
Setelah menemui Opa David, Alex langsung beranjak pergi menuju apartemen Selvi. Dia ingin bicara serius dengan Selvi. Kali ini dia ingin mengatakan semua yang dia rasakan pada Selvi.
Selvi yang tengah memasak untuk makan malam bergegas menuju pintu apartemennya saat suara bel berbunyi.
Selvi membuka pintu dan mendapati Alex yang berdiri diam disana.
"Alex...!" Ucap Selvi.
"Boleh aku masuk?" Tanya Alex.
"Kalaupun aku bilang tidak kau pasti akan tetap masuk bukan? Jadi silahkan saja." Balas Selvi.
Alex lalu masuk ke dalam apartemen Selvi, kemudian Selvi mengikuti dirinya dari belakang setelah menutup pintu lebih dulu.
Alex langsung duduk di sofa sementara Selvi masih berdiri menatap dirinya.
"Ada apa?" Tanya Selvi tanpa basa-basi.
"Setidaknya ayo kau duduk dulu baru kita bicara." Ucap Alex.
__ADS_1
"Jika kau mau bicara tentang hal yang serius, maka kau harus menunggu lebih dulu, karena aku sedang memasak. Setelah memasak, aku baru bisa bicara denganmu." Ucap Selvi lalu langsung beralih ke arah dapur.
Selvi kemudian melanjutkan memasak untuk makan malam.
Butuh waktu 15 menit baginya untuk selesai memasak. Setelah itu, dia pun menyajikan makan malam di atas meja makan. Pada awalnya Selvi ingin langsung bicara dengan Alex, tapi karena dia merasa kelaparan, jadi dia pun memutuskan untuk makan lebih dulu. Namun dia memutuskan untuk pergi ke ruang tamu untuk memanggil Alex.
"Kita bicaranya nanti saja. Aku lapar sekali. Jika kau mau makan, ayo ikut denganku." Ucap Selvi langsung berbalik pergi ke arah ruang makan.
Alex pun mengikuti Selvi pergi ke ruang makan. Mereka duduk berhadapan dan mulai makan dalam diam. Suasananya terasa canggung karena satupun dari mereka berdua tidak ada yang bicara.
Setelah makan malam selesai, Selvi beralih ke arah wastafel untuk mencuci piring dan yang lainnya. Kemudian setelah itu dia beranjak pergi ke ruang tamu dan duduk berhadapan dengan Alex yang dari tadi menunggu dirinya disana.
"Sekarang katakan kepadaku apa ingin kau bicarakan denganku." Ucap Selvi secara langsung.
"Selvi menikahlah denganku." Ucap Alex.
Mendengar ucapan Alex, Selvi terlihat menghela napas panjang.
"Bukankah sudah aku katakan kepadamu sebelumnya bahwa aku tidak mau menikah denganmu. Kau sudah pernah menolak aku untuk menjadi istrimu di masa lalu dan sekarang kenapa kau malah ingin menikah dengan ku?" Tanya Selvi dengan raut wajah bingung.
__ADS_1
Alex berdiri lalu mendekat kearah Selvi kemudian duduk disampingnya. Hal itu membuat Selvi terkejut, dia hendak bangun dari duduknya. Namun Alex menariknya dan membuatnya duduk disampingnya. Alex lalu memegang tangan Selvi dengan erat dan memandang matanya dengan penuh arti.
"Aku akui bahwa dulu aku memang menolak pernikahan denganmu karena aku tidak suka suka dipaksa dan aku juga belum menyukai dirimu." Ucap Alex serius.
Mendengar ucapan Alex kening Selvi mengkerut.
'Apa maksud dari ucapannya itu? Apa berarti dia sudah menyukaiku sekarang?' tanya Selvi dalam hati.
"Aku tahu kau pasti bertanya-tanya kenapa aku mau menikahi mu sekarang. Jujur saja itu semua sulit untuk aku ungkapkan. Aku adalah orang yang gengsian dan sulit menerima perasaanku sendiri. Pertama kali aku melihatmu dulu, aku tidak terlalu menyukai mu. Namun sejak hari dimana kita tidak sengaja melakukan hubungan itu, aku mulai terus memikirkan mu. Aku merasa bersalah karena tindakan ku itu dan mulai saat itu dan seterusnya aku mulai sering melihatmu dan hal itu membuat hatiku merasakan suatu perasaan yang aku sendiri bingung akan hal itu. Aku ragu untuk mengakui bahwa perasaan yang aku miliki itu ternyata suka. Ternyata pada akhirnya aku menyadari bahwa aku memang menyukai dirimu dan aku mulai bersikap posesif kepadamu. Aku tidak suka kau tersenyum kepada pria lain. Aku tidak suka kau hangout dengan pria lain. Aku ingin kau tersenyum padaku. Aku ingin kau bahagia bersama ku dan bukannya bahagia bersama orang lain. Tapi semua yang aku lakukan malah sebaliknya dan itu malah membuatmu semakin terluka. Aku benar-benar minta maaf Selvi dan sekali lagi aku katakan, aku ingin kau menikah denganku." Ujar Alex panjang lebar.
Selvi terdiam dan ia tidak tahu harus mengatakan apa.
"Tapi...." Ucap Selvi.
Namun sebelum Selvi bisa menyelesaikan kalimatnya Alex udah menciumnya lebih dulu.
Beberapa saat kemudian, Alex melepaskan ciumannya dan mendekatkan dahinya dengan dahi Selvi.
"Kumohon Selvi, jangan tolak aku. Aku tidak menerima jawaban 'tidak' darimu. Aku akan terus mengejar mu karena aku sudah jatuh cinta kepadamu. Aku mencintaimu Selvi." Ucap Alex akhirnya berani mengeluarkan kalimat itu dari dalam mulutnya.
__ADS_1
"Apa?" Ucap Selvi terkejut.
Bersambung....