Sang Istri

Sang Istri
Cinta Atau Tidak


__ADS_3

Di dalam ruangan meeting di perusahaan Alexander....


"Laporkan semua progres dari pekerjaan kalian sekarang." Ucap Alexander memerintahkan staf yang ada di perusahaannya.


Setelah mengatakan hal itu, satu persatu para stafnya mulai melaporkan pekerjaan mereka. Alexander melihat ke arah staf dari departemen finansial. Kemudian tatapannya beralih ke departemen lainnya. Tidak ada senyuman sedikitpun di wajahnya.


Seseorang bisa dengan mudah merasa terintimidasi oleh Alex saat dia tidak tersenyum. Semua orang menjadi ketakutan. Mereka menyadari bahwa Bos mereka terlihat sangat kesal sekarang. Tentu saja semua manajer dari berbagai departemen bisa saja akan dipecat.


Setelah 2 jam kemudian, meeting akhirnya selesai. Alex berjalan keluar dari ruangan meeting diikuti oleh Leo.


Leo melihat ke arah punggung bosnya itu. Leo pun berpikir apa yang membuat bosnya marah. Leo mencoba memikirkan semua kemungkinannya. Tiba-tiba dia mengingat tentang Selvi.


'Apakah ini ada hubungannya dengan Nona Selvi?' tanya Leo dalam hati.


Kelihatannya perasaan bosnya tidak baik selama beberapa hari ini sejak terakhir kali bosnya makan malam dengan Selvi. Alex duduk di kursinya dan Leo juga sudah kembali ke tempatnya. Alex menggerakkan jarinya di meja, sementara tangan lainnya memegang ponselnya. Dia membuka ponselnya dan melihat tidak ada pesan sama sekali dari Selvi. Wajah Alex semakin muram saat dia melihat hal itu.


'Jadi dia tidak setuju menikah denganku?' pikir Alex.


Alex pikir, Selvi akan menghubungi dirinya saat pikirannya sudah jernih. Tapi ini sudah lebih dari 4 hari dan tidak ada pesan sama sekali dari Selvi.

__ADS_1


Sementara itu di sisi lain, Selvi tengah pergi ke luar negeri. Sebenarnya 2 hari setelah malam itu, Selvi menerima undangan dari temannya untuk melakukan photo shoot. Dia berpikir bahwa itu juga sebuah kesempatan bagi dirinya untuk pergi liburan. Selvi berpikir, mungkin setelah liburan, dia akan menjadi lebih baik.


Kapanpun Selvi merasa tidak senang, dia akan pergi travelling. Dia juga mematikan ponselnya setelah mengatakan hal itu kepada Alena.


Alena sudah terbiasa dengan sikap Selvi yang seperti itu. Jadi Alena tidak mau menanyakan apapun jika Selvi tidak mau mengatakan apapun kepadanya.


...----------------...


Alex menahan amarahnya saat Leo mengatakan kepadanya bahwa Selvi tidak ada di negara ini. Alex meminta anak buahnya untuk menemukan Selvi. Mereka hanya tahu bahwa Selvi terbang ke negara T, tapi mereka tidak tahu di mana keberadaan Selvi.


'Wanita itu! Dia sebenarnya sudah pergi ke luar negeri. Beraninya dia. Kelihatannya dia belum diberikan sebuah pelajaran.' Ucap Alex dalam hati.


Opa David tersenyum mendengarkan informasi yang diberikan oleh pelayannya.


"Tuan Besar, Tuan Muda kelihatan sangat marah saat Nona Selvi menolak untuk menikah dengannya dan sekarang dia mencoba untuk menemukan Nona Selvi. Tapi Nona Selvi sudah terbang ke luar negeri dan tidak ada yang tahu di mana keberadaannya. Tuan Muda sangat marah karena dia tidak bisa menemukan Nona Selvi." Ucap pelayan kepada Opa David.


"Dia yang melakukan semua itu sendiri. Dialah orang yang mendorong Selvi pergi menjauh." Ucap Opa David.


"Apa Anda ingin membantu Tuan Muda?" Tanya pelayan itu.

__ADS_1


Opa David menggelengkan kepalanya.


"Tidak." Balasnya singkat.


Sementara itu di tempat lain, Alex tengah minum bersama dengan Erlan dan yang lainnya di sebuah bar. Wajah Alex tampak dingin seperti es. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi. Mereka semua penasaran, tapi mereka tidak berani bertanya kepadanya.


Alex kembali memikirkan percakapan terakhir kalinya dengan Opanya pada minggu lalu. Opa David meminta kepadanya untuk menjauh dari Selvi jika dia tidak mau menikahi Selvi. Opa David tidak mau Alex menyakiti Selvi.


Opa David bertanya apakah Alex mencintai Selvi atau tidak. Alex mengatakan dia tidak tahu apa perasaannya terhadap Selvi. Mungkin Opa David melihat tanda merah di leher Selvi atau luka di bibirnya. Alex juga memikirkan jika Opanya tahu tentang apa yang terjadi 4 tahun yang lalu.


'Jika Opa tahu apakah Opa akan pingsan?' pikir Alex.


Alex tidak berani membayangkan semua itu. Kesehatan Opa David tidak terlalu baik akhir-akhir ini. Dokter Opa David mengatakan kepadanya tentang situasi Opa David yang tidak stabil.


Alex sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya terhadap Selvi. Apakah dia mencintai Selvi atau tidak. Dia hanya merasa dia tidak suka melihat Selvi dekat dengan pria lain. Dia tidak suka Selvi tersenyum kepada orang lain. Dia tidak suka Opa David mencari pasangan untuk Selvi.


Bagi Alex, Selvi adalah sebuah anugerah, entah dia cinta atau tidak kepadanya. Selvi sudah hadir dalam hidupnya sejak 4 tahun yang lalu. Itulah kenapa dia mengatakan kepada Selvi bahwa dia ingin menikah. Tapi wanita itu, dia malah menolak dirinya dan pergi ke luar negeri. Alex berpikir bahwa mungkin dia akan mengambil tindakan untuk memaksa Selvi lagi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2