Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 135


__ADS_3

Ketika kata-kata seperti itu diucapkan, itu berarti bila Jade dan Donald sama sekali tidak peduli dengan hubungan keluarga.


Johnson tampak malu, tetapi dia masih menggertakkan giginya dan menahan amarahnya.


"Jade, Donald, jika kalian tidak membantuku, aku akan masuk penjara besok. Kalian harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkanku!" Johnson memohon.


"Hei, apa yang Paman bicarakan?" Jade merasa tidak senang. "Paman Johnson, kau tidak bisa memaksa kami dengan mengatakan hal seperti itu. Selain itu, kau hanya paman ketigaku. Kalau kau ingin berbicara tentang hubungan keluarga, kau harus meminta bantuan Kakek terlebih dahulu. Dia adalah kepala keluarga Hill. Dia yang mengendalikan keuangan keluarga Hill. Dia adalah orang terkaya di keluarga ini."


"Paman tidak pergi ke keluarga dekat, tetapi malah datang ke anggota keluarga besar. Kenapa Paman datang kepada kami ketika Paman bisa bertemu dengan anggota keluarga terdekat dan terkaya?"


Donald juga berkata, "Paman Johnson, apa pun yang terjadi, kau ini tetaplah putra kakek. Dia tidak akan membiarkanmu menderita."


Johnson marah.


"Jadi, maksudmu, kamu tidak akan meminjamkanku uang apa pun yang terjadi?"


"Bukannya kami tidak ingin meminjamkan uang pada Paman. Kami hanya tidak punya uang untuk dipinjamkan."


"Oke selamat tinggal!"


"Sampai jumpa lagi. Hati-hati naik mobilnya."

__ADS_1


Johnson menendang meja teh ketika dia dengan marah bangkit, lalu pergi.


Jade meludah.


"Apa apaan? Dia langsung meminta $30.000.000, Kenapa dia tidak pergi dan merampok bank saja?"


Donald tersenyum.


"Kita harus menelepon Kakek dan memberitahunya tentang ini terlebih dahulu. Ayo, kita beri kejutan. Bagaimana menurutmu?"


Jade menyeringai ketika dia menanggapi, "Sayang, kau orang yang sangat jahat.


"Hmph! Berapa kali Thomas dan Emma menjebak kita? Mereka berhutang hal ini pada kita!"


"Maaf, nomor yang Anda tuju sedang sibuk. Silakan coba lagi nanti."


Dia terus menelepon lebih dari sepuluh kali sebelum akhirnya ayahnya menjawab panggilannya.


Johnson segera berkata, "Ayah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu___"


"Diam! Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Jade bilang padaku kalau kau kehilangan saldo $30.000.000 dari Biro Sumber Daya Air. Kau ingin aku meminjamkan uang untuk mengembalikannya, kan?"

__ADS_1


"Aku akan memberitahumu sekarang, jangan mimpi!"


"Aku punya reputasi yang baik seumur hidupku. Kenapa aku memiliki anak yang buruk sepertimu? Johnson, orang selalu bilang kalau kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan. Kau kehilangan uang, jadi kau harus menanggung akibatnya."


"Aku tidak peduli dengan siapa kau meminjam uang tersebut, tetapi kau tidak akan mendapatkan satu sen pun dariku!"


"Jika kau tidak dapat menutupi defisit, jangan berharap aku bisa menyelamatkanmu. Kau hanya bisa pergi ke penjara. Aku tidak punya putra yang buruk!"


Tut!


Ayahnya baru saja menutup panggilan. Mata Johnson kosong dan dia terdiam. Dia perlahan mengendarai mobil di jalan dan setelah beberapa saat, mobil berhenti. Johnson melemparkan ponselnya ke samping dan memegangi kepalanya sementara dia bersandar di atas setir dan menangis. Dia telah dilemparkan ke dalam situasi yang membuatnya putus asa. Namun, tidak ada yang mau mengulurkan tangan dan membantunya. Bahkan ayahnya juga sudah menendangnya saat ia terjatuh. Sifat manusia itu berubah- ubah. Dunia tidak punya hati. Akan tetapi, Johnson memahaminya dengan sangat baik saat ini. Dia perlahan mengangkat kepalanya dan melihat sungai yang mengalir di samping jalan.


Perasaan sedih memenuhi dirinya.


Usiaku sudah segini. Apa aku masih bisa berjalan-jalan setelah keluar dari penjara?


"Apakah masih ada artinya ... untuk tetap hidup?"


"Jika aku tidak dapat membayarnya kembali, aku harus berada di penjara setidaknya selama sepuluh tahun."


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2