
Beberapa saat kemudian, mereka pun berhenti di depan sebuah restoran mewah. Alex lalu turun dari dalam mobilnya lebih dulu dan beralih ke arah sisi pintu di mana Selvi duduk. Dia membuka pintu untuk Selvi dan menariknya keluar lalu masuk ke dalam restoran. Selvi tidak bisa melakukan apapun, jadi dia hanya bisa mengikuti Alex.
Mereka masuk ke dalam ruangan privasi dan Alex mulai memesan beberapa makanan. Saat makanan akhirnya disajikan, Selvi melihat ke arah makanan yang terlihat sangat lezat itu. Selvi hanya duduk di sana tanpa memasukkan apapun ke dalam mulutnya.
"Apa kau tidak mau makan?" Tanya Alex.
"Tidak. Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku tidak mau makan." Balas Selvi ketus.
Alex mulai makan. Tapi saat dia melihat Selvi tidak bergerak, dia mulai merasa marah.
'Apa dia benar-benar mau membuatku marah' ucap Alex dalam hati.
"Benar tidak makan?" Tanya Alex lagi melihat ke arah Selvi.
Tapi Selvi yang keras kepala itu melihat ke arah lainnya. Alex menggenggam erat sumpitnya dan mencoba menahan amarahnya.
'Baik, jika dia tidak mau makan maka aku akan membiarkannya kelaparan.' ucap Alex dalam hati.
__ADS_1
Alex perlahan mengangkat makanannya dengan sengaja dan memperlihatkan kepada Selvi bahwa dia sangat menikmati makanan itu. Melihat Selvi yang tampak menelan ludah, ada senyuman di wajahnya.
Sebenarnya Selvi juga merasa lapar. Namun karena rasa gengsi yang ada di dalam dirinya, dia menahan rasa laparnya itu. Tapi sial sekali, Alex dengan sengaja terus memperlihatkan kepadanya bahwa dia tengah menikmati makanannya yang tampak sangat lezat itu.
Selvi tidak mau melihat ke arah Alex. Dia pun menundukkan kepalanya dan hanya minum air putih saja. Dia takut jika merasa tergoda dengan makanan yang ada di atas meja. Di dalam hatinya, dia menyumpahi Alex.
Akhirnya Selvi tidak bisa menahan dirinya lagi dia pun berdiri.
"Mau ke mana?" Tanya Alex yang masih mengunyah makanannya itu.
Selvi pun lalu keluar dan pergi ke toilet. Dia mencuci tangannya dan berpikir bagaimana dia bisa kabur dari sana.
Suatu kebetulan, ada sekelompok wanita yang tengah berjalan melewati toilet. Selvi dengan cepat bergabung bersama mereka dan dia berhasil keluar dari dalam restoran itu. Dia lalu memanggil sebuah taksi dan pergi dari sana.
Sementara itu, di dalam ruangan privasi restoran itu, Alex melihat ke arah jam di pergelangan tangannya. Dia merasa sesuatu yang salah sudah terjadi karena Selvi belum juga kembali.
"Kemana perginya wanita itu?" Ucap Alex kesal.
__ADS_1
Makanan yang ada dihadapannya belum juga dia habiskan karena dia masih menunggu Selvi kembali. Jadi dia memutuskan untuk menelpon bodyguardnya dan saat bodyguardnya datang, dia memberitahukan kepada Alex tentang Selvi yang sudah pergi menggunakan taksi.
"Bagaimana dia bisa keluar dari sini tanpa kau menyadarinya?" Tanya Alex murka.
"Maaf Bos, tapi Nona Selvi keluar bersama sekelompok wanita yang membuat kami tidak memperhatikannya. Kami baru tahu saat melihat Nona Selvi sudah masuk ke dalam sebuah taksi." Jawab bodyguard itu.
"Sial!" Pekik Alex.
Wajah Alex menjadi sangat marah.
'Beraninya dia berlari dariku.' ucap Alex dalam hati.
Alex lalu berdiri dan memutuskan pergi dari restoran itu meninggalkan makanan yang belum dia habiskan. Mendadak selera makannya hilang meski makanan yang tersaji dihadapannya itu terlihat sangat lezat.
"Awas kau Selvi." Ucapnya kesal.
Bersambung....
__ADS_1