Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 158


__ADS_3

Di hari-hari berikutnya, Thomas fokus pada pembangunan dasar Hiburan Seni Budaya Peringatan Scott. Tempat itu akan selesai dalam beberapa hari.


Bones mendengarkan perintah Thomas, dan dia telah menunggu dengan sabar di rumah.


Hal itu membuat istrinya geram. Putra mereka tidak dapat bersekolah, tetapi Bones masih menunggu di rumah sambil bengong menunggu orang- orang itu datang dan meminta maaf. Apakah ada yang salah dengan otaknya?


Bones juga merasa ragu, tetapi dia tetap dengan sabar menunggu, karena dia mempercayai Thomas.


Satu hari .....


Dua hari....


Tiga hari ....


Pada hari keempat, sesuatu yang drastis terjadi.


Bones sedang melakukan pekerjaan rumah di rumah dengan bosan ketika tiba-tiba, seorang wanita datang ke rumahnya. Wanita itu menyeringai sambil berkata, "Um, Bapak Bones, hai."


Bones tertegun sejenak. "Anda siapa?"

__ADS_1


"Saya ibunya Lily. Oh, Lily sedang belajar di TK Masa Depan Cerah. Bukannya kita bertemu beberapa hari yang lalu?"


Bones mengerutkan kening. Ha ha! Apakah wanita ini masih berani berbicara tentang apa yang terjadi beberapa hari yang lalu?


"Kenapa Anda datang ke rumah saya?"


Wanita itu berjalan dengan membawa sekeranjang buah.. Dia meletakkan keranjang buah di atas meja sebelum dia terkekeh dan berkata, "Saya dengan tulus datang untuk meminta maaf. Bapak Bones, saya sudah memikirkannya. Bagaimana anak-anak dapat menanggung kesalahan orang tua mereka? Bapak Bones, saya pikir putra Anda harus belajar di sana."


Bones sepenuhnya terpana.


Sikap wanita itu benar-benar berbeda dari beberapa hari yang lalu. Wanita itu telah mengubah pikirannya begitu cepat!


Namun, Bones juga teringat apa yang Thomas katakan pada hari itu. Dia harus mengangkat kepalanya tinggi tinggi. Bones tidak bisa terlalu lembut hati.


Bones mengejek. "Saya seorang gangster tua, dan anak saya adalah seorang gangster kecil. Kalau Ibu membiarkan anak saya pergi belajar, apa Ibu tidak takut dia akan memberikan dampak buruk pada anak Ibu? Ha ha! Nanti saya tidak mau tanggung jawab."


Wanita itu merasa cemas. "Hah, Bapak bilang apa? Apa Bapak belum menemukan pekerjaan yang stabil? Juga, putra Bapak terlihat sangat heroik. Saya bisa lihat kalau dia adalah anak baik yang berani dan pintar. Mengapa dia memiliki pengaruh buruk terhadap anak-anak kami?"


Bones tersenyum. "Oh ya? Tapi, itu memalukan. Saya tidak ingin anak saya belajar di TK Masa Depan Cerah."

__ADS_1


"Kenapa?"


"Karena hati saya hancur. Saya mencoba mencari TK baru untuk putra saya sekarang."


"Hah! Tolong jangan! Kalau Bapak pergi, anak-anak kami akan benar- benar celaka!"


Bones mengerutkan kening. "Saya pergi atau tidak, apa hubungannya dengan anak Ibu?"


Ketika wanita itu tahu dia tidak bisa menyembunyikannya, dia menghela nafas dan berkata, "Apa Bapak tidak tahu? Setelah hari itu, para orang tua murid masuk kredit daftar hitam. Semua kesalahan kami telah dicatat. Pada akhirnya, anak-anak kami juga terlibat. Kami tidak bisa pergi ke restoran, kami tidak bisa naik bus, kami tidak bisa pergi ke perpustakaan. Bahkan saat kami membeli sesuatu di supermarket, kami akan didiskriminasi.


"Kami benar-benar tidak bisa menjalani kehidupan seperti ini. Seakan kami berada di penjara sekarang. Kemana pun kami pergi, kami akan didiskriminasi. Kami tidak bisa melakukan apa-apa. Anak kami sangat cemas sampai sampai dia menangis di rumah setiap hari. Menurut bapak kami harus melakukan apa?"


Wanita itu menyeka air matanya, dan dia melanjutkan, "Saya pergi mencari Tuan Mayo, tetapi dia bilang kalau itu bukan urusannya. Dia bilang kalau Bapak harus memaafkan kami, dan kami harus membiarkan putra Bapak belajar di sana. Hanya dengan begitu dia akan bersedia menghapus saya dari daftar hitam.


"Bapak Bones, saya mohon. Tolong kasihani saya dan maafkan semua kesalahan saya."


Bersambung....


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2