Sang Istri

Sang Istri
Pria Lain


__ADS_3

Selama beberapa hari berikutnya Selvi tidak melihat Alex lagi. Mereka berdua sibuk dengan aktivitas masing-masing. Alex pergi melakukan perjalanan bisnis, Selvi juga bisa sibuk dengan pemotretan di dalam dan luar kota.


2 bulan berlalu...


Selvi tengah pergi ke festival pantai di kota x. Dia diundang sebagai DJ di festival pantai itu. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa Selvi adalah seorang DJ, dan nama panggungnya adalah Bulan.


Dia terbiasa muncul di pesta dan klub malam. Tapi sejak dia sibuk dengan pekerjaan utamanya sebagai seorang fotografer, dia mulai menolak untuk undangan menjadi seorang DJ. Tapi kali ini temannya sendiri yang mengundangnya. Jadi dia pun menerimanya.


Alena dan Dani juga diundang bersama dengan dirinya. Sebenarnya Roy ingin bergabung bersama mereka, tapi dia punya jadwal lain. Jadi dia harus terbang kembali ke luar negeri.


Mereka semua menikmati pesta itu dengan bahagia di sana. Alena bertemu dengan beberapa temannya dan memperkenalkannya kepada Selvi.


Salah seorang teman Alena, Devan, menyukai Selvi dan Alena menawarkan kepada Selvi untuk mencoba memiliki hubungan dengan Devan.


Devan adalah seorang tekstil entrepreneur. Walaupun perusahaannya tidak sebesar perusahaan milik Alexander, tapi perusahaannya juga bisa bersaing. Devan juga pria yang bertubuh tinggi dan memiliki wajah yang tampan dan dia juga pria yang lucu. Selvi menikmati obrolan dengan Devan karena Devan juga menyukai travelling dan mengambil gambar dalam setiap perjalanan yang dia lakukan.


Siang harinya, Devan mengajak Selvi pergi ke beberapa tempat yang indah dan Selvi mengambil banyak gambar dari tempat itu karena ini adalah pertama kalinya mereka pergi ke kota x itu.


Alena mengatakan kepada Selvi bahwa Devan menyukai dirinya. Selvi pun mengetahui hal itu.


Hari terakhir mereka di kota x, Devan meminta Selvi keluar untuk berkencan dan saat itu Devan menyatakan perasaannya kepada Selvi dan dia mau mengejar cinta Selvi setelah itu.


Tapi Selvi baru saja mengenal Devan. Selvi mengatakan bahwa dia menghargai perasaan Devan untuknya, tapi dia mau mereka untuk menjadi teman lebih dulu. Dia ingin mereka mengenal satu sama lain lebih dulu dan Devan menghargai keputusan Selvi dengan juga tidak mau terburu-buru.

__ADS_1


Saat mereka mulai berkencan mereka tidak tahu seseorang mengambil gambar mereka secara diam-diam.


Hari berikutnya mereka semua kembali ke kota bersama dengan menggunakan pesawat.


Sementara itu di dalam ruangan presiden di perusahaan Alexander, atmosfer ruangan itu tampak dingin dan menakutkan. Alexander mengetuk ponselnya yang ada di atas meja seraya mendengar laporan dari Leo asistennya. Leo tampak gemetar melihat bosnya dengan perasaan yang buruk seperti itu, dia tampak berkeringat. Alexander baru saja menerima pesan dari sahabatnya Erlan.


Erlan mengirimkan beberapa gambar Selvi tengah bersama dengan Devan. Erlan juga pergi ke festival pantai saat dia mendengarkan DJ favoritnya mengambil partisipasi dalam festival itu. Dia tidak pernah melihat wajah DJ favoritnya itu.


DJ Bulan yang selama ini dilihatnya selalu mengenakan topeng di wajahnya. Tapi kali ini Erlan melihat dengan jelas bahwa DJ Bulan itu adalah Selvi. Dia mengatakan kepada Alex tentang semuanya dan mengirimkan gambar Selvi yang ada di atas panggung pada Alex. Selvi terlihat begitu berbeda dari biasanya. Pakaian yang dia kenakan membuatnya terlihat lebih menarik dan seksi.


Alex tidak pernah melihat Selvi mengenakan pakaian seperti itu. Selvi semakin membuatnya terkejut lagi dan lagi dengan jati dirinya yang tidak diketahui Alex.


"Tuan, ini adalah laporan dari departemen penjualan." Ucap Leo.


Beberapa orang sekretaris Alex melihat ke arahnya. Kemudian mereka melihat satu sama lain.


"Apakah Bos Besar tengah kesal lagi?" Tanya mereka.


"Aku rasa begitu. Lihatlah wajah Leo."


"Kita lebih baik fokus pada pekerjaan kita."


Tiba-tiba sebuah suara telepon berbunyi di meja salah seorang dari sekretaris itu yang membuat mereka semua terkejut. Lina dengan cepat mengangkat telepon itu.

__ADS_1


"Lina kopi..." Ucap Alex singkat.


"Iya Tuan..." Balas Lina.


Mereka semua melihat ke arah Lina. Lina pun dengan cepat pergi ke arah pantry dan membuat kopi untuk Bosnya itu. Tidak lama setelah itu mereka melihat Lina kembali keluar dari ruangan Bos mereka dengan wajah yang tampak ketakutan. Lina baru saja dimarahi oleh bosnya.


Alex memarahi Lina karena kopi yang dia bawa terlalu panas dan pahit. Bahkan walau sebenarnya Lina sudah membuat kopi itu seperti biasa yang disukai Alex. Alex membentak Lina dan memintanya untuk keluar dari dalam ruangannya. Leo merasa sedih untuk Lina.


"Bersabarlah. Kita sudah tahu bagaimana ini akan terjadi jika Bos tengah kesal." Ucap Leo.


Teman-teman yang lain berusaha untuk membuat Lina menjadi kuat.


Sementara itu, di dalam ruangan Alex, dia tengah melihat ke arah ponselnya lagi. Matanya tampak murka. Dia menelepon Leo untuk pergi ke ruangannya lagi.


"Temukan siapa pria ini." Ucap Alex.


Leo melihat ke arah gambar Selvi dan seorang pria asing yang diperlihatkan Alex padanya.


"Secepatnya Tuan." Ucap Leo.


Setelah itu Alex mulai bekerja lagi. Dia memijat keningnya. Dia sudah bekerja selama 2 bulan di negara x untuk mengembangkan perusahaannya dan juga menyelesaikan beberapa masalah di kantor cabang lainnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2