
Selvi kembali ke apartemennya. Dia melihat Alena ada di sana. Alena tengah menangis di sofa. Selvi lalu menaruh tasnya dan memeluk Alena.
"Alena apa yang terjadi?" Tanya Selvi.
"Vi..." Ucap Alena membalas pelukan Selvi. "Dani..."
"Ada apa dengan Dani? Bukankah kalian berdua pergi mencoba gaun pernikahan kalian?" Ucap Selvi.
"Kami memang melakukannya, tapi seorang wanita datang dan mengatakan bahwa dia adalah kekasih Dani." Ucap Alena.
"Apa?" Selvi begitu terkejut.
Selama ini, yang dia tahu Dani tidak pernah menyukai wanita lain selain Alena. Dia adalah pria yang setia. Sejak mereka berkencan, Dani tidak pernah menatap wanita lain dan hanya satu wanita yang dekat dengan Dani selain Alena, yaitu Selvi sendiri.
"Vi, aku menanyakan kepadanya dan dia berkata bahwa dia tidak mengenal wanita itu."
"Kalau begitu, kau harus mencoba untuk percaya kepadanya." Balas Selvi.
"Tapi wanita itu mengatakan bahwa dia tidur dengannya." Ucap Alena.
__ADS_1
"Apa?"
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu apartemen Selvi.
Selvi lantas berdiri dan membuka pintunya. Dia melihat Dani yang berdiri di sana. Dani dengan cepat berjalan masuk dan pergi ke arah Alena.
"Apa yang kau lakukan di sini? Pergilah."
Dani memeluk Alena, karena hatinya merasa terluka saat dia melihat wanita yang dicintainya menangis seperti itu. Mereka telah mempersiapkan pernikahan mereka dan semua ini terjadi.
"Sayang percaya kepadaku. Aku tidak melakukan hal itu. Aku mengakui bahwa aku melihatnya di pesta saat aku pergi ke kota H. Tapi aku tidak melakukan apapun kepadanya. Dia mencoba untuk mendekatiku, tapi aku mengabaikannya." Ucap Dani.
"Kau bilang bahwa kau tidak mengenalnya dan sekarang kau mengatakan kau bertemu dengannya di pesta. Lalu ucapan mana yang benar dari ucapan mu itu?" Ucap Alena.
"Kau pembohong. Dia adalah selingkuhan mu." Ucap Alena mendorong Dani menjauh.
Tapi Dani menarik Alena ke dalam pelukannya. Alena memukul dada Dani lagi dan lagi. Dani melihat ke arah Selvi memohon pertolongan. Selvi memijit keningnya saat dia melihat mereka.
"Lena, tenangkan dirimu. Biarkan kita mendengar apa yang Dani katakan lebih dulu." Ucap Selvi.
__ADS_1
Selvi lalu melihat ke arah Dani.
"Dan, duduklah lebih dulu. Katakan kepada kami apa yang terjadi."
Dani mulai mengatakan kepada mereka semuanya. Pada saat dia pergi ke kota H, dia pergi ke sebuah pesta bersama dengan beberapa temannya. Mereka minum di sana. Ada beberapa orang wanita mendekat dan menggoda mereka, tapi Dani tidak menghiraukan mereka.
Seorang wanita datang dan mencoba untuk menggodanya. Dani sedikit mabuk, jadi dia menutup matanya dan tidak menghiraukan wanita itu. Tapi dia bersumpah bahwa dia tidak membawa wanita itu kembali bersamanya. Dia tidak melakukan apapun kepadanya.
Saat dia bangun tidur, dia menemukan jamnya menghilang. Dia tidak tahu kenapa wanita itu tiba-tiba muncul dan menargetkan dirinya.
"Lena mungkin tidak terjadi sesuatu diantara mereka. Kau tahu Dani yang terbaik. Kau tahu pria seperti apa dia." Ucap Selvi kemudian Alena melihat ke arah Dani.
"Apakah kau mengetahui nomornya? Bagaimana kalau kita bertanya kepadanya dan membuatnya mengaku. Mungkin ada kesalahpahaman atau seseorang mencoba untuk menjebak mu." Ucap Selvi lagi.
"Mendengar mu mengatakan hal ini, aku tiba-tiba mengingat bahwa wanita itu terlihat sedikit aneh. Sikapnya sedikit mencurigakan waktu itu. Tunggu dulu..." Ucap Dani.
Dani lalu mengeluarkan ponselnya dan mengeluarkan sebuah kertas kecil. Ada sebuah nomor di sana. Dani menelpon nomor itu dan mulai mencari tahu semuanya.
Setelah beberapa saat, Dani menutup sambungan telepon. Dia mengangguk ke arah Selvi. Dia melihat ke arah Alena dan mengusap air mata Alena.
__ADS_1
"Aku minta maaf sayang." Ucap Dani.
Bersambung...