Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 88


__ADS_3

Ketika Thomas mendengarnya, dia pun secara tak sadar tampak terkejut. Dia tahu dia punya uang di kartunya, tapi dia tidak mengira uangnya akan ada sebanyak itu.


Meskipun pria itu mencoba untuk tidak mengekspresikan emosinya setelah terlibat dalam perang selama bertahun tahun, dia tetap tidak bisa tidak membuka mulutnya lebar lebar karena saat ini merasa terkejut.


Dia tersenyum canggung saat dia berkata, "Pak Smith, terima kasih telah menanganinya untukku selama ini. Sejujurnya, aku tidak tahu apa-apa soal keuangan. Kalau Anda tidak membantuku, uangku hanya akan menjadi uang mati."


Brian merasa tersanjung. "Pak Mayo, Anda tidak perlu bersikap segan seperti ini. Jangankan membantu Anda mengatur keuangan Anda, saya juga rela meskipun saya harus memberikan hidup saya kepada Anda."


"Ehem, itu terlalu berlebihan."


Brian terus berkata, "Pak Mayo, Anda dapat menyimpan kartu ini, dan Anda dapat menggunakannya kapan saja. Sementara itu, Anda tetap bisa membiarkan saya mengelola aset Anda. Dalam hal ini, saya dapat menjamin Anda untuk selalu memiliki penghasilan. 'Uang mati' akan menjadi 'hidup'."


Thomas dengan penasaran bertanya, "Berapa banyak uang yang bisa aku hasilkan dalam sehari?"


Brian tersenyum. "Selain dari semua investasi, kepemilikan saham, dan dividen, aset Anda akan memungkinkan Anda untuk menghasilkan lebih dari $5.000.000 setiap hari hanya dari bunga bank."


Hah, $5.000.000?


Itu hanya uang dari penghasilan bunga bank. Jika Thomas menambahkan pendapatan lain, berapa besar jumlah uangnya?


Tetapi, Thomas adalah orang yang rendah hati dan hemat. Dia tidak akan pernah bisa menghabiskan uang sebanyak ini dari cara dia menghabiskan uang.


Thomas mengangkat Kartu Emas Sejahtera di tangannya, dan dengan sinis berkata, "Uang tidak maha hebat, tetapi tidak ada yang dapat dicapai tanpa uang. Aku juga terkadang harus menyerah di depan uang."


Pria itu menyimpan kartu tersebut di sakunya sebelum dia berdiri dan berkata, "Ada hal lain yang harus aku lakukan sekarang, jadi aku harus pergi dulu."

__ADS_1


Brian memberi isyarat untuk mengantar Thomas keluar." Silakan lanjutkan pekerjaan Anda. Anda bisa datang ke sini saat Anda luang. "


"Oke."


"Hati-hati di jalan."


Setelah Thomas keluar dari UBS, dia menghentikan taksi dan langsung menuju ke gedung kantor Panglima di Distrik Southland.


Setelah dia masuk ke lift, Thomas pergi ke kantor panglima di lantai 16.


Thomas melambaikan tangannya dan meminta Samson memanggil Aquarius. Tak lama kemudian, Aquarius mendatangi Thomas.


Aquarius adalah pria yang terlihat sopan. Pria itu mengenakan kacamata dengan bingkai kawat emas, dan terlihat seperti pria terhormat.


Thomas berkata. "Aquarius, aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku."


"Silakan katakan, Bos."


Thomas meletakkan Kartu Emas Sejahtera di atas meja.


"Kamu simpan kartu ini. Aku mau kamu mencari identitas yang cocok untuk mendapatkan kembali Shalom


Technology untukku.


"Setelah kita mendapatkannya kembali, kamu akan menjadi pimpinannya, tetapi sebenarnya akulah penguasa Shalom Technology."

__ADS_1


Aquarius mengangguk, dan dia menyimpan kartu itu.


"Kapan saya harus menjalankan misi ini?"


Thomas tersenyum tipis. "Lakukan sekarang."


"Saya mengerti!"


Pada saat ini, Emma sedang duduk di sofa sambil mendesah di mansion tua di Metro Garden Neighbourhood.


Keluarganya sangat tertekan oleh hutang sebesar $9.000.000.000.


Sementara wanita itu merasa sedih, dia menerima telepon dari ayahnya.


"Halo, Ayah, ada apa?"


"Datanglah ke Coffee and Dream Cafe di River Street no. 2 24."


"Kamu akan tahu setelah kamu datang."


"Hah? Kenapa aku harus pergi ke sana?"


Bersambung......


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2