Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 410


__ADS_3

Sementara Emma mengendarai mobil baru dengan cepat di jalan, dia merasa sangat bahagia. Wanita itu harus mengatakan jika sesuatu yang mahal memiliki alasan untuk menjadi mahal.


Mobil seharga $50.000.000 lebih baik daripada mobil seharga $500.000!


Pada mulanya Emma masih merasa tidak nyaman. Bukankah terlalu mahal jika mereka menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli mobil?


Tetapi, setelah wanita itu mengendarainya di jalan, dia menyadari jika rasa bahagia memiliki Ferrari senilai $ 50.000.000 tak terlukiskan. Begitu dia mulai mengemudi, Emma tidak mau berhenti. Dia hanya ingin tinggal di dalam mobil seumur hidupnya.


Thomas duduk di kursi penumpang, dan ketika dia melihat Emma terlihat bahagia, dia juga merasa bahagia.


Sepertinya hadiah ini membuat Emma sangat senang.


Saat mobil melaju kencang, ponsel Thomas berdering.


Tilulit!


Dia dengan santai menggeser layar ke atas dan melihat itu adalah panggilan dari Ben di Shalom Technology.


Paman Ben?


Thomas tertegun untuk beberapa saat. Sudah lama sekali sejak terakhir kali dia pergi ke Shalom Technology. Pekerjaan perusahaan pada umumnya telah diserahkan kepada Ben.


Namun, saat ini dia menelepon Thomas. Apakah terjadi sesuatu pada perusahaan?


Thomas menjawab panggilan tersebut.


"Halo, Paman Ben, kenapa Paman menelepon aku?"


"Tuan Muda, sesuatu terjadi. Harap datang ke West River Coast sekarang. Sesuatu yang buruk telah terjadi!"

__ADS_1


West River Coast adalah tempat yang sangat sensitif karena makam Scott berada di sana.


Daerah itu juga telah diserahkan kepada keluarga Hill untuk direkonstruksi. Secara teoritis, seharusnya tidak akan ada kecelakaan.


Ini ada hubungannya dengan makam Scott. Bahkan Thomas yang selalu bersikap tenang pun mulai merasa takut. Dia khawatir akan terjadi hal-hal yang mengerikan.


Dia bertanya lagi, "Paman Ben, tolong beri tahu aku apa yang terjadi."


"Hah...."


Suara di ujung telepon tetap diam selama setengah menit, dan Ben hanya terus mendesah.


Setiap kali dia hendak mengatakannya, dia ragu-ragu.


Ketika dia bersikap seperti ini, ini menakutkan.


Pada akhirnya, Ben mengumpulkan keberaniannya dan berkata, "Makam Tuan Scott... Telah...."


"Seseorang telah menggali kuburan Tuan Scott!"


Berdengung!


Seolah ada sambaran petir di kepala Thomas.


Adiknya telah meninggal dengan mengenaskan. Setelah dia meninggal, seseorang bahkan telah menggali kuburnya. Dia gagal menjadi seorang kakak!


Siapa itu?


Siapa yang melakukan ini?

__ADS_1


Thomas mengepalkan tinjunya dengan suara klik, dan seluruh matanya memerah.


Tubuhnya dipenuhi dengan niat untuk membunuh.


Emma juga bisa merasakan kekejaman yang kuat, sehingga rasa bahagianya langsung menghilang. Dia dengan patuh menjadi diam dan tidak berani mengatakan apa-apa.


"Aku mengerti. Aku akan segera ke sana."


Dia menutup telepon.


Thomas menyimpan ponselnya, dan dia sengaja menekan amarahnya. "Ayo pergi ke West River Coast."


Meskipun Thomas terdengar sangat acuh tak acuh, gelombang yang tersembunyi di bawah ketenangannya meninggi, dan itu mungkin meledak kapan saja.


Emma tidak berani bertanya. Ini adalah pertama kalinya wanita itu merasa Thomas begitu menakutkan.


Baru pada saat inilah dia menyadari suaminya tetaplah seorang prajurit. Dia adalah orang yang telah membunuh orang.


Tiga puluh lima menit kemudian, mobil berhenti.


Thomas segera membuka pintu dan turun dari mobil. Pria itu berjalan ke makam, dan Emma dengan cepat mengikutinya.


Keduanya mendatangi makam satu demi satu.


Sejak tadi Ben berjaga-jaga di samping.


Ketika Thomas mendatangi makam itu, situasinya mengejutkan.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


Sekian terima kasih.....


__ADS_2