
Di dalam ruangan meeting...
Alexander yang tengah mendengarkan stafnya membacakan laporan bulanan. Dia terus saja bersin beberapa kali. Semua orang yang ada di ruangan meeting melihat ke arahnya dengan tatapan khawatir.
"Tuan apa anda baik-baik saja?" Tanya Leo asistennya dengan wajah yang terlihat begitu khawatir.
"Aku baik." Balas Alex singkat.
Bos mereka tidak pernah seperti itu. Dia selalu terlihat bugar di depan semua orang. Tapi kali ini dia terus saja bersin beberapa kali.
Alex lalu memutuskan untuk berdiri dan mengatakan kepada semua orang bahwa mereka bisa melanjutkan membaca laporannya kepada Leo. Kemudian setelah itu dia pergi keluar dari ruangan meeting dan kembali ke ruangannya sendiri. Namun dia terus saja bersin beberapa kali.
'Apakah aku mengalami flu? Tapi aku tidak merasa sakit sedikit pun.' pikir Alex.
Dia kembali melanjutkan pekerjaannya yang ada di komputernya. Kemudian dia tiba-tiba merindukan Selvi.
__ADS_1
'Sial, kenapa aku terus memikirkan wanita itu.' umpat Alex.
Semalam setelah Alex menaruh tubuh Selvi di atas tempat tidurnya dan menciumnya, Alex hampir saja tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Saat tangannya menyentuh kulit Selvi, Selvi tiba-tiba menangis. Semalam Selvi memang mengalami sebuah mimpi buruk.
Alex kembali mengingat bagaimana Selvi begitu ketakutan saat dia menyentuh tubuhnya.
'Apakah dia begitu trauma dengan apa yang terjadi waktu itu?' tanya Alex dalam hati memikirkan kejadian di malam dia melakukan hal itu dengan Selvi.
Terkadang Alex merasa begitu bersalah karena sudah menyakiti Selvi. Tapi ego yang dia miliki sekali lagi menolak itu semua dan mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa Selvi pantas mendapatkan perlakuan seperti itu.
Selvi akhirnya selesai melakukan meeting dengan Dani. Dani mengatakan kepadanya bahwa ada sebuah pekerjaan yang harus dia lakukan, dan itu adalah sebuah photoshoot dari seorang model yang berasal dari sebuah perusahaan untuk majalah fashion dan model wanita yang akan melakukan photoshoot sering memberikan masalah.
Jadi Dani meminta Selvi untuk bersabar. Dani mengatakan kepadanya bahwa model itu adalah Soraya. Dia juga dirumorkan sebagai kekasih dari Alex karena dia memiliki backingan yang kuat, membuat Soraya menjadi model yang begitu keras kepala, arogan dan suka menyebabkan masalah.
Selvi sendiri sudah tahu siapa itu Soraya. Tapi dia tidak peduli siapa orang yang ada di belakang Soraya.
__ADS_1
Photoshoot itu akan dilakukan lusa. Jadi Selvi mulai mempersiapkan semuanya dan mempelajari konsep dari tema yang diajukan.
Sementara itu, Alex yang masih berada di kantornya diberitahukan oleh Leo bahwa perusahaan DK sudah menemukan seorang fotografer yang cocok untuk mereka.
"Pastikan semuanya berjalan lancar. Aku harap fotografer itu bisa bekerja sama dengan Soraya. Karena dia satu-satunya yang kita harapkan saat ini." Ucap Alex.
Setelah semua pekerjaannya selesai, Alex langsung memutuskan kembali ke villanya. Dia langsung pergi ke kamarnya dan dia melihat ke arah sisian tempat tidur di mana Selvi tertidur semalam.
Dia berjalan ke arah tempat tidur dan melihat sebuah anting yang ada di atas tempat tidur itu dan dia berpikir itu pasti milik Selvi.
"Vi...." Ucap Alex.
Dia tidak tahu kenapa tapi dia merasa bahwa dia mulai merindukan Selvi. Aroma tubuh Selvi seolah masih terasa di atas tempat tidurnya itu. Dia lalu menaruh anting itu ke dalam sakunya dan kemudian pergi ke kamar mandi.
Bersambung....
__ADS_1