Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 248


__ADS_3

Guru wanita itu mengejek. "Kenapa? Apa Anda juga ingin menyumbangkan bangunan? Kalau Anda memang punya uang, Anda harus membeli beberapa pakaian. Jangan selalu memakai pakaian murahan itu."


Thomas mencibir. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang.


Sekitar empat menit kemudian, Cyrus, kepala sekolah menerima telepon.


Seseorang telah membeli TK Masa Depan Cerah, dan pemilik TK itu adalah Thomas Mayo!


Cyrus meletakkan teleponnya dengan tidak percaya dan menatap Thomas dengan ketakutan. Apakah sebuah pesan memiliki begitu banyak kekuatan? Siapa pria ini?


Guru perempuan itu bertanya, "Pak Brooks, ada apa?"


Cyrus menyeka keringatnya dan berkata sambil tersenyum pahit, "Pemilik sekolah telah berubah. Sekarang, sekolah ini milik Pak Thomas Mayo."


"Hah?"


Guru perempuan yang telah mengejek Thomas sebelumnya merasa sangat terkejut hingga mulutnya menganga lebar. Wanita itu tak tahu harus berkata apa.


Pria malang yang mengenakan pakaian murah ini sebenarnya sangat kaya.


Thomas menunjuk guru perempuan itu. "Mulai sekarang, Anda dipecat. Kemasi barang-barang Anda dan pergi."


"Tidak, Pak Mayo, saya minta maaf. Tolong jangan pecat saya. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini."


Thomas dengan acuh tak acuh berkata, "Saya tidak harus memberikannya kepada Anda hanya karena Anda membutuhkannya. Karakter Anda tidak cukup baik untuk pekerjaan ini. Silakan pergi."


Ketika guru perempuan itu hendak mengatakan lebih banyak, Thomas langsung pergi tanpa memperhatikannya.

__ADS_1


Wanita itu telah melewati batas, jadi dia harus menanggung konsekuensi dari berbicara terlalu banyak.


Di sisi lain, Thomas berkata kepada Cyrus, "Pak Brooks, sekolah kami tidak membutuhkan anak yang sombong, tidak masuk akal, dan selalu menindas orang lain. Usir dia."


Sebelum Cyrus sempat berbicara, Hugo menjadi marah.


"Anda berani mengusir anak saya?"


"Apa Anda percaya saya bisa menyuruh orang membunuh Anda kapan saja?"


Thomas meliriknya. Tatapannya yang kejam dan menakutkan membuat Hugo ketakutan sampai-sampai dia mundur beberapa langkah.


"Apa Anda percaya saya bisa membunuh Anda sekarang?" tanya Thomas.


Hugo menelan ludah. Memikirkan keterampilan Thomas barusan, serta lengannya yang hampir patah, pria itu tidak berani mengatakan apa-apa lagi.


"Tunggu!" Bones berbicara.


Hugo berbalik. "Anda mau apa lagi?"


"Saya mau apa? Tadi Anda menampar anak saya. Apa Anda ingin pergi begitu saja?"


Hugo menggertakkan giginya dan bertanya, "Apa ... Apa yang Anda inginkan?"


Bones mengejek. Dia melangkah ke arah Hugo dan mengepalkan tangannya sebelum dia meninju Hugo langsung di perutnya. Seketika Hugo merasa sangat kesakitan jadi dia berlutut di lantai dan muntah.


"Hmph!"

__ADS_1


Bones berjalan kembali ke arah Robert dan mengulurkan tangan untuk membelai bekas luka di wajah putranya. Dia berkata dengan nada minta maaf, "Nak, ini salah Ayah. Seharusnya Ayah percaya padamu."


Semula Robert sangat marah, tetapi tidak seperti anak anak biasanya, dia berkata, "Tidak apa-apa, aku laki-laki. Seorang laki-laki harus menanggungnya!"


Thomas berbalik dan menatapnya. Dia sangat menyukai anak ini.


Bocah ini memancarkan rasa keengganan untuk mengakui kekalahan. Selain itu, dia berani memikul tanggung jawab, dan dia tidak takut pada kekuatan jahat.


Anak laki-laki ini adalah seorang talenta yang menjanjikan.


Thomas berjalan mendekat dan berkata kepadanya," Robert, dirimu berbuat sangat baik hari ini. Dirimu harus menjaga semangat ini. Jangan khawatir, kalau dirimu benar, Paman akan selalu mendukungmu. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menjebakmu."


Robert mengangguk. Kemudian, dia diam-diam melirik Nephele dan tersipu.


Dia berbisik kepada Thomas, "Paman, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada paman."


"Apa itu?"


"Bisakah Paman membiarkan Nephele belajar bersamaku?"


"Oh? Kenapa?"


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen


Sekian terima kasih.....

__ADS_1


__ADS_2