Sang Istri

Sang Istri
Pulang


__ADS_3

Selvi menjadi gugup. Dia jarang mengenakan gaun, terutama dengan model seperti itu. Gaun yang disiapkan Alex itu bukanlah gayanya sama sekali. Bagi Selvi sendiri, gaun itu sungguh berlebihan. Dia pun menghela nafas. Tapi dia tidak punya pilihan lain selain tetap mengenakan gaun itu.


Selvi lalu membawa gaun itu dan pergi ke dalam kamar mandi. Dia pun mulai mandi dan setelah mengenakan pakaiannya, dia lantas berjalan turun ke lantai bawah dan melihat ke sekeliling.


"Nona...." Ucap wanita yang bernama Bibi Fina tadi.


Selvi tersenyum dan berjalan ke arah ruang makan lalu duduk. Di meja makan sudah tersedia menu sarapan berupa sandwich dan juga omelette. Ada jus jeruk dan segelas air putih.


"Terima kasih Bi." Ucap Selvi.


Selvi lalu mulai sarapan dalam diam. Dia sarapan dengan cukup cepat.


"Bibi Fina, aku harus pergi sekarang dan sekali lagi terima kasih untuk sarapannya yang lezat." Ucap Selvi tersenyum ramah.


"Sama-sama Nona. Oh ya, jika Nona hendak pergi, Tuan Alex sudah menyiapkan mobil untuk anda dan sopir akan membawa anda kemana pun yang anda inginkan." Balas Bi Fina.


"Ah tidak perlu Bi. Aku bisa sendiri." Ucap Selvi menolak hal itu.

__ADS_1


"Tapi Nona, itu adalah perintah yang sudah diberikan oleh Tuan Alex kepada kami." Ucap Bibi Fina.


Selvi hanya bisa menghela napas dan terpaksa mengikuti perintah dari Alex itu karena dia tidak mau berdebat lebih panjang lagi.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Selvi.


Setelah itu, Selvi lalu berjalan keluar setelah mengambil tasnya. Sopir tampak sudah menunggu dirinya di depan rumah. Saat dia masuk ke dalam mobil dia mengatakan kepada sopir untuk membawanya ke sebuah mall.


"Hantarkan saja aku ke sebuah mall yang ada di pusat kota. Aku akan membeli sesuatu disana." Ucap Selvi.


Mobil pun langsung melaju meninggalkan kediaman Alex menuju lokasi yang diinginkan Selvi.


Beberapa saat kemudian, mobil pun berhenti di depan sebuah mall. Selvi lalu dengan cepat turun dari dalam mobil.


"Terima kasih. Kau bisa pergi sekarang." Ucap Selvi.


Selvi memang ingin meminta sopir itu untuk kembali tanpa menunggu dirinya, karena dia tidak mau sopir itu untuk membawanya pulang ke apartemennya sendiri. Setelah sopir itu setuju, Selvi dengan cepat masuk ke dalam mall.

__ADS_1


Saat dia merasa yakin bahwa sopir itu sudah pergi menjauh, dia pun berjalan ke sisi lain dari mall itu dan memanggil sebuah taksi.


"Taksi...." Teriak Selvi.


Sebuah taksi berwarna biru berhenti di depan Selvi. Dia lalu dengan cepat masuk ke dalamnya.


Selvi menyandarkan kepalanya di kursi belakang dan menutup matanya sesaat. Dia merasa lega karena sopir yang di perintahkan Alex tidak mengantar dirinya sampai tiba di apartemennya. Selvi benar-benar tidak mau Alex mengetahui dimana dia tinggal.


Beberapa saat kemudian, Selvi pun tiba di apartemennya. Dia dengan cepat masuk ke kamar mandi dan melepaskan gaun yang diberikan Alex itu. Dia memeriksa seluruh tubuhnya sekali lagi. Dia takut jika ada bekas tanda sesuatu yang ditinggalkan Alex ditubuhnya.


Setelah memeriksa setiap sudut tubuhnya, Selvi begitu merasa lega karena tidak ada yang terjadi kecuali hanya rasa sakit di bibirnya saja.


"Pria gila itu kembali mencuri ciuman dariku lagi dan dia bahkan berani menggigit bibirku." Ucap Selvi. "Dasar brengsek."


Selvi mulai menyumpahi Alex lagi dan lagi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2