Sang Istri

Sang Istri
Keputusan Selvi


__ADS_3

Keesokan harinya....


Alexander tengah berada di kantornya saat dia mendapat kabar bahwa Selvi ada di rumah Opa David. Dia ingin pergi ke sana dan bertanya kepada Selvi ke mana saja dia dan kenapa dia tidak menjawab panggilan darinya. Dia berdiri dan mengenakan jasnya.


Leo masuk dan melihat Alex. Dia pun bertanya kepada Alex.


"Tuan, anda mau keluar?"


"Ada apa?" Tanya Alex.


"Tuan, kantor cabang kita yang ada di Kotabaru memiliki sebuah masalah dan anda harus berada di sana." Ucap Leo.


Alexander melihat ke arah jam ditangannya. Dia sangat ingin pergi melihat Selvi, tapi dia tidak bisa mengabaikan bisnisnya.


"Booking sebuah tiket. Kita akan pergi sekarang." Ucap Alex.


"Segera Tuan." Ucap Leo.


Leo lalu pergi keluar, sementara Alex berdiri di dekat jendela. Dia melihat ke arah jalanan yang sibuk di bawah bangunan miliknya. Dia mengeluarkan ponselnya dan menelpon nomor Selvi. Selvi kembali tidak mengangkat panggilan darinya. Dia merasa begitu marah. Dia merasa ingin meledak.


'Wanita itu selalu membuatku kesal lagi dan lagi.' Ucap Alex dalam hati.


Kemarin, setelah kembali dari luar kota, Alex langsung menuju rumah sakit untuk menemui Opa David yang dirawat. Namun, saat dia tiba di rumah sakit, ternyata Opa David sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang. Saat itu, Selvi tidak.bisa kembali mengunjungi Opa David karena pekerjaannya yang begitu sibuk.


Leo kembali masuk ke dalam ruangan Alex dan berkata bahwa mereka harus pergi ke bandara sekarang. Mereka pun segera pergi menggunakan mobil Alex.


...----------------...


Di kediaman Opa David...

__ADS_1


Selvi berjalan mendekat ke arah Pak David dan memanggilnya.


"Opa..." Ucap Selvi.


Opa David berbalik dan melihat Selvi.


Mereka berdua lalu berjalan dan duduk di bangku yang ada di taman belakang rumah. Mereka mengobrol dengan bahagia. Setelah berpikir sepanjang malam, Selvi ingin membuat Opa David bahagia setiap hari. Jika Opa David tidak membawanya hari itu saat dia kehilangan kedua orang tuanya, dia tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya.


Selvi melihat ke arah Opa David. Wajahnya mulai sedih dan air matanya pun turun. Opa David melihat hal itu dan bertanya padanya.


"Sayang, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau menangis?"


Selvi menggelengkan kepalanya kemudian merebahkan kepalanya di pundak Opa David.


"Opa, Selvi sangat bersyukur kepada Opa. Jika Opa tidak membawa Selvi datang ke rumah ini hari itu, Selvi tidak tahu apa yang akan terjadi kepada Selvi. Opa sudah memberikan Selvi hidup baru. Cinta yang Opa berikan kepada Selvi, membuat Selvi merasa begitu bersyukur. Selvi minta maaf karena membuat Opa khawatir dan kecewa. Selvi sudah sebesar ini tapi selalu membuat Opa kecewa." Ucap Selvi.


"Selvi sangat menyayangi Opa." Ucap Selvi.


"Opa juga menyayangimu sayang." Ucap Opa David.


Pelayan yang berdiri di dekat mereka mengusap air matanya dengan diam-diam. Selvi sudah memikirkan semuanya dengan matang semalam. Selvi mengangkat kepalanya dan mengusap air matanya. Dia melihat ke arah Opa David.


"Opa, Selvi akan melakukannya." Ucap Selvi.


"Melakukan apa?" Tanya Opa David.


"Selvi akan menikah. Selvi akan menikah dengan pilihan Opa." Ucap Selvi.


"Hah?" Opa David tampak terkejut.

__ADS_1


Opa David bahkan berpikir bahwa Selvi mempunyai masalah dengan kepalanya. Dia pun bertanya kembali pada Selvi.


"Apa yang baru saja kau katakan?"


Selvi menganggukkan kepalanya.


"Maksudmu kau mau menikah dengan seorang pria yang Opa pilih?" Tanya Opa David.


"Iya." Balas Selvi mengangguk.


"Bahkan walaupun kau tidak mencintainya?" Tanya Opa David lagi.


Selvi berpikir beberapa saat dan menjawab.


"Selvi bisa belajar untuk mencintainya."


Opa David tiba-tiba tertawa dengan keras. Selvi tampak manyun.


"Opa, Selvi tidak bercanda." Ucap Selvi.


Opa David pun mengangguk.


"Baiklah, baiklah, kau tidak bercanda." Ucap Opa David.


"Jadi sekarang pernikahan Selvi ada di tangan Opa." Balas Selvi.


"Baik, baik..." Ucap Opa David mengusap tangan Selvi seraya mengangguk.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2