Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 205


__ADS_3

Dia tidak menolak kalung giok. Bersama dengan cerita yang ada di belakangnya, Emma tidak sabar untuk segera membelinya. Namun, dia tahu kalung itu pasti sangat mahal.


Sekitar seratus pelanggan di ruangan itu tampak cukup kaya, jadi Emma tidak akan mendapat giliran.


Neil bisa tahu apa yang Emma pikirkan. Jadi, dia sengaja bertanya, "Nona Hill, aku bisa menebak kalau kau sepertinya sangat menyukai kalung, ya?"


Emma awalnya ingin menyangkalnya, tetapi dia benar benar tidak bisa melakukannya!


Dia tidak menjawab.Itu berarti dia diam-diam mengakuinya karena dia benar-benar menyukai kalung itu. Lebih mudah menangani situasi karena Emma menyukainya!


Neil terkekeh dan berkata, "Bunga-bunga indah cocok dengan wanita cantik. Kau adalah wanita yang menawan, jadi tentu saja, kalung kalung mencolok seperti itu cocok untuk wanita cantik sepertimu. Karena kau menyukainya, aku akan membelinya untukmu."


"Hah?"


Emma sadar pada saat ini kalau dia telah dijebak. Memang benar kalau dia menyukai kalung itu, tetapi dia tidak ingin Neli membelinya!


Si Pembawa acara juga mengatakan kalau dia berharap seorang pria akan memberikan kalung ini kepada wanita yang dia cintai setelah dia membelinya. Mereka bisa menghabiskan sisa hidup mereka bersama dan melanjutkan cinta yang tulus itu.

__ADS_1


Dia tidak memiliki hubungan dengan Neil, jadi mengapa lelaki ini harus membelinya?


Baru kemudian Emma menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Setelah Neil membeli kalung dan memberikannya di depan begitu banyak orang, Emma tidak akan bisa menjelaskannya.


Reputasinya akan hancur, tapi bagi Emma itu tidak masalah. Bagaimana jika dia membuat Thomas marah dan itu mempengaruhi hubungan mereka?


Ketika Emma memikirkan hal itu, dia menyesal mengapa dia tidak secara langsung mengatakan bahwa dia tidak suka sebelumnya.


"Um... Kau tidak perlu. Aku..."


Neil melirik Thomas dengan jijik dan mencibir, "Jangan khawatir, meskipun aku tidak terlalu kaya, aku masih punya uang. Itu hanya kalung giok, jadi aku bisa membelinya. Aku tidak seperti orang yang bergantung pada istrinya seperti parasit yang tampak menjijikkan."


Dia jelas mengejek Thomas.


Namun, segalanya menjadi canggung baginya ketika Thomas berpura-pura seolah-olah dia tidak mendengarnya. Dia bahkan menundukkan kepalanya dan makan seolah-olah apa yang dikatakan Neil tidak ada hubungannya dengannya.


Neil mencemooh. "Sedemikian brengseknya. Orang yang tak tahu malu. Tidak heran dia masih bergantung pada wanita sampai sekarang. Nona Hill, aku benar-benar merasa kasihan padamu."

__ADS_1


Emma sangat marah sehingga dia gemetar. Jika mereka tidak ada di depan umum, dia akan menggeram. Dia melirik Thomas dan melihat kalau Thomas masih diam saat dia makan.


Emma merasa hatinya pahit. Dia bertanya-tanya mengapa Thomas hendak mengubah kepribadiannya. Neil telah mengejek Thomas di depan wajahnya, tetapi mengapa dia masih begitu tenang? Di mana jiwa maskulinnya?


Saat itu, si pembawa acara di panggung berbicara. "Saya menganggap semua orang juga tahu berapa nilai kalung giok ini. Kalung giok ini memiliki tekstur yang sempurna dan kualitasnya cukup baik. Giok ini dianggap cukup mengesankan. Dengan melihat betapa indah kalung ini, harganya agak tinggi, tetapi seharusnya tidak menjadi masalah bagi semua orang di sini."


Harga kalung dibandrol $8.000.000!


Harga itu sangat tinggi, tetapi kalung giok pasti sepadan dengan harganya. Meskipun orang-orang di ruangan itu cukup kaya, mereka bukan pria kaya gila yang hanya mengeluarkan uang $8.00 untuk membeli kalung. Jadi, mereka saling memandang. Mereka sangat menyukainya, namun mereka tidak berani menawar.


"Harga awalnya adalah $8.000.000. Setiap kenaikan harga tidak boleh lebih rendah dari $500.000. Lelang dimulai!"


Neil perlahan mengangkat tangannya. "Sembilan juta dolar. Aku menginginkan kalung itu."


Bersambung.....


Sekian terima kasih.....

__ADS_1


__ADS_2