
Di perusahaan milik Alexander...
"Masuklah." Ucap sebuah suara yang terdengar begitu dingin dari dalam sebuah ruangan.
Leo berjalan masuk dan memberikan sebuah USB kepada Alex.
"Apa ini?" Tanya Alex.
"Ini adalah file yang dikirimkan oleh Nona Selvi yang berhubungan dengan hasil dari photo shoot hari ini. Jika anda tidak punya masalah dengan hasilnya, itu berarti kita bisa menyerahkannya kepada bagian marketing hari ini." Ucap Leo.
"Apakah dia mengirimnya sendiri?" Tanya Alex.
"Tidak... tidak... Asistennya yang mengirimnya." Balas Leo.
Alex mengangkat alisnya. Ada rasa tidak puas yang tampak di matanya.
'Wanita sialan itu! Kenapa dia menghindari ku dengan sengaja?' pikir Alex.
Hari itu, Selvi berlari darinya di saat makan malam mereka. Leo masih berdiri di depan bosnya dan dia bisa merasakan kemarahan dalam diri Alex.
"Di mana dia? Hubungi dia dan katakan kepadanya untuk mengirim file itu sendiri. Jika dia tidak mengirim file itu sendiri sampai besok pagi, maka dia akan menghadapi konsekuensinya." Ucap Alex.
Leo lalu mengeluarkan ponselnya dan menelpon nomor Selvi. Dia memang sudah menyimpan nomor Selvi di ponselnya pada hari itu.
"Maaf, nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi. Cobalah beberapa saat lagi...." Suara operator terdengar dari telepon.
Setelah mencoba beberapa kali dan mendapat jawaban yang sama, Leo melihat ke arah bosnya dan menggelengkan kepalanya. Wajah Alex semakin tampak marah. Leo lalu pergi dari ruangan Alex dan berjalan keluar setelah dia mengatakan bahwa dia akan menghubungi pihak DK Studio.
10 menit kemudian Leo kembali lagi ke dalam ruangan milik Alex.
"Tuan, saya sudah menghubungi DK studio. Tapi mereka mengatakan bahwa Nona Selvi tengah pergi." Ucap Leo.
"Pergi?" Tanya Alex.
"Iya Tuan, mereka mengatakan bahwa Nona Selvi izin selama 4 hari sejak kemarin. Mereka tidak tahu apa alasannya dan kemana dia pergi." Ucap Leo.
Lalu ruangan itu terasa hening. Leo masih berdiri menunggu apa perintah berikutnya yang diberikan bosnya itu.
"Bagaimana dengan Dani?" Tanya Alex.
"Tuan Dani pergi liburan dengan kekasihnya." Jawab Leo.
Setelah itu, kemudian Alex memberikan tanda kepada asistennya itu untuk pergi meninggalkan ruangannya. Alex lalu mengambil USB yang diberikan Leo tadi kepadanya dan memasukkannya ke dalam laptopnya. Dia membuka file itu dan melihat beberapa foto yang indah. Dia hanya tersenyum.
'Tidak buruk.' Ucap Alex dalam hati.
Ponselnya berdering di atas meja dia melihat nama Erlan di sana. Dia pun mengangkat ponselnya.
__ADS_1
"Apa?" Ucap Alex dengan suara yang terdengar dingin.
Erlan menelan ludahnya.
'Pria ini apa dia sedang marah.' pikir Erlan.
"Alex, pesta ulang tahun Dani diadakan besok dan Ryan mengatakan bahwa Alena berencana untuk merayakan pesta ulang tahun itu di villa pribadinya dekat dengan Resort Omega. Ryan mengundang kita untuk bergabung dengan mereka." Ucap Erlan.
Tidak ada jawaban apapun dari Alex setelah Erlan menyelesaikan kalimatnya itu. Alex mendengarkan ucapan Erlan dan di dalam kepalanya, dia pun berpikir bahwa Selvi pasti ada di sana.
"Alex..." Ucap Erlan setelah beberapa saat Alex diam lalu memutuskan untuk memanggil Alex lagi.
"Aku mengerti." Ucap Alex.
Setelah itu dia pun memutuskan sambungan telepon begitu saja. Sementara itu, Erlan yang ada di seberang telepon mengumpat kesal.
"Sialan! Dia menutup telepon dariku begitu saja. Dia pasti sedang marah besar sekarang." Ucap Erlan dengan bergidik ngeri.
Alex lalu berjalan ke arah jendela, dia lalu berdiri di sana sambil merokok melihat pemandangan jalanan yang masih saja ramai dilalui kendaraan, padahal hari tengah begitu terik.
Sementara itu di sisi lain Selvi tengah melakukan diving di lautan yang biru dengan sebuah kamera di tangannya. Dia tampak begitu sibuk mengambil gambar hewan laut yang ada di dalam sana. Sementara Alena dan Dani berada di atas kapal.
Mereka saat ini tengah berada di tengah laut dengan kapal mereka.
Tidak lama setelah itu, Selvi keluar dari dalam air dan berenang mendekat ke arah kapal. Dia pun naik ke atas kapal. Tampak seorang pria mendekat ke arahnya dan memberikannya handuk.
"Dengan senang hati." Balas Roy.
Roy itu adalah seorang pria yang merupakan model dan publik figur ternama. Dia juga merupakan teman Selvi. Dia seharusnya datang hari sabtu tapi dia merubah rencananya di malam selasa karena dia juga diundang menghadiri pesta ulang tahun Dani.
Mereka pun pergi bersama ke villa milik Alena. Mereka menaiki sebuah kapal pesiar dan berenang dan juga melakukan diving di laut.
"Aku akan mengganti pakaianku lebih dulu." Ucap Selvi.
Selvi lalu berjalan ke arah kabin.
Setengah jam kemudian, Selvi keluar dengan mengenakan sebuah kaos oblong dengan celana pendek.
"Jadi besok kita akan merayakan ulang tahunmu di bar baru milikmu?" Tanya Selvi kepada Dani.
Dani mengangkat gelas minumannya.
"Yup." Balas Dani.
"Itu akan menjadi sebagai pembukaan bar baru oleh Dani dan temannya Jack." Ucap Alena.
Selvi menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Oke." Ucap Selvi.
Roy lalu memberikan Selvi segelas minuman dingin.
"Terima kasih." Ucap Selvi.
Roy berjalan masuk ke dalam kapal.
"Jadi siapa Jack itu? Kenapa namanya terdengar familiar ya?" Tanya Selvi pada Alena seraya melihat ke arah Alena dan Dani.
Alena pun tersenyum.
"Tidak mungkin. Apakah dia Jack yang itu? Jack Wirawan?" Tanya Selvi lagi.
Alena mengangguk. Hal itu membuat Selvi lantas menutup mulutnya dengan tangannya.
"Oh ya Tuhan." Ucap Selvi.
Jack Wirawan adalah teman kelas mereka saat masih berada di bangku sekolah dulu. Selvi memang menyukainya. Tapi sayangnya pria itu sudah memiliki kekasih jadi dia hanya bisa mengagumi Jack dari jauh.
Roy yang baru saja kembali dari dalam kapal, mendengar semua pembicaraan mereka. Dia lalu menaruh sebuah piring berisi snack di atas meja dan mengambil posisi duduk di samping Selvi.
Melihat wajah Selvi yang merona, dia pun bertanya.
"Jadi, cinta pertamamu itu namanya adalah Jack?" Tanya Roy.
"Apa yang kau bicarakan?" Tanya Selvi seraya menatap Roy.
Roy lalu melihat ke arah Selvi dengan serius dan bertanya lagi.
"Jadi kau pikir siapa yang lebih tampan di antara kami berdua?" Tanya Roy lagi.
Selvi menjadi bingung saat dia mendengar pertanyaan Roy .
'Apa yang salah dengan pria ini?' pikir Selvi...
Alena hampir saja tersedak saat mendengar pertanyaan itu. Dia melihat ke arah Roy dan Selvi.
'Ada sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua.' pikir Alena.
Roy melihat ke arah Selvi lagi dan bertanya kepadanya lagi.
"Apa kau masih menyukainya?" Tanya Roy lagi.
"Roy apa yang kau bicarakan?" Tanya Selvi kepada Roy dan mengalihkan pandangannya ke sisi lain.
Alena tersenyum. Setelah itu, mereka pun tidak membicarakan hal itu lagi.
__ADS_1
Bersambung....