
"Saya mengerti."
Richard tampak sangat kesal. Dia mengulurkan tangan, menunjuk ke arah Harvard.
Telepon Emma. Minta dia untuk segera datang."
"Aku mengerti, Kakek."
Tit!
Tit!
Panggilan itu akhirya diangkat setelah berdering selama hampir satu menit.
Harvard marah dan dia dengan galak berkata, "Emma, kenapa kau lama sekali menjawab teleponnya? Cepat dan datang ke kantor sekarang."
Pada akhirnya, suara laki-laki terdengar di ujung telepon." Apa ini kau, Harvard? Maaf, Emma tidak bisa pergi."
Semua orang bisa mendengar bahwa itu adalah suara Thomas.
"Apa maksudmu?" tanya Harvard.
"Bukankah Kakek memberi Emma cuti dua hari? Jadi, aku membawa Emma ke Santa Bay. Kami sedang berjemur di pantai sekarang, oleh karena itu, kami tidak bisa segera kembali."
"Beraninya kau!"
__ADS_1
Harvard sangat marah. Mereka masih ingin berjemur di Santa Bay pada saat kondisi kritis seperti itu
"Berikan teleponnya padaku," teriak Richard.
Dia mengambil telepon dan dengan sengaja menekan amarahnya. "Berhentilah bermain-main, Thomas, Kami sedang mendiskusikan rencana konstruksi dengan Tuan Wall, jadi ini sangat penting. Cepat, minta Emma ke sini sekarang. Jangan plin plan."
"Aku tidak plin plan. Kami benar-benar berada di Santa Bay sekarang. Apa Kakek ingin aku mengambil foto?
Richard sangat marah. "Kalau begitu, cepat beli tiket pesawat dan segera kembali sekarang juga!"
"Kenapa kita harus kembali? Aku ingat Jade sekarang adalah orang yang bertanggung jawab atas proyek tersebut, dan perusahaan utama juga mengelolanya. Emma tidak ada hubungannya dengan proyek itu, kan? Kakek, bukankah Kakek yang menyetujui cuti dua hari untuknya?"
Richard menggertakkan gigi dan mengepalkan tinjunya. Matanya memerah. Dia sangat ingin mematahkan meja. Namun, karena orang-orang dari Biro Konstruksi Perkotaan ada di ruangan itu, tidak nyaman baginya untuk kehilangan kesabaran. Dia memaksa dirinya untuk berkata, "Ini salahku. Ada beberapa hal yang Emma sendiri harus tangani di sini. Kalian berdua harus membeli tiket pesawat dan kembali. Aku akan membiarkan Emma terus menjadi penanggung jawab proyek."
Semua orang di ruangan itu ketakutan.
Sebaliknya.....
Thomas dengan malas berkata, "Baiklah, coba aku lihat pukul berapa penerbangan paling awal. Oh, pukul 6 sore. Penerbangan pulang memakan waktu setidaknya dua jam. Aku rasa kita akan tiba pukul 8.30 malam. Kakek, tolong tunggu kami. "
Tolong tunggu?
Sekarang baru pukul 10.00 pagi!
Richard belum pernah mengalami penghinaan sebesar ini sebelumnya. Dia menggertakkan giginya dengan kuat.
__ADS_1
"Baiklah, sampai jumpa nanti malam."
Tit!
Setelah Richard menutup teleponnya, dia memaksakan diri untuk tersenyum. "Tuan Wall, Emma akan tiba pukul 8.30 malam. Bagaimana?"
"Oh, kalau begitu, kita akan membicarakannya malam ini.
Cillian bangkit dan pergi tanpa ragu-ragu. Dia tidak melirik siapa pun di ruangan itu sama sekali. Setelah Cillian pergi, semua orang kantor terdiam. Tiba-tiba, Richard mengangkat kursinya dan membenturkannya dengan keras ke meja kantor di ruang rapat. "Sialan, Thomas Mayo!"
Sementara itu, Thomas dan Emma sedang berbaring di pantai Santa Bay. Mereka sangat menikmati waktu berjemur ini.
"Thomas, penerbangan paling awal pukul 11.00 dan kita bisa pulang sekitar pukul 13.00. Kenapa kau berbohong kepada kakek?"
Thomas mengangkat bahu, "Benarkah? Mungkin aku salah lihat.
Dia salah lihat?
Emma memutar matanya ke arah lelaki ini. Dia tidak percaya kata-kata konyolnya. Namun, dia harus mengakui bahwa trik nakal Thomas benar-benar membuatnya melepaskan amarahnya. Emma merasa sangat senang, bahagia, dan gembira!
Dia telah ditindas oleh keluarga Hill dan kakek selalu membencinya.
Bersambung......
Terima kasih
__ADS_1