
Apakah sekarang mereka minta pertolongan kepada Emma?
Thomas diam-diam menggerutu. Sekarang sudah jam berapa? Mengapa mereka masih bersikap sombong?
Pria itu bangkit berdiri dan menggenggam jemari tangan Emma sebelum berjalan keluar. Hal itu membuat Richard dan dua orang lainnya terkejut. Apakah dia bercanda? Mereka seperti dihukum berdiri selama tiga jam sampai wanita itu terbangun. Tapi sekarang dia langsung pergi?
"Thomas, apa yang kau lakukan?" Richard berteriak panik.
Thomas menjawab dengan tenang, "Aku bingung kenapa kantornya bau sekali? Aku penasaran siapa orang yang tak bermoral."
Secara tidak langsung pria itu protes.
Apakah maksudnya perkataan Richard seperti kentut?
Hati Richard dipenuhi kebencian. Di dalam hatinya yang kacau ingin menendang Thomas ke langit namun dia harus bersikap baik terhadap Thomas karena dia menginginkan pertolongan darinya.
Dalam situasi ini, dia harus berdamai dengan hal ini dahulu, sebelum nantinya dia membicarakan hal lain.
Richard menghela napasnya sebelum bicara, "Sudahlah, kau juga berhenti rewel sekarang, Thomas. Selama Emma bersedia memanggil para penduduk dan menjelaskan situasinya, rencana kita tetap tidak akan berubah. Kita akan membiarkan mereka pindah tepat waktu."
Emma tercengang.
"Bukannya itu sudah beres? Kenapa aku harus menelepon lagi?"
Thomas tertawa kencang. "Karena beberapa orang perlu bekerja ekstra. Para penduduk sudah tanda tangan, dan pekerjaan itu bisa diselesaikan sesuai jadwal. Meskipun begitu, beberapa orang menelepon para penduduk dan bilang kalau mereka ingin mengubah rencana. Aku bisa menebak pasti semua penduduk akan marah. Beberapa orang malah tidak tahu menahu soal proposal yang ditandatangani. Apa aku betul?"
__ADS_1
Itu dia!
Ekspresi Richard menjadi dingin. "Emma, mereka hanya ingin menerima telepon darimu. Kau hanya perlu menelepon dan menjelaskan sedikit. Itu bukan masalah besar."
Baru pada saat ini Emma dapat mendengar dengan jelas.
Ceritanya mungkin Richard bertujuan untuk menjebak Emma, namun Richard menderita begitu banyak kerugian. Richard gagal menjebak Emma, dan dia bahkan membuat sekelompok orang itu murka. Sekarang, para penduduk tidak mau mengakui tanda tangan mereka.
Haha! Bagaimana bisa dia tidak tahu malu meminta pertolongan?
Tunggu, dia tidak 'meminta pertolongan kepadanya. Dia memerintah' Emma untuk melakukan sesuatu.
Emma juga bukan seorang wanita yang tak punya temperamen. Jika seekor kelinci dipaksa, pasti menggigit orang, apalagi Emma adalah seorang wanita berkarakter.
Setelah Emma mengerti situasinya, dia tertawa sedikit dan berinisiatif memeluk lengan Thomas.
"Kau!"
Richard sangat geram. Beraninya Emma bersikap sombong.
Emma berkata, "Kebetulan, aku meninggalkan kabel charger di rumah, jadi aku hendak pulang dan mengisi baterai ponselku. Kalau baterai ponselku penuh, aku akan menelpon mereka."
Dengan sangat jelas, Emma ingin membuat Richard marah.
Dulu Emma selalu mematuhi dan mengalah pada mereka, tetapi dia juga marah karena semua perbuatan jahat Richard. Hal itu hanyalah hukuman' kecil.
__ADS_1
Emma merangkul lengan Thomas dan meninggalkan kantor.
Setelah mereka pergi, Richard sangat kesal dan menendang tong sampah sejauh lima meter dan hal itu membuat Harvard sangat terkejut sampai dia terjatuh ke lantai.
"Brengsek! Penyihir!"
"Emma, kau benar-benar sangat kasar sekarang."
"Kau berani bermain trik seperti ini di depanku? Bagus, kau sangat berani, dan aku tak bisa mengontrolmu lagi, hah?"
Jade kembali memasukkan bensin ke dalam api. "Orang orang selalu bilang, kalau kau dekat dengan orang buruk, kau juga akan buruk. Emma selalu bergaul dengan si brengsek Thomas. Bagaimana bisa dia tidak terpengaruh? Kakek, Kakek benar-benar harus memikirkan cara untuk menghukum mereka. Sebaliknya, mereka akan lebih sombong dan tak akan menghormati Kakek lagi."
Richard mengangguk. "Aku mengerti. Ayo."
Pria tua itu yang pertama meninggalkan kantor tersebut. Dia berjalan keluar sembari menebak-nebak bagaimana dia akan menangani Thomas and Emma.
Terlalu sulit untuk menangani apa yang terjadi hari ini.
Sore menjelang malam, di tepi sungai.
Emma tidak pulang ke rumah. Baterai ponselnya belum habis. Dia hanya tak ingin melihat wajah-wajah buruk mereka.
Wanita itu berjalan di tepian sungai bersama Thomas. Mereka melihat sinar cahaya menyinari sungai dan permukaan sungai bercahaya. Hal itu luar biasa.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen
Sekian terima kasih.....