
"Alexander David, apa kau mencintaiku?" Ucap Selvi.
Melihat Alex tidak menjawab pertanyaannya, Selvi kembali bicara.
"Lihat, kau tidak mencintai aku dan aku juga seperti itu. Jadi kenapa kita harus menikah?" Ucap Selvi. "Aku tidak tahu kenapa kau mau menikah denganku, padahal kau sendiri yang sudah menolak ku sejak saat itu. Jika kau mau menikah denganku hanya untuk membalaskan dendam, aku sudah membayarnya." Ucap Selvi.
Alex merasa hatinya terluka saat dia mendengar Selvi mengatakan hal itu.
"Sekarang bisakah kau keluar dari kamarku? Aku harus mengemasi barang-barang ku." Ucap Selvi.
Alex melihat kearah Selvi dan berkata, "bahkan walaupun kau kembali sekarang, kau tidak akan bisa menolongnya."
Tiba-tiba sel Selvi menyadari sesuatu. Dia melihat ke arah Alexander.
"Apakah itu perbuatan mu?" Ucap Selvi.
"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Alex.
"Alexander kau brengsek. Masalah ini antara kita dan tidak ada hubungannya dengan Alena." Ucap Selvi.
"Jika kau mau menyelamatkan dia, kau lebih baik patuh dan temani aku ke sebuah acara malam ini." Balas Alex.
"Kau....." Ucap Selvi.
__ADS_1
Alexander berjalan mendekat ke arah Selvi dan berkata, "aku akan menjemputmu nanti. Jangan mencoba untuk kabur."
Setelah itu Alex berjalan keluar dari kamar Selvi.
Selvi lalu menutup pintu dengan keras. Dia lalu pergi ke kamar mandi setelah itu mengganti pakaiannya dengan mengenakan celana jeans dan sebuah hoodie dan saat dia membuka pintu, dia melihat dua orang pria berdiri di depan pintu.
Para pria itu adalah orang suruhan Alexander.
"Saya minta maaf Nona, tapi anda tidak diizinkan untuk pergi." Ucap seorang pria itu.
"Tapi aku ingin makan siang." Ucap Selvi.
"Tuan Alex sudah memesan makan siang untuk anda. Anda hanya harus menunggu beberapa menit di dalam kamar anda." Balas pria itu lagi.
"Tidak, aku suka untuk makan di restoran." Ucap Selvi.
Merasa tidak berdaya melawan mereka, Selvi kembali menutup pintu kamarnya.
Setelah beberapa saat, Selvi terlihat kebingungan saat dia tidak menemukan pasport nya.
'Di mana pasport itu? Apakah aku kehilangan pasport itu semalam? Tapi tidak mungkin.' Ucap Selvi dalam hati.
Dia mengingat dengan jelas bahwa dia menaruh pasport nya di dalam tasnya. Dia mencoba mengingat semuanya dan dia tiba-tiba mengingat sebelumnya saat Alex berjalan keluar dan dia memegang sesuatu.
__ADS_1
'Pria itu, dia pasti orang yang mengambilnya.' Ucap Selvi dalam hati.
Selvi duduk di tempat tidurnya dan dia mencoba menenangkan dirinya sendiri.
...----------------...
Alex berjalan masuk dengan Selvi ke dalam acara itu. Mereka berdua terlihat menakjubkan. Mereka terlihat serasi bersama dan itu membuat orang-orang yang hadir di acara itu terpesona melihat mereka. Alexander memegang tangan Selvi dengan erat. Selvi melihat sekeliling dan melihat ada banyak mata yang melihat ke arah mereka, hal itu membuat dia merasa sedikit malu.
"Bukankah itu Tuan Alexander?"
"Siapa wanita yang di sampingnya itu?"
"Dia terlihat sangat cantik ya."
"Tidak diragukan lagi."
"Dia terlihat sempurna bersama dengan Tuan Alexander."
"Aku begitu terpesona melihat mereka, tapi aku berpikir siapa wanita itu?"
Para tamu mulai membicarakan mereka berdua.
Alex dan Selvi berjalan ke arah meja mereka. Pesta itu di adakan oleh salah seorang partner bisnis Alex.
__ADS_1
Seorang wanita bernama Lisa yang berdebat dengan Selvi di bar waktu itu melihat ke arah mereka dengan wajah penuh kemarahan.
Bersambung...