
Semua orang berjalan ke lobi, duduk di sofa, dan beristirahat. Seorang asisten khusus menyajikan teh dan makanan ringan. Tidak ada bahan obrolan di antara keluarga, jadi mereka hanya menikmati teh mereka sendiri tanpa berbicara sepatah kata pun.
Waktu berlalu.
Akhirnya, setelah mereka menunggu lama, asisten itu berjalan mendekat dan berkata, "Direktur, bajanya sudah dikirim. Apa kita harus mengirimkannya ke lokasi konstruksi?"
Apa baja-baja ini benar-benar dikirim?
Richard langsung berdiri. "Jangan buru-buru, aku akan cek stoknya dulu."
Dia sedikit panik. Emma tidak kelihatan kalau dia sedang menunda. Akan tetapi, dia masih tidak tahu bagaimana Emma bisa menyelesaikan misinya.
Mustahil sekali Emma menyelesaikan misi ini. Bagaimana dia melakukan itu?
Richard akan tahu hanya setelah dia melihat stoknya.
Yang lainnya mengikuti Richard pergi ke arah truk. Puluhan truk terparkir rapi dan setiap truk ini penuh dengan baja konstruksi.
Richard meminta staf menerangi tempat itu sebelum dia sendiri memeriksa apakah stok baja-baja ini berkualitas baik.
"Pasti ada stok yang rusak."
"Jenggot Panas tidak punya stok yang cukup, jadi dia pasti menggunakan stok yang rusak untuk menipu Emma."
Richard berpikir seperti ini saat dia mulai serius memeriksa stok dari truk pertama.
__ADS_1
Baja pada truk pertama lolos pemeriksaan.
Truk kedua lolos.
Truk ketiga juga lolos.
Yang keempat....
Richard terus memeriksa truk satu demi satu. Saat dia memeriksa, dia menjadi lebih takut. Kenapa semua baja ini lolos?
Dia memeriksa dari truk pertama ke truk terakhir terlebih dahulu sebelum dia memeriksa lagi dari truk terakhir ke truk pertama. Pada akhirnya, dia secara acak memilih beberapa stok untuk diperiksa.
Tidak peduli metode apa pun yang dia gunakan, dia hanya bisa mendapatkan satu hasil. Stok baja-baja ini lulus pemeriksaan kualitas!
Ada begitu banyak baja dan semuanya lulus pemeriksaan kualitas.
"Ini mustahil!"
"Aku sudah tahu tentang stok yang tersedia di tempat Jenggot Panas. Dia tidak punya banyak."
Richard menggarukkan kepalanya dan tidak mengerti.
Pada saat ini, Jade berjalan mendekat dan mengingatkan, "Kakek, tolong cepat periksa jumlah kontraknya. Mungkin Emma menggunakan terlalu banyak uang untuk menyelesaikan misi yang Kakek berikan. Dia bisa saja membeli lebih banyak baja dari perusahaan lain setelah dia mengambil lebih banyak uang."
"Ya itu betul!"
__ADS_1
Richard segera berjalan ke arah Emma. Dia mengulurkan tangan dan berkata, "Tunjukkan padaku kontrak yang kau tandatangani."
Emma mencibir. Dia sudah lama menduga hal ini akan terjadi. Dia mengeluarkan kontrak dari tasnya sebelum memberikannya kepada Richard.
Richard mengambilnya dan memeriksanya dengan cermat.
Jade mengingatkan Richard dari samping, "Kakek, baca dengan cermat. Mungkin Emma telah memalsukan kontraknya."
Richard mengangguk. Dia memeriksa setiap kata dan juga memeriksa tanda tangan. Dia juga memeriksa sidik jari, jumlah pembayaran, dan jumlah stok dengan sangat hati hati.
Dia memeriksanya dengan sangat serius, tetapi hasil yang dia dapatkan adalah kontrak itu asli!
Selain ini adalah kontrak asli, kontrak ini juga tidak punya masalah terkait dengan jumlah pembayaran dan jumlah stok.
Yang namanya tidak ada masalah sebenarnya adalah masalah terbesar.
Richard benar-benar tercengang. Jumlah pembayaran pada kontrak palingan hanya bisa dipakai untuk membeli dua pertiga dari stok. Jenggot Panas adalah orang yang sangat pelit, jadi Emma mungkin hanya bisa membeli setengah dari stok baja-bajanya jika dia berurusan dengannya.
Tidak mungkin bagi Emma untuk membeli semua stok. Jenggot Panas juga tidak punya banyak stok!
Richard tampak bingung. Dia benar-benar tidak tahu apa yang salah.
Emma diam-diam menyeringai dan dengan acuh tak acuh bertanya, "Kakek, apa kau sudah selesai memeriksa semua stok dan kontrak? Apa Kakek kecewa?"
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen
Sekian terima kasih.....