
Thomas pindah ke kursi dan duduk. Dia lalu menunggu seolah-olah tidak ada yang salah.
Emma merasa cemas. Padahal, menurut jawaban dari pengirim pesan, pria tiap-tiap perusahaan tersebut tidak berencana untuk datang. Seperti yang dikatakan Donald.
Wanita itu tidak tahu dari mana Thomas memiliki kepercayaan diri. Suaminya sangat percaya semua pimpinan dari sepuluh perusahaan itu akan datang.
Emma diam-diam berdoa, Kesepuluh pimpinan itu tak perlu datang semua karena hanya satu atau dua pimpinan saja sudah cukup untuk menyelesaikan krisis ini. Aku mohon pada kalian. Kalian harus datang.
Setiap menit dan detiknya adalah siksaan baginya.
Dalam penantian yang lama, waktu pun habis. Tetap belum ada yang datang.
Richard tertawa terbahak-bahak. "Thomas, trikmu sudah habis, kan? Hari ini, aku akan membiarkanmu......"
Sebelum pria itu selesai berbicara, dia tiba-tiba mendengar pengumuman dari luar.
"Pimpinan Alliance Enterprise, David Williams, datang untuk berpartisipasi dalam konferensi investasi proyek."
Ketika suara itu terdengar oleh mereka, semua orang yang hadir tercengang. Perusahaan Aliansi David adalah perusahaan besar yang termasuk di antara sepuluh perusahaan teratas di kota. Kenyataan jika dia bisa datang untuk berpartisipasi dalam pertemuan itu cukup kuat.
Emma menghela nafas lega ketika seseorang akhirnya tiba.
__ADS_1
Richard menatap Thomas dengan penasaran. Dia tidak mengerti bagaimana pria itu bisa mengundang pimpinan perusahaan besar seperti David.
Namun, semuanya ini masih jauh dari selesai.
"Pimpinan Evergreen Group, Anderson Clark, dan istrinya datang untuk berpartisipasi dalam konferensi investasi proyek."
"Pimpinan dan manajer umum Pocky Entertainment datang untuk berpartisipasi dalam konferensi investasi proyek bersama."
"Manajer umum distrik Southland Sign Manufacturing Company, Evan Smith, datang untuk berpartisipasi dalam konferensi investasi proyek."
"Pimpinan Graceful Global Alliance Company, Skye Sullivan, dan putra sulungnya datang untuk berpartisipasi dalam konferensi investasi proyek."
Satu demi satu, nama-nama terkenal masuk. Semua orang mewakili perusahaan-perusahaan besar teratas di Southland City dan di seluruh negeri.
Mereka semua ada dalam daftar Thomas tanpa kecuali. Tak ada satu pun dari perwakilan dari sepuluh perusahaan teratas tidak hadir.
Hal ini tentu membuat semua anggota keluarga Hill yang hadir merasa malu, terutama Richard. Semakin keras dia mengejek Thomas sebelumnya, semakin malu dia sekarang.
Para anggota keluarga Hill yang hadir tercengang saat mereka melihat para petinggi ini memasuki ruang pertemuan. Semua orang sangat terkejut sampai-sampai mereka tidak bisa berkata-kata. Mereka tidak pernah berani berpikir jika para petinggi ini akan mendatangi keluarga Hill.
Donald sekali pun lebih rendah di depan para petinggi ini. Salah seorang dari mereka tidak bisa dibandingkan dengan keluarga Hill.
__ADS_1
Semua orang, termasuk Richard, berdiri untuk menyambut kedatangan para petinggi ini.
Orang-orang menyerahkan kursi mereka kepada para petinggi ini. Kader-kader keluarga Hill ini, yang biasanya angkuh, hanya bisa terdiam. Mereka berdiri dengan patuh dan tidak berani bergerak.
Harvard sepenuhnya tercengang. Dia mendekati Donald dan bertanya dengan suara rendah, "Donald, apa yang terjadi? Bukannya kamu bilang kalau tidak ada satupun dari mereka yang akan datang? Tapi kenapa mereka semua datang? Orang-orang yang kamu suruh memang tidak bisa diandalkan. Pecat mereka begitu kamu kembali."
Donald memelototinya. Dia tidak punya tempat untuk melampiaskan amarahnya.
Dia juga penasaran mengapa para petinggi ini menarik kembali kata-kata mereka. Mereka mengatakan jika mereka tidak akan datang, tetapi mengapa mereka ada di sini sekarang?
Faktanya, orang-orang yang dia suruh hanya menyampaikan setengah informasi.
Orang-orangnya tidak pernah tahu jika Thomas menyuruh orang untuk membujuk mereka.
Saat Donald melihat tatapan Thomas yang tersenyum, dia merasa tidak nyaman seolah sedang memakan seekor lalat. Dia mengepalkan tinjunya sampai membuat suara.
Mulanya, dia sangat ingin mempermalukan Thomas.
Sekarang, Donald tidak hanya gagal mempermalukan Thomas, tetapi Thomas juga pamer padanya lagi. Donald semakin membencinya.
Bersambung.......
__ADS_1
Terima kasih