
Sementara itu di lantai bawah klub itu, Dani memiliki waktu yang begitu sulit menghandle 2 wanita yang ada di sampingnya Selvi dan Alena sangat mabuk. Dani ingin membawa mereka pulang, tapi dia tidak bisa bergerak. Dia terjebak di antara kedua wanita itu.
Alena yang ada di sisi kirinya tertidur di pangkuannya. Sementara Selvi yang ada di sisi kanannya bersandar di pundaknya. Banyak mata dari pengunjung klub itu melihat ke arah Dani dengan tatapan cemburu dan kemarahan. Dari jarak jauh mereka melihat Dani seperti seorang raja yang ditemani oleh dua wanita cantik disisinya.
Kedua wanita itu baik Selvi maupun Alena bukan hanya cantik, tapi mereka juga sangat menarik. Para pria itu ingin berada di posisi yang dimiliki Dani. Namun tidak diketahui oleh mereka, Dani malah tampak memijat keningnya karena merasa begitu pusing. Dia tidak menyangka bahwa dua wanita di sampingnya itu sudah minum terlalu banyak.
Dia tidak bisa menahan dirinya lalu mengambil ponselnya keluar dari dalam saku celananya dan mengirim pesan kepada saudaranya Rian yang merupakan satu-satunya orang yang bisa dia minta tolong.
Di dalam ruang VIP itu, Alex dan teman-temannya tengah bermain poker. Seorang pria masuk dan berbisik sesuatu di telinga Alex. Wajah Alex tampak marah dan dia dengan cepat berdiri lalu keluar dari dalam ruangan itu. Di saat yang bersamaan pesan Dani muncul di ponsel Rian. Rian membuka ponsel itu dan melihat pesan dari Dani.
(Kakak, aku butuh bantuan Kakak.)
Rian langsung berdiri dan berjalan keluar.
Saat Alex tiba di tempat Dani, dia melihat Dani yang tidak berdaya. Alena tampak merubah posisinya. Dia sekarang menyandar di dada Dani dan Selvi yang menyandarkan kepalanya di lengan Dani dan memeluk tangannya.
Melihat kondisi Selvi, wajah Alex tampak marah.
Rian yang baru saja tiba bersama dengan teman-temannya yang lain juga tidak tahu apakah mereka harus tertawa atau menangis melihat kondisi Dani yang seperti itu. Bahkan Erlan bercanda dengan mengatakan bahwa dia merasa cemburu terhadap Dani.
Dani adalah pria yang beruntung karena memiliki dua orang wanita di sampingnya.
Alex langsung mengalihkan pandangannya ke arah Erlan dan saat Erlan melihat matanya yang penuh kemarahan, dia dengan cepat berhenti bicara. Alex lalu mendekat ke arah Dani dan menarik Selvi ke arah dirinya.
__ADS_1
Dani ingin mengatakan sesuatu, tapi Rian dengan cepat memintanya untuk membawa Alena pulang.
Alex keluar dari dalam klub itu dengan menggendong Selvi. Sopir dengan cepat membuka pintu mobil untuk mereka. Alex menaruh Selvi di dalam mobil kemudian dia sendiri ikut masuk ke dalam mobil.
Sopir menutup pintu mobil dan langsung duduk di kursi pengemudi. Dia langsung mengendarai mobil itu dengan cepat dari klub.
Rian dan yang lainnya melihat satu sama lain dan kembali masuk ke dalam klub itu.
Sementara itu di dalam mobil, Alex melihat ke arah wanita yang tampak mabuk di sampingnya itu. Selvi berbalik dan tersadar kemudian membuka matanya. Dia melihat ke arah pria yang ada di sampingnya.
Alisnya tampak mengkerut.
'Bukankah ini adalah Alexander si Pria berkuasa itu. Bukankah tadi aku bersama dengan Dani dan Alena?' tanya Selvi dalam hati.
Selvi melihat sekeliling dan menemukan bahwa dirinya sekarang berada di dalam mobil. Dia pun terlihat semakin bingung. Dia lalu mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Alex.
Dia tampak menatap wajah Alex dan terus mengusapnya dengan perlahan. Beberapa saat kemudian, dia lalu menggelengkan kepalanya.
"Aku pasti bermimpi. Tapi kau benar-benar terlihat seperti kakakku si Alexander itu. Hahaha...." Ucap Selvi terbahak.
Dia lalu menaruh tangannya di leher dan pipi Alex. Dia kembali mengusap seluruh pipi dan leher Alex dengan begitu lembut sambil terus bergumam.
Wajah Alex jauh lebih marah sekarang. Sopir yang tengah fokus menyetir, merasa atmosfer di dalam mobil itu menjadi begitu dingin. Dia lalu menaikkan suhu penghangat dalam mobil itu. Dia berharap bahwa kemarahan Bos nya itu tidak akan dilampiaskan pada dirinya.
__ADS_1
Tangan Selvi menjadi begitu lemas, itu mungkin karena dia mabuk. Namun, dia mulai menyentuh dada Alex dan kembali merabanya dengan begitu lembut.
"Kakakku yang tampan. Kau itu...."
Selvi tidak menyelesaikan kalimatnya, tapi dia malah mulai mengelus kepalanya di dada Alex mencari tempat posisi ternyaman untuk dirinya sendiri. Alex melihat Selvi yang bersandar di dadanya dia mencoba untuk menahan api yang mulai terbakar di dalam dirinya.
'Wanita sialan ini.' umpat Alex dalam hati.
Alex melihat ke bawah dan dia bisa melihat dengan jelas belahan dada Selvi yang begitu seksi. Selvi menggunakan pakaian ketat di balik jaket kulit berwarna hitam yang dia kenakan itu. Dadanya terasa begitu lembut mengenai dada Alex.
Napas Alex menjadi lebih berat saat tatapan matanya terus melihat kearah dada Selvi.
Dia lalu mengingat situasi yang terjadi sebelumnya di mana Selvi memeluk lengan Dani.
'Bukankah Dani juga....'
Wajah Alex menjadi lebih muram. Dia ingin memberikan pelajaran kepada Selvi karena sudah sembarangan bergelayut manja pada pria lain. Mengingat semua itu, membuat Alex menjadi begitu murka.
Dia lalu mengangkat dagu Selvi. Dengan melihat wajah Selvi, dia pun mengakui bahwa Selvi memang begitu cantik dan kulitnya juga begitu lembut.
Alex lalu menarik Selvi ke pangkuannya dan menunduk lalu mulai mencium Selvi.
Saat mobil berhenti di villa miliknya, Alex dengan cepat keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam villa miliknya itu seraya menggendong Selvi. Dia bergegas masuk lalu menaruh tubuh Selvi di atas tempat tidur. Dia lalu mengusap wajah Selvi dan bibir Selvi memandanginya sesaat.
__ADS_1
Dia kemudian menunduk dan menggigit bibir Selvi. Selvi mengeluarkan suara kesakitan kemudian dia kembali tertidur lagi.
Bersambung....