
Tuan Muda Kedua yang dicintainya akhirnya memiliki akhir yang terhormat.
Ben berjalan ke makam. Dia melihat orang-orang yang berlutut di tanah adalah karyawan dari Shalom Technology. Dan pemimpinnya tidak lain adalah adalah pemimpin Shalom Technology, Darcy Davis.
Ben sangat bersemangat sehingga dia sampai ingin menari.
"Rasakan, Darcy!"
"Tuhan telah berlaku adil untuk tuan muda kedua!"
Thomas berjalan mendekatinya. Dia
mengulurkan tangan untuk memegang Ben.
"Paman Ben, jangan terlalu bersemangat. Berhati-hatilah agar tidak masuk angin."
Ben menyeka air matanya, dan berkata, "Tuan Muda, Anda telah melakukannya dengan sangat baik! Tuan muda kedua tidak hanya memiliki akhir yang terhormat, tetapi Anda juga membuat para pelaku yang telah ikut ambil bagian pada kematiannya berlutut di depan kuburnya. Kerja yang bagus!
"Tuan Muda, saya benar-benar senang melihat betapa suksesnya Anda ini!
"Keluarga Mayo dipenuhi dengan harapan!"
Melihat Ben yang semakin bersemangat, Thomas buru-buru meminta anak buahnya untuk datang menjaganya. Thomas takut terjadi sesuatu pada orang tua ini. Bagaimanapun, Ben seperti kakek bagi Thomas.
__ADS_1
"Bantu Paman Ben untuk beristirahat."
"Baik."
Ketika Thomas menoleh, dia memperhatikan kalau Emma memperhatikannya dengan tatapan aneh. Dia tersenyum lembut dan berjalan ke arahnya.
"Kau pasti bertanya-tanya bagaimana aku bisa melakukan semua ini, kan?"
Emma mengangguk.
Thomas menjelaskan kepadanya,' Sebenarnya, ini cukup sederhana. Aku telah terlibat dalam banyak pertempuran sengit di Pantai Barat selama bertahun-tahun. Pernah suatu kali kami mengalami kekalahan telak, dan aku mempertaruhkan nyawaku untuk menyelamatkan seorang jenderal. Sekarang, jenderal itu menjadi orang besar. Dia membantuku untuk mengadakan upacara peringatan sebagai ucapan rasa terima kasihnya kepadaku. Karena itu, dia meminjamkan anak buahnya, mobil, helikopter, dan kapal pesiarnya kepadaku. Semua diurus dengan sangat baik, itu sebabnya rencana ini berjalan lancar."
"Jadi, seperti itu."
Kalau saja Thomas adalah jenderal, kalau saja semua ini tidak dipinjam dari orang lain, maka betapa bagusnya semua ini, kan?
Thomas tahu apa yang sedang dipikirkan Emma ketika dia melihat sedikit kekecewaan di wajah wanita ini. Sekarang masih belum tepat waktunya. Thomas memegang tangan Emma, dan berkata, "Jangan kecewa. Aku berjanji kepadamu bahwa cepat atau lambat, semua yang kau lihat sekarang akan menjadi milikku. Ini semua akan benar-benar menjadi milikku, bukan milik yang lain."
"Oke."
Thomas memegang tangan Emma dan berjalan ke sisi lain.
"Kita mau ke mana sekarang?" tanya Emma penasaran.
__ADS_1
Thomas menunjuk ke suatu tempat yang tidak jauh, dan berkata, " Sebenarnya, upacara peringatan sudah berakhir. Kita akan menyapa anggota keluarga sekarang."
"Anggota keluarga?"
"Ya. Harvard dan Richard sudah lama tiba."
"Kakek dan kakakku?" Emma bingung.
"Bukankah mereka menolak undanganmu dan tidak akan menghadiri upacara peringatan? Lalu kenapa mereka ada di sini?"
Thomas menjelaskan kepadanya, Mereka di sini bukan untuk upacara peringatan. Mereka di sini untuk menghadiri acara lelang proyek."
"Lelang proyek? Apa itu?"
"Tender untuk rencana konstruksi setelah pembongkaran West River Coast. Emma, jika kau bisa mendapatkan kontrak untuk pekerjaan ini, statusmu di keluarga Hill akan meningkat secara signifikan."
"Aku? Itu tidak mungkin."
"Selama aku di sini, itu mungkin saja."
Bersambung .......
Terima kasih
__ADS_1