
Selvi tengah sibuk dengan pekerjaannya. Dia tengah mengambil foto dari model untuk sebuah majalah saat ponselnya berdering. Namun dia tidak mendengar suara ponselnya.
2 jam kemudian dia menyelesaikan pekerjaannya. Dia kembali ke mejanya dan ada seorang asisten yang ditunjuk oleh temannya untuk membantunya membereskan semua perlengkapannya. Dia duduk dan mulai melihat ke laptopnya.
Ponselnya kembali berdering lagi. Dia mengambil ponselnya dari dalam tasnya dan melihat itu adalah panggilan dari Ferry.
Ferry adalah teman yang mengundang dirinya untuk melakukan pekerjaan itu.
"Hai Ferry..." Ucap Selvi.
"Apa kau sudah selesai?" Tanya Ferry.
"Iya, ada apa?" Tanya Selvi.
"Ada pesta kecil dengan beberapa teman lama. Aku akan menjemputmu jam 07.00." Ucap Ferry.
"Apakah aku harus pergi?" Tanya Selvi.
"Kenapa? Tentu saja kau harus ikut. Mereka sangat senang saat mereka mendengar bahwa kau ada di sini." Ucap Ferry.
"Baiklah kalau begitu aku akan menunggumu jam 07.00 di hotel ku." Ucap Selvi.
Setelah Selvi mengakhiri panggilan itu, dia lalu men-scroll ponselnya melihat pesan dan beberapa pesan itu berasal dari Alena.
__ADS_1
Alena bertanya tentang kapan dia akan kembali. Dia juga mengatakan bahwa Alex mencari dirinya dan Alex juga terlihat kesal.
Selvi lantas dengan cepat membalas pesan dari Alena itu, bahwa dia akan kembali satu minggu lagi. Dia masih ingin traveling ke beberapa tempat lebih dulu.
Dia tidak tahu kenapa Alex ingin menikahinya sekarang, padahal Alex sudah menolaknya 4 tahun yang lalu. Apakah Alex merasa bersalah atau itu hanya rasa egois atau karena kebanggaannya saja. Selvi benar-benar tidak mau setuju dengan begitu mudah.
Dia perlu memikirkan semuanya beberapa saat. Dia tidak mau hidupnya seperti hidup mamanya. Papanya dulu meninggalkan mamanya karena papanya tidak mencintai mamanya.
Setelah membalas pesan Alena, Selvi membereskan barang-barangnya dan kembali ke hotelnya. Dia mengambil beberapa waktu untuk istirahat dan kemudian bersiap untuk pesta kecil itu.
Selvi menatap dirinya sendiri di cermin. Saat Ferry tiba, Ferry melihat Selvi dari atas ke bawah dan bersiul.
"Beb, kau terlihat begitu sempurna." Ucap Ferry.
"Tidak, kau memang sempurna." Ucap Ferry.
Selvi mengenakan sebuah dress mini dengan rambutnya yang diikat tinggi dan menggunakan sebuah jepitan rambut mutiara. Dia juga mengenakan make up sederhana. Setelah menyelesaikan ucapannya, Ferry dengan cepat menarik Selvi keluar dari dalam hotel.
Mereka berdua masuk ke dalam lamborghini kuning milik Ferry.
Ferry adalah teman Selvi dari luar negeri. Dia memiliki model agensi. Dia selalu ingin Selvi menjadi modelnya, tapi Selvi selalu menolaknya. Dia juga mengenal Alena. Baik Alena dan Selvi, pernah bekerja sama di bawah agensi model milik Ferry.
Beberapa saat kemudian, saat mereka tiba di venue, beberapa teman mereka sudah datang. Saat mereka semua melihat Selvi, mereka langsung menyapa Selvi dengan senyuman dan pelukan.
__ADS_1
Selvi mengenal mereka saat dia bekerja dengan Ferry. Setelah beberapa saat, Ferry memperkenalkan Selvi dengan Hans.
Hans Leonardo adalah seorang aktor dan dia juga seorang penyanyi. Ferry tahu bahwa Selvi sangat mengidolakan Hans. Selvi tampak merona saat Hans menjabat tangannya.
Hans Leonardo sangat terkejut saat dia mendengar bahwa Selvi adalah seorang fotografer karena kebanyakan fotografer adalah pria. Sangat jarang bagi seorang wanita untuk menjadi seorang fotografer, terutama seorang wanita cantik seperti Selvi. Dia pantas untuk menjadi seorang model. Itulah yang dipikirkan oleh Hans.
"Aku serius, dia adalah seorang fotografer." Ucap Ferry.
Hans Leonardo melihat ke arah Selvi dan berkata, "tapi kau tidak terlihat seperti seorang fotografer. Kau sangat cantik dan aku pikir kau adalah salah seorang model yang berada di bawah agensi milik Ferry."
Ferry melihat ke arah Selvi dan berkata, "kau lihat. Aku sudah mengatakan kepadamu. Semua orang berpikir bahwa kau adalah seorang model Beb. Kau menyia-nyiakan kecantikan mu." Ucap Ferry.
Selvi hanya tersenyum kepada Ferry saat dia melihat Ferry dengan wajah cemberut.
Kemudian dia berkata kepada Hans, "aku pernah menjadi seorang model sekali. Tapi saat aku mengetahui tentang fotografi, aku pun merubah semuanya. Aku lebih tertarik dengan pekerjaan itu."
Selvi juga mengatakan kepada Hans bahwa dia mencintai pekerjaannya sekarang.
Mereka lalu melanjutkan mengobrol tentang pekerjaan dan Selvi menjawab semua pertanyaan Hans. Selvi juga memuji Hans dan mengatakan bahwa dia sangat suka akting Hans dalam filmnya.
Mereka mengobrol banyak hal dan berakhir dengan mengambil foto bersama. Setelah pesta itu berakhir, Selvi diantar oleh Ferry kembali ke hotelnya.
Dua hari setelah itu, Selvi pergi ke pinggiran kota. Dia pergi ke sana untuk berlibur. Pekerjaannya sudah selesai. Jadi dia pergi liburan dan setelah itu dia akan kembali ke negaranya lagi.
__ADS_1
Bersambung....