Sang Istri

Sang Istri
Kondisi Opa David


__ADS_3

Awalnya saat dia melihat Alex berjalan masuk ke area pesta, dia merasa begitu senang. Tapi saat matanya melihat seorang wanita di samping Alex, hatinya dipenuhi kemarahan dan kecemburuan. Terutama saat dia melihat bagaimana Alexander memegang tangan wanita itu dan Alex juga terlihat begitu protektif terhadap wanita itu.


'Wanita itu! Kenapa dia terlihat familiar. Bukankah dia wanita yang sama yang aku temui di bar malam itu? Sial, siapa sebenarnya wanita itu? Bagaimana dia bisa bersama dengan Alexander?' Ucap Lisa dalam hati.


Lisa melihat ke arah wajah Selvi dan merasa lebih marah dan juga penasaran. Dia mengingat sesuatu. Kemudian dia lalu membuka ponselnya dan mencari dalam filenya. Dia akhirnya melihat dan mengklik foto itu, sebuah foto yang dikirimkan oleh asistennya. Tidak diragukan lagi Selvi adalah orang yang mengambil pekerjaannya juga.


Sementara itu di meja Selvi, dia tengah menikmati makanan yang ada di atas meja. Dia tidak peduli dengan apapun di sekelilingnya. Tugasnya hanya menemani Alexander di acara itu agar Alex tidak mengganggu usaha Alena lagi.


Host di acara itu sudah naik di atas panggung dan setelah berbicara beberapa saat, pesta pun dimulai. Namun lebih dulu mereka melakukan acara pelelangan. Alexander melihat ke arah Selvi dan tidak marah sama sekali. Malah ada senyuman di bibirnya saat dia melihat Selvi yang menikmati makanannya.


Selvi memang seperti itu. Dia selalu suka makan. Saat Alex melihat sebuah kalung di acara lelang itu, dia menelpon Leo dan berbisik sesuatu di telinganya. Setelah lelang berakhir, pesta pun di mulai.


Alexander berdiri dan berjalan ke arah ruangan lain. Beberapa pebisnis datang dan bicara dengan Alex termasuk host acara itu. Selvi pergi ke kamar mandi. Dia tidak suka mendengar hal tentang bisnis.


Saat dia kembali dari kamar mandi, dia melihat Alex dikelilingi oleh beberapa pria. Melihat Alex sibuk, Selvi pun melihat ke sekeliling ruangan itu untuk mencari tempat sunyi bagi dirinya sendiri. Selvi lalu mengambil kesempatan untuk bisa kabur dari sana.


Beberapa saat kemudian, Alex menyadari bahwa Selvi tidak ada disana. Dia mulai mencari dimana keberadaan Selvi. Tapi dia lebih dulu bertemu dengan Lisa.


"Hei Alex..." Sapa Lisa.


"Lisa, kau disini?" Ucap Alex.

__ADS_1


Alex dan Lisa memang saling mengenal. Lisa sudah menyukai Alexander sejak lama, tapi Alex selalu menganggap Lisa sebagai adiknya saja.


"Iya. Aku senang sekali bertemu denganmu. Apa kau punya waktu luang? Aku ingin mengajakmu pergi ke klub un...."


"Maafkan aku Lisa, tapi aku ada urusan penting. Sampai bertemu lain kali." Ucap Alex memotong Ucapan Lisa.


Alex lalu pergi untuk kembali mencari Selvi. Dia juga menghubungi Leo memintanya untuk mencari Selvi. Setelah beberapa saat, Alex menyadari bahwa Selvi ternyata sudah kabur darinya. Hal itu membuat Alex menjadi murka.


...----------------...


Keesokan harinya, Selvi sudah kembali ke apartemennya. Alex terus saja menghubunginya, tapi dia tidak pernah mau menjawab panggilan dari Alex itu.


Alex benar-benar marah dan murka. Dia tidak tahu bagaimana lagi caranya untuk membuat Selvi agar mau menikah dengannya. Setiap usaha yang dia lakukan tidak bisa membuat Selvi luluh dan setuju untuk menikah dengannya.


"Apa Alex masih mengganggu mu?" Tanya Alena.


"Pria itu tidak akan pernah berhenti untuk menggangguku." Jawab Selvi.


Saat Selvi tengah makan siang dengan Alena, dia mendapat sebuah panggilan telepon dari Om James yang mengatakan bahwa Opa David masuk ke rumah sakit karena kesehatannya yang menurun.


Selvi lantas dengan cepat menuju rumah sakit. Sementara Alexander tidak bisa dihubungi karena tengah berada di luar kota dan tengah melakukan meeting penting.

__ADS_1


Tiba di rumah sakit, Selvi langsung masuk ke dalam ruang perawatan Opa David.


Dokter mengatakan bahwa kondisi Opa David sudah stabil saat ini. Tapi kondisinya masih harus terus dipantau. Hal itu membuat Selvi merasa sangat sedih.


"Opa..." Ucap Selvi.


Opa David hanya tersenyum melihat kedatangan Selvi.


"Lihatlah, Opa sudah semakin tua, dan bisa jadi usia Opa tidak akan lama lagi di dunia ini. Tapi satu-satunya keinginan Opa belum juga terpenuhi." Ucap Opa David.


"Opa bicara apa sih." Balas Selvi yang merasa bersalah.


Selvi tahu benar apa yang dimaksud oleh Opa David. Keinginan yang dimaksud Opa David adalah untuk melihat cucu-cucunya menikah.


"Opa pasti akan sehat dan panjang umur." Ucap Selvi.


Opa David hanya tersenyum mendengarkan Ucapan Selvi.


Setelah beberapa saat berada di rumah sakit, Selvi akhirnya harus kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya dan dia berjanji akan kembali mengunjungi Opa David setelah pekerjaannya selesai.


Sepanjang perjalanan, Selvi terus memikirkan kondisi kesehatan Opa David. Dia pun juga berpikir, apakah dia akan mengabulkan keinginan Opa David untuk segera menikah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2