
Di hari yang cerah, aroma manis bunga mekar di udara.
Thomas naik angkutan umum ke Swan Restaurant di jalan 166 Jewel Road.
Sebelum dia mencapai pintu masuk, Thomas melihat tempat itu penuh sesak dengan orang-orang. Setiap meja penuh dan masih banyak pengunjung yang mengantri di luar.
"Hah, ini bukan jam sibuk dan ada sangat banyak orang di sini?"
"Bisnis di sini luar biasa."
Thomas masuk ke dalam toko dan melihat Nephele membantu ayahnya menunggu pelanggan. Kedua kakinya yang pendek bergerak sangat cepat, seperti seekor anjing corgi. Dia berlari-larian kesana kemari.
Thomas senang melihat pemandangan itu.
Nephele sedang menyajikan hidangan. Kemudian dia berbalik dan melihat Thomas.
"Paman Thomas!!!"
"Hei sim"
Nephele berlari mendekat. Thomas membungkuk untuk menangkap dan menggendongnya. Dia mengulurkan tangan untuk mencubit pipi kecilnya yang kemerahan.
Ketika Griffin mendengar keributan itu, dia berjalan keluar dari dapur untuk memeriksanya. Lalu dia tertawa.
Pria itu dengan cepat berseru kepada semua orang di sana. "Kami meminta maaf semuanya, tetapi kami kehabisan bahan-bahan hari ini. Yang sudah pesan akan dilayani seperti biasa. Mohon maaf sebesar-besarnya bagi yang belum pesan. Silakan datang lagi lain kali."
Wajah orang-orang yang belum memesan dipenuhi kekecewaan.
__ADS_1
Makanan yang disajikan di Swan Restaurant adalah yang terbaik di jalan tersebut. Kenyataannya, hidangan mereka adalah yang paling enak di seluruh distrik Southland. Banyak orang yang datang dari jauh setelah mendengar namanya. Sayang sekali mereka tak bisa mencicipi makanannya.
Setelah melihat kepergian para pelanggan, Griffin dengan cepat menyelesaikan pesanan terakhir. Kemudian dia membersihkan meja dan merapikannya untuk Thomas duduk.
Segera setelah itu, dia menyiapkan beberapa hidangan dan beberapa botol bir. Dia lalu minum bersama Thomas.
"Bos, kenapa Anda ke sini?"
Thomas mengunyah kacang dan berkata sambil tersenyum. "Mau bagaimana lagi, aku sangat merindukan masakanmu."
"Ha ha. Anda terlalu baik, Bos. "
Thomas minum sambil mencicipi hidangan. Dia melihat sekeliling restoran yang penuh, mengangguk sambil berkata. "Bisnisnya berjalan dengan baik."
Griffin tersenyum. "Bukan apa-apa. Saya senang selama semua orang menyukainya."
Hanya saja....
Thomas menyarankan. "Kamu perlu mencari beberapa staf. Kamu tidak bisa terus membiarkan Nephele menjadi anak buahmu. Ini adalah eksploitasi pekerja anak."
Griffin menjawab, merasa jengkel. "Bukannya saya tidak ingin merekrut, saya memang tidak bisa mendapatkan pembantu."
Nephele merangkak naik ke kursi dan berkata, "Itu tidak benar. Setiap hari ada orang yang datang, tetapi mereka tidak pernah cukup untuk Ayah. Suatu saat Ayah bilang mereka tidak cukup bersih, dan lalu Ayah bilang kalau mereka tidak cukup teliti. Kemudian Ayah akan bilang kalau mereka tidak memperlakukan makanan dengan hormat. Ada seratus satu alasan."
Griffin terbatuk-batuk canggung dan menggaruk kepalanya meminta maaf.
Thomas tertawa terbahak-bahak setelah mendengarnya." Oh ya, sekarang permintaanmu untuk mempekerjakan pembantu juga cukup tinggi."
__ADS_1
Griffin tidak punya pilihan. Jika dia tidak menetapkan persyaratan tinggi seperti itu kepada para staf, keterampilan memasak Griffin tidak akan sebagus sekarang.
Saat mereka mengobrol, seorang gadis berpenampilan modis berkacamata masuk. Ada seorang pria berjalan di sampingnya. Di belakang mereka berdua, ada beberapa asisten yang memegang payung dan membantu mereka membawa tas.
Orang-orang yang sedang makan menatap gadis itu sambil berdiskusi dengan tenang di antara mereka sendiri.
"Lihat. Bukannya itu selebriti yang itu... Siapa namanya...."
"Flora Fiore?"
"Ya, itu. Ini Flora Fiore, dia benar-benar datang."
Di sisi lain, ketika Griffin melihat seseorang masuk, dia berkata dengan santai. "Maafkan saya. Kami kehabisan bahan-bahan hari ini. Kami sudah tutup untuk hari ini. Silakan kembali lagi lain kali, saya minta maaf. "
Flora dan pria di sisinya, yang juga manajernya - Jude Dunkley, tidak memedulikan ucapan Griffin. Mereka hanya mencari meja yang bersih dan duduk.
Nada suaranya arogan saat dia berkata, "Bagaimana mungkin seorang pemilik restoran mengusir pelanggannya sendiri? Saya lapar dan saya dengar Swan Restaurant ini memiliki makanan terbaik di seluruh jalan ini. Sana buatkan saya beberapa hidangan spesial Anda."
Ketika Griffin mendengarnya, dia berpikir dalam hati," Kenapa orang ini tidak mendengarkan ucapan orang lain?"
"Seberapa egois wanita ini?"
Bersambung....
Jangan lupa like dan komen...
Terima kasih
__ADS_1