
"Cucuku yang cantik, Opa benar-benar tidak berbohong kepadamu. Cucu dari sahabat Opa itu sangat tampan dan dia juga seorang dokter. Opa memutuskan untuk memperkenalkan mu dengannya Opa akan memperkenalkan mu kepadanya." Ucap Opa David.
"Opa... Opa mulai lagi. Opa, sudah berapa kali aku harus menghadiri kencan buta yang Opa atur untukku. Bukankah itu sudah 6 bulan yang lalu Opa berjanji kepadaku bahwa itu adalah terakhir kalinya." Ucap Selvi berpura-pura tampak sedih.
"Kau benar Selvi. Tapi kau juga berjanji bahwa kau akan membawa kekasihmu dan memperkenalkannya kepada Opa. Di mana dia sekarang? Kau begitu sibuk bekerja sepanjang waktu. Berapa usiamu sekarang dan bagaimana Opa akan menghadapi Oma mu suatu hari nanti? Opa gagal untuk membuatmu berkencan dengan seorang pria." Ucap Opa David.
Kemudian mata Opa David melihat ke arah Alex.
"Jika saja si badjingan itu menghargai mu terakhir kali." Ucap Opa David.
Alex hanya melihat ke arah mereka. Dia tahu jika sampai sekarang bahwa Opa David masih marah kepadanya. Selvi lantas mengusap tangan Opa David dengan lembut.
"Opa jangan khawatir. Aku akan membawa kekasihku kemari. Apa Opa tahu, ada banyak pria yang menyukai diriku. Jadi Opa jangan khawatir seperti itu." Ucap Selvi.
__ADS_1
Mata Opa David pun tampak berbinar.
"Benarkah? Kalau begitu kau harus membawa satu orang dan membiarkan Opa melihat orang itu." Ucap Opa David.
Om James pun tertawa.
"Papa, Selvi kita itu sangat cantik. Tentu saja pasti ada banyak pria yang menyukai dirinya." Ucap Om James.
"Baiklah. Opa mempercayaimu tapi tentang cucu dari sahabat Opa itu, Opa tetap bersikeras untuk memperkenalkan mu dengannya. Jadi kau bisa punya banyak pilihan." Ucap Opa David.
Pelayan datang dan mengatakan bahwa makan malam sudah siap. Mereka semua lalu pergi ke meja makan. Mereka semua menyantap makanan dengan bahagia. Mereka semua pun bercanda saat makan malam dan hanya Alex sendirian yang tidak mengatakan apapun dengan wajahnya yang tampak muram.
Opa David sebenarnya secara diam-diam melihat perubahan di wajah Alex saat mereka membicarakan tentang perjodohan Selvi di hadapan dirinya. Dia tidak percaya bahwa Alex tidak akan jatuh cinta dengan Selvi.
__ADS_1
Selvi begitu cantik sekarang.
Di masa lalu Selvi juga sangat cantik. Tapi dia selalu menutupi kecantikannya itu dengan kacamata tebal dan pakaian longgar. Tapi dia sudah berubah sekarang. Dia jauh lebih fashionable dan dia bahkan tidak menggunakan kacamata tebalnya lagi.
Opa David melihat ke arah Selvi dan berkata, "Selvi, jika kau butuh bantuan, kau bisa menghubungi kakakmu." Ucap Opa David.
Selvi tampak bingung, kemudian Opa David melihat ke arah Alex.
"Sejak kau menolak pertunangan dengannya dan Opa sudah menganggap Selvi sebagai cucu Opa sendiri, maka mulai sekarang kau adalah kakak dari Selvi." Ucap Opa David.
Alex hanya mengangguk, tapi wajahnya tampak begitu sedih. Pikiran dan hatinya sebenarnya menolak tentang hal itu. Selvi sudah pernah tidur dengannya dan melakukan hubungan itu, bagaimana dia bisa membuat Selvi menjadi adiknya.
Setelah makan malam, Opa David pergi ke kamarnya dan Selvi juga meninggalkan rumah itu. Opa David meminta seorang sopir untuk mengantarnya pulang. Saat dia hendak masuk ke dalam mobil, tangannya ditarik oleh seseorang. Dan saat dia berbalik untuk melihat siapa yang menariknya, dia pun melihat bahwa itu adalah Alex yang kemudian menariknya masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Bersambung....