Sang Istri

Sang Istri
Ulang Tahun Opa David


__ADS_3

Saat Alex tiba di kediaman Opa David, beberapa tamu tengah mengucapkan selamat kepada Opa David.


Opa David terlihat begitu bahagia. Bahkan walaupun ulang tahunnya itu hanya dirayakan dengan cara yang sederhana, tapi Opa David tetap mengundang beberapa teman dan koleganya. Rumah mewah itu pun terlihat begitu hidup.


Alex berjalan mendekat ke arah Opanya itu.


"Opa, selamat ulang tahun." Ucap Alex.


"Kau anak nakal. Opa pikir kau sudah melupakan keluargamu." Balas Opa David.


"Opa, aku minta maaf." Balas Alex.


Alex sebenarnya baru saja mendarat dari bandara dan dia dengan segera kembali ke rumah Opa David. Dia seharusnya sudah kembali kemarin. Tapi ada sebuah pekerjaan penting yang membuatnya sampai menunda untuk kembali hari itu.


Soraya yang kembali bersama dirinya, sebenarnya ingin mengikuti dirinya ke rumahnya. Tapi Alex langsung meminta kepada asistennya untuk mengantar Soraya kembali ke rumahnya sendiri.


Alex ingin mengatakan sesuatu tapi beberapa orang datang untuk mengucapkan selamat kepada Opanya lagi. Jadi Alex pun melangkah mundur. Matanya mulai melihat ke sekeliling mencari sosok wanita itu.


"Di mana dia? Apakah dia tidak datang? Tidak mungkin bukan! Ini adalah ulang tahun dari Opa favoritnya." Ucap Alex.


Semua pergerakan Alex disadari oleh Opanya. Opa David tersenyum secara rahasia. Papa Alex, James tengah mengobrol dengan beberapa temannya dan istrinya tidak ada di sana. Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Alex. Saat dia berbalik, dia melihat Erlan dan yang lainnya.


"Aku pikir kau belum kembali juga." Ucap Erlan.


"Ada banyak pekerjaan di sana." Balas Alex.

__ADS_1


"Oke baiklah. Aku pikir kau tengah menikmati waktumu bersama Soraya. Beberapa gambar tentang dirimu ada di internet." Ucap Erlan lagi.


Tepat saat Alex hendak menjawab sesuatu matanya menangkap sosok Selvi yang tengah mengobrol dengan Opa David. Selvi membawa sesuatu untuk Opa David dan kemudian dia duduk di samping Opa David.


Selvi terlihat begitu elegan dan cantik dengan gaun yang dia gunakan. Dia menggunakan sebuah gaun mini dengan leher V dan rambutnya diikat tinggi yang membuat lehernya terlihat begitu menggoda. Make up yang dia gunakan juga sederhana dan membuatnya jauh lebih cantik.


Mata Alex benar-benar tidak bisa lepas dari memandang Selvi. Erlan lantas mengikuti arah pandangan Alex dan juga ikut melihat Selvi.


"Selvi? Bukankah itu Selvi? Sial! Dia sangat cantik." Ucap Erlan.


Ryan yang ada disana juga melihat ke arah Selvi. Selvi memang sangat cantik. Erlan mulai menceritakan kepada mereka semua, tentang bagaimana dia bertemu dengan DJ Bulan.


Bahkan walau telinga Alex mendengar cerita Erlan, matanya tetap menatap ke arah Selvi. Tapi wajahnya menjadi kesal saat dia mendengar Erlan mengatakan banyak pria yang mencoba untuk menggoda Selvi.


Alex melihat ke sekeliling dan menyadari beberapa pria juga menatap ke arah Selvi. Kemudian satu demi satu dari mereka menyapa Selvi.


Selvi tampak merona. Kemudian seseorang mendekat ke arah mereka. Alex mengenal pria itu. Dia adalah dokter itu, Tomi. Dia berjalan ke arah Selvi dan dia mengatakan sesuatu kepada Opa David dan kemudian mereka berdua pergi.


Keduanya pergi bergabung dengan teman mereka, Dani dan Alena. Mereka juga ada di sana. Alex merasa tidak senang dengan semua yang dia lihat. Terutama saat dia melihat Tomi memberikan makanan kepada Selvi dan dia membisikan sesuatu di telinga Selvi.


Selvi tertawa, kemudian dia tampak mengambil ponselnya dan bicara di ponsel. Beberapa saat kemudian, dia kembali ke arah Tomi. Selvi tampak tersenyum dan tertawa dengan matanya yang menunjukkan bahwa dia merasa begitu senang bersama dengan temannya dengan terlihat tanpa beban. Dia bahkan tidak pernah menunjukkan ekspresi seperti itu saat dia bersama dengan Alex.


Hal itu membuat Alex menjadi semakin kesal. Matanya melihat ke arah Selvi seperti pisau yang sangat tajam. Sejak dia kembali, sampai sekarang Selvi tidak melihat ke arahnya sama sekali. Alex terlihat seperti tidak ada di mata Selvi.


Selvi juga merasa bahwa seseorang tengah menatap ke arah dirinya dari belakang. Dia sebenarnya sudah tahu bahwa mata Alex terus menatapnya. Dia merasa gemetar. Dia pun menyentuh lehernya dan tertawa lagi dengan temannya. Dia berpura-pura untuk tidak mengetahui kehadiran Alex. Tapi dia begitu merona saat Tomi menggodanya bersama dengan Dani dan Alena.

__ADS_1


"Vi kelihatannya kau panen banyak malam ini hahaha." Ucap Alena menggoda Selvi.


"Sialan kau." Balas Selvi pada Alena.


Dani ikut-ikutan bersama kekasihnya menggoda Selvi dengan mengatakan, "apakah ini rencana Opa David di hari ulang tahunnya untuk membuat perjodohan untukmu?"


"Diam lah...!" Ucap Selvi.


Tomi melihat ke sekeliling dan mengatakan, "apakah kalian semua melihat wajah dari cucu Opa David? Dia tampak sangat marah saat dia melihat para pria itu berada di sekelilingmu. Dia terlihat ingin meninju mereka semua."


"Vi, aku rasa dia menyukaimu. Dia tampak cemburu." Ucap Dani.


Alena melihat ke arah Selvi dan bertanya padanya.


"Apa yang akan kau lakukan jika dia benar-benar ingin menikahi mu? Apakah kau akan setuju?"


Selvi juga tampak berpikir tentang apa yang akan dia lakukan jika Alex ingin menikahinya. Alex sudah pernah menolaknya sekali. Dia tersenyum simpul saat dia mengingat hal itu. Bahkan walau tidak ada cinta di antara mereka, dia tetap merasa terluka saat Alex menolaknya waktu itu.


Selvi merasa apakah dia begitu buruk bagi Alex sehingga dia menolaknya waktu itu.


Pesta ulang tahun Opa David pun berakhir.


Opa David sudah kembali ke kamarnya lebih awal ditemani oleh pelayan. Semua tamu sudah pergi. Selvi hendak mengatakan selamat tinggal kepada Tante Jessy dan Om James. Kemudian dia masuk ke dalam mobil Tomi dan pergi. Alex berdiri di balkon lantai 2. Matanya tampak dingin saat dia melihat kepergian Selvi dengan pria lain. Dia juga turun ke lantai bawah dan juga pergi dengan mobilnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2