Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 145


__ADS_3

"Kau berbohong, kan? Mereka akan meminta maaf? Kau juga mendengar kalau mereka menginginkan $ 5.000.000. Orang-orang ini juga sangat buruk dan tidak bermoral. Kita tidak bisa mengalahkan mereka atau memarahi mereka, jadi tidak ada gunanya jika kita memanggil polisi. Kita tidak bisa melakukan apa pun pada mereka."


Thomas tersenyum dan bertanya, "Apa kau ingin bertaruh denganku?"


Emma mencemooh.


"Kenapa tidak? Kau ingin bertaruh apa?"


Thomas lama menatap Emma. Dia menyeringai dan berkata, "Kita ini pasangan yang sudah menikah, tetapi kita belum tidur bersama. Jika aku menang, kau...."


Dalam sekejap, wajah Emma berubah menjadi benar benar merah.


"Ini adalah tempat umum. Omong kosong apa yang kau bicarakan?"


Thomas batuk.


"Jadi? Apa kau setuju?"


Emma cemberut. "Aku tidak ingin bertaruh dengan manusia cabul sepertimu.Tak tahu malu!"


Emma mengatakan kalimat ini, tetapi dia diam-diam merasa bahagia. Dia bahkan berharap dia akan kalah taruhan. Dia tidak hanya ingin Rafferty meminta maaf.... Dia juga ingin "memberikan dirinya ke Thomas. Dia sudah memikirkannya selama beberapa waktu. Thomas jarang mengambil inisiatif untuk membicarakan hal ini. Emma masih perawan, jadi dia merasa malu dan cemas setiap kali dia membicarakannya. Bahkan jika dia memiliki niat, dia juga tidak tahu apa yang harus dia katakan.


"Duduk di sini sebentar. Aku akan pergi dan mengurus sesuatu. Aku akan kembali sebentar lagi."

__ADS_1


Thomas kemudian meninggalkan kursinya..


Dia menelepon Anna ketika dia keluar dari kafe.


"Halo, Anna, apa kau berkomunikasi dengan semua channel di Kota Southland yang kau bicarakan kemarin?"


"Ya."


"Apa kita bisa mempublikasikan konten apa pun?"


"Ya, tapi kita belum menetapkan basis budaya dan hiburan saat ini, apalagi memproduksi konten. Kita tidak punya apa -apa sekarang. Konten apa yang bisa kita publikasikan?"


Thomas menjawab, "Publikasikan beberapa artikel berita terlebih dahulu. Bantu aku untuk melihat apakah channel nya bermanfaat."


"Tidak masalah. Berita apa yang ingin kau publikasikan?"


Setelah Thomas menutup panggilannya, dia mengirim beberapa draf berita ke surel Anna. Dia juga melampirkan beberapa foto Rafferty dan Bonnie yang dia ambil diam diam. Kemudian, dia menelepon Samson.


"Bos, apa ada yang bisa aku bantu?"


"Bantu aku untuk menelepon departemen ulasan konten. Suruh mereka memblokir semua saluran media baru dari Void Interaction Media Corporation dan buat mereka tidak dapat mempublikasikan berita apa pun."


"Ini mudah. Bisa diselesaikan dengan cepat."

__ADS_1


"Lakukan."


Setelah Thomas memberikan semua instruksinya, dia berdiri di pintu masuk. Dia melihat gedung kantor di seberangnya dan menatap pergerakan Void Interart Media Corporation. Tak lama kemudian, mereka akan tahu apa itu artinya 'dibom." Bahkan jika Thomas tidak bertindak keras, ia memiliki metode untuk membunuh mereka.


Dia berbalik dan kembali ke kafe. Dia duduk di seberang Emma, menundukkan kepalanya, dan menyesap kopi.


"Ini sangat pahit."


"Tidak akan terasa pahit setelah kau tambahkan gula batu."


Emma menambahkan satu gula batu ke dalam kopi Thomas saat dia bertanya, "Apa kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu?"


"Ya. "


Thomas minum lagi. "Ya, kali ini rasanya manis."


Dia selesai minum seluruh cangkir kopi sebelum dia menyalakan ponselnya dan mulai melihat-lihat berita. Setelah dia menskrol beberapa artikel berita, dia melihat konten yang ingin dia baca, dan dia menunjukkan senyum kemenangan.


"Emma, berita ini cukup menarik. Lihat."


"Aku tidak mau membacanya. Aku sedang tidak berminat."


"Baca saja. Aku jamin kau akan merasa lebih baik setelah kau membacanya."

__ADS_1


Bersambung......


Terima kasih


__ADS_2