahak, dan sekitar dua puluh pria botak lainnya juga tertawa. Mereka menatap Thomas seolah-olah dia bodoh.


"Apa kamu idiot sekali? Dia meminjam uang dua puluh ribu dolar, tetapi kamu cuma mau mengembalikan dua puluh ribu dolar? Apa kamu pikir grup kami adalah organisasi amal? Meskipun kamu meminjam uang dari bank, mereka tidak mungkin tak meminta bunga, kan?"


Thomas mengangguk. "Kamu benar."


Susan menutupi wajahnya dengan tangannya, dan dia tidak bisa berkata kata. Apa kakak iparnya bisa lebih tak tahu malu lagi?


Thomas bertanya, "Berapa, termasuk bunganya yang harus dia bayar?"


Ballard menjulurkan lima jari.

__ADS_1


"Lima puluh ribu dolar?" Thomas tersenyum pahit. "Apa bunganya tidak sedikit ketinggian?"


"Bah!" Ballard memarahinya. "Lima puluh ribu dolar? Ini lima ratus ribu dolar!"


Thomas tidak marah. Sebaliknya, dia tertawa geli. "Lima ratus ribu dolar? Kenapa bungamu tinggi sekali? Apa


bedanya dengan merampok kami?"


"Hei, jangan bilang begitu. Merampok itu ilegal, tetapi kami adalah warga negara yang baik. Kami tidak melakukan kejahatan."


Thomas menganggapnya sangat lucu. Sekelompok orang ini sangat menarik.


Selain itu, dia mengerti mengapa Susan ingin melarikan diri.


hutangnya kepada para pria itu jika dia meminjam uang dari mereka. Dia terpojok. Untuk gadis lemah seperti Susan, tidak ada jalan lain selain melarikan diri.


Thomas menggelengkan kepalanya. "Kamu meminta sejumlah besar uang. Kami mungkin tidak sanggup membayarnya."


Ballard tidak marah, tetapi dia tertawa kecil dan berkata, " Tidak apa-apa kalau kamu tidak sanggup membayamnya. Sebenarnya, kamu bisa memilih untuk tidak membayarnya."


Dia menatap Susan dengan tatapan mesum.


"Susan adalah ratu kecantikan dari jurusan Studi Asing di Universitas, dan dia terlihat cantik. Kalau dia bersedia. menjadi pacarku dan bermain denganku, aku akan menghapus hutang lima ratus ribu dolar itu."


Thomas mengangguk. "Ya, saran itu tidak terlalu buruk."

__ADS_1


Pria itu bersandar di jendela dan berkata kepada Susan," Kamu dengar dia. Kalau kamu menjadi pacarnya Ballard, kamu tidak perlu mengembalikan lima ratus ribu dolar." Susan menjadi sangat marah sampai hampir menangis." Thomas Mayo, apa kamu masih laki-laki? Orang- orang bilang kalau sepupuku menikah dengan pria yang buruk, dan sepertinya itu benar. Tidak apa-apa kalau kamu tidak membantu aku! Tapi, kamu malah bergabung dengan


mereka mengganggu aku! Kamu brengsek!"


"Pacar? Kalau kamu mau, kamu bisa jadi pacarnya. Aku tidak tertarik! Ballard tidak senang! Kamu tidak mau jadi pacarku? Bayar aku sekarang!"


"Bayar? Aku meminjam dua puluh ribu darimu, tetapi kamu ingin aku mengembalikan lima ratus ribu kepadamu dalam sebulan. Bagaimana itu mungkin?"


Ballard tersenyum. "Hari ini, kamu hanya punya dua pilihan. Satu, bayar aku. Dua, jadilah pacarku. Aku akan memberimu waktu sepuluh detik untuk berpikir. Kalau kamu masih tidak keluar, aku akan menghancurkan mobil ini, melepas semua pakaianmu, dan membawamu pergi.


"Jangan salahkan aku karena tidak memperingatkanmu terlebih dahulu." Susan merasa tertekan sekaligus marah, dan matanya berkaca-kaca.


Namun, tidak ada yang bisa melangkah untuk melindungi dan membelanya saat ini. Mengapa wanita itu begitu menyedihkan?


Thomas tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Dia menguap sambil mengulurkan tangannya ke arah Ballard dan berkata, "Um, sebelum itu, bisakah kamu membayar kembali uang yang kamu pinjam dariku?"


Ballard terlihat tercengang "Kamu mengatakan hal konyol macam apa? Kapan aku meminjam uang darimu?"


Thomas menunjuk ke saku Ballard. Ballard menyentuhnya dan benar-benar menemukan ada uang kertas seratus dolar. Dia tidak tahu kapan Thomas memasukkan uang itu ke dalam sakunya.


Thomas terkekeh dan berkata, "Aku baru saja meminjamkan kamu seratus dolar. Menurut tingkat bungaku, biayanya satu juta per detik. Kamu meminjamnya dariku selama satu menit tiga puluh dua detik, jadi kamu harus mengembalikan sembilan puluh dua juta dolar. Kamu ingin membayarnya dengan kartu kredit atau tunai?"


Bersambung......


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2