Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 47


__ADS_3

Nona Floral dengan santai memindahkan kursi dan duduk. Dia mengeluarkan buku rekening, dan dia membolak-baliknya sambil berkata, "Paman belum membayar untuk bulan ini, kan?"


Ben tersenyum cerah. "Aku baru saja membuka restoran ini belum lama ini. Kita juga sepakat kalau aku akan mulai membayar bulan depan."


Nona Flora sedikit mengernyit. "Bulan depan? Ha ha! Paman bisa membuka restoran bulan depan. Sekarang tutup."


"Jangan! Nona Floral, kita bisa membicarakannya. Tolong jangan tutup restoranku. Bukannya Anda


hanya ingin biaya perlindungan? Aku akan beri. Berapa banyak yang Anda inginkan?"


Nona Floral membolak-balik buku rekening. "Biaya perlindungan adalah 6000 dolar per bulan. Restoran Paman baru dibuka bulan ini, jadi aku akan beri diskon 20%. Paman bisa memberi aku 4.800 dolar."


"Nona Floral, bulan ini tersisa kurang dari lima hari lagi. Bukannya ini kebanyakan?"


"Kenapa? Apa Paman tawar-menawar denganku?"


"Tidak, aku tidak berani."


Ben segera pergi ke konter, mengambil uang, dan memberikannya kepada Nona Floral. Dia tidak berani mengatakan apa-apa lagi. Kejadian itu dilihat oleh Thomas.


Thomas tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya dengan acuh tak acuh minum bir dan memakan makanan.


Nona Floral menyimpan uangnya sebelum dia membalik buku rekening dan berkata, "Ada hal lain yang ingin aku sampaikan kepada Paman. Baru baru ini, area ini tidak begitu aman, jadi cukup merepotkan untuk dikelola. Biaya sumber daya manusianya meningkat, jadi kami harus meningkatkan biaya manajemen.

__ADS_1


"Ada dua bagian biaya manajemen. Bagian pertama adalah biaya tetap 3200 dolar setiap bulan, dan bagian kedua adalah 20% dari penjualan pertoko setiap bulannya.


"Paman harus tahu semakin besar tokonya, semakin repot kami. Semakin banyak tempat yang harus kami jaga, jadi kami mau tak mau mengambil lebih banyak."


"Ini juga menjadi penyemangat untuk Paman. Semakin banyak Paman membayar, semakin banyak yang Paman hasilkan."


Ekspresi Ben berubah pucat.


Apakah wanita itu bercanda? Setiap bulan, dia harus membayar biaya perlindungan 6000 dolar, biaya. tenaga kerja 3.200 dolar, dan harus membayar 20% dari penjualannya. Bisakah restorannya tetap menghasilkan uang?


"Nona Floral, aku baru saja membuka restoranku, jadi bisnisku tidak terlalu bagus sekarang. Anda meminta terlalu banyak uang, apa Anda bisa menguranginya sedikit?"


Nona Floral dengan dingin menatapnya. "Paman Ben, jangan terlalu tidak tahu berterima kasih. Apa Paman tahu berapa banyak biaya menajemen yang harus kami tanggung untuk Paman saat Paman menjalankan restoran di sini? Kami punya banyak sekali staf. Apa mereka tidak perlu makan?"


"Beraninya Paman membantahku? Apa Paman masih mau menjalankan restoran Paman di sini?"


"Ya, tentu saja."


"Kalau Paman mau menjalankannya, jujur dong! Bayar biaya 3200 dulu hari ini. Soal penjualan 20%, aku akan datang dan mengambilnya tepat waktu bulan depan."


Ben menundukkan kepalanya, dan dia menjadi sangat marah sampai tubuhnya gemetar. Tapi, dia tidak berani mengatakan apa-apa.


"Kenapa tidak pergi sekarang?".

__ADS_1


Ben menghela napas, berbalik, dan berjalan ke konter.


Ketika Ben sedang berjalan, Thomas mengulurkan tangan untuk menyeretnya dan duduk di sampingnya. "Paman Ben, sekarang kita sedang senang-senang minum. Kenapa Paman tiba-tiba pergi? Kemarilah, minum denganku."


Ben tampak tertekan. "Tidak, aku masih punya urusan."


"Tidak mungkin. Paman harus minum denganku."


Thomas menyeret Ben, dan dia tidak


melepaskannya. Ben tentu tahu apa yang ingin dilakukan oleh Thomas, jadi dia berbisik, "Tuan Muda, jangan ikut campur dalam hal ini. Tidak mudah menghadapi wanita ini. Kita akan mengatasinya kalau kita menahannya. Kita tidak boleh mendapat masalah."


Thomas mencibir.


"Kalau aku tidak lihat, aku tidak peduli."


"Tapi karena aku tahu soal ini, aku harus peduli."


"Paman Ben, dengarkan aku. Silakan duduk dan nikmati makanannya. Dia tidak akan bisa mengambil satu sen pun hari ini!"


Bersambung.....


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2