Sang Istri

Sang Istri
Hangout


__ADS_3

Selvi tengah sibuk dengan laptopnya saat ponselnya tiba-tiba berdering. Dia ingin tidak menghiraukannya. Tapi saat dia melihat siapa yang menelponnya, dia langsung mengangkat panggilan itu.


"Ada apa Alena?" Tanya Selvi.


"Apa kau sibuk?" Balas Alena.


"Aku masih ada beberapa pekerjaan. Ada apa? Apa kau membutuhkanku?" Tanya Selvi lagi.


"Sebenarnya tidak terlalu. Aku hanya merasa sedikit bosan." Balas Alena. "Jadi aku ingin membawamu pergi shopping." Lanjut Alena.


"Di mana Dani?" Tanya Selvi.


"Itu lah masalahnya. Dia pergi melakukan perjalanan bisnis kemarin." Balas Alena.


"Oh tapi bukankah kau sedang sibuk mempersiapkan launching pakaianmu!" Ucap Selvi.


"Aku lelah dan bosan. Itulah kenapa aku ingin pergi berbelanja. Aku butuh refreshing. Tolong temani aku." Ucap Alena.


Alena memohon kepada Selvi dengan suara yang terdengar begitu manis. Selvi lalu melihat ke arah laptopnya. Dia sebenarnya juga merasa bosan dengan pekerjaannya saat ini.


"Baiklah, berikan aku waktu sebentar." Ucap Selvi.


"Baiklah sayang, kau yang terbaik. Tunggulah aku. Aku akan ada di sana untuk menjemputmu secepatnya. Ayo kita melakukan sesuatu di hari para wanita kita kali ini." Ucap Alena.


"Baiklah." Balas Selvi.


Tidak lama setelah itu, Selvi dan Alena terlihat menjelajahi sebuah mall yang sangat terkenal. Mereka masuk ke beberapa toko dan mencoba beberapa pakaian dan sepatu. Mereka juga pergi ke toko kosmetik dan toko lainnya.


Dengan beberapa tas belanja di tangan mereka, Alena menarik Selvi masuk ke salon langganannya. Mereka ingin mendapatkan beberapa perawatan. Mereka juga merubah gaya rambut mereka. Sudah cukup lama sejak mereka menikmati apa yang mereka sebut sebagai hari para wanita. Mereka berdua begitu bersenang-senang.


Setelah mereka selesai berbelanja, mereka berdua masuk ke dalam sebuah restoran yang tidak pernah mereka di dalam mall itu. Saat mereka masuk, beberapa pria melihat ke arah mereka.


Mereka berdua memang terlihat begitu menggoda dengan model rambut baru mereka.


Alena mewarnai rambutnya menjadi coklat dan Selvi dengan warna pirang. Selvi juga memotong rambutnya dan membuat layer dengan sedikit gelombang.


"Apa yang ingin kau makan?" Tanya Alena kepada Selvi seraya memberikan daftar menu.


Setelah melihat daftar menu beberapa saat, Selvi pun berdiskusi dengan Alena kemudian mereka memesan beberapa makanan.


"Ini sudah cukup lama sejak terakhir kali kita keluar shopping." Ucap Selvi.

__ADS_1


"Iya, ini sangat menyenangkan. Kita harus sering melakukan hal ini." Ucap Alena seraya menyesap minumannya.


"Lena bagaimana dengan persiapan pakaianmu? Tidak ada masalah bukan?" Tanya Selvi.


"Tentu saja, semuanya berjalan lancar. Jangan khawatir Bos." Ucap Alena.


Selvi adalah partner kerja Alena dalam berbisnis.


"Aku tidak khawatir. Aku tahu kau akan melakukan yang terbaik. Aku hanya khawatir jika kau bekerja terlalu keras. Aku minta maaf karena aku tidak bisa terlalu membantumu." Ucap Selvi.


"Tidak masalah, aku masih bisa menghandle semuanya. Ucap Alena.


"Baiklah. Jadi kapan rencana mu untuk mulai syuting? Apa kau sudah menemukan model mu?" Tanya Selvi.


"Iya, untuk model pria, aku sudah menelpon Roy dan dia setuju dan untuk model wanitanya, aku menggunakan Zoya. Dia seorang model dari perusahaan Hans. Kali ini temanya adalah koleksi olahraga jadi semuanya cukup mudah." Ucap Alena.


Pelayan datang dan menyajikan makanan mereka.


"Ayo makan." Ucap Alena lagi.


Setelah selesai makan, mereka berdua kembali berkeliling di dalam mall. Beberapa saat kemudian, mereka meninggalkan Mall.


Saat mereka keluar dari tempat parkir di mall, mereka melihat beberapa orang berkumpul di taman dan melakukan tarian. Mereka menemukan sebuah tempat untuk parkir mobil mereka dan keluar dari dalam mobil mereka merasa bernostalgia saat mereka melihat orang-orang yang tengah menari itu di masa lalu.


"Aku rasa kita sudah tua sekarang. Ini sangat melelahkan." Ucap Alena seraya mengusap keringatnya.


Selvi melihat ke arahnya dan tertawa.


'Aku rasa juga begitu. Aku sangat kelelahan."


Mereka berdua tampak sedih. Mereka lalu berdiri dan pergi ke mobil mereka. Sejak Dani tidak ada di rumah, Selvi pun tinggal di apartemen Alena.


Mmmmm... Mereka berdua mendiskusikan tentang pekerjaan dan kemudian menonton film.


"Hari berikutnya saat mereka bangun, mereka, terkejut dengan suara bel di pintu. Saat Alena membuka pintu dia melihat Roy yang berdiri di sana dengan menggunakan masker dan sebuah topi.


"Roy..." Ucap Alena.


"Selamat pagi." Balas Roy lagi.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Alena.

__ADS_1


"Aku membawakan sarapan untuk kalian berdua.," Ucap Roy seraya menunjuk ke arah sebuah tas yang ada di tangannya Roy berjalan masuk Selvi baru saja keluar dari dalam kamar mandi dia begitu terkejut saat melihat Roy.


Roy sudah membuka masker dan topinya.


"Roy, apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Selvi.


Sebelum Roy menjawab Alena lebih dulu bicara.


Dia berkata, "dia membawakan sarapan untuk kita berdua."


"Bagaimana kau tahu aku ada di sini?" Tanya Selvi.


Alena melihat ke arah Roy.


"Aku pergi ke tempatmu, tapi tidak ada orang di sana. Jadi aku rasa kau pasti menginap di sini. Aku melihat kalian berdua kemarin saat kalian berjalan di mall." Ucap Roy.


"Apa kau pergi ke mall itu juga?" Tanya Selvi.


"Tidak, aku hanya lewat saja." Balas Roy.


"Oh aku mengerti." Ucap Selvi.


Alena tampak mengambil sarapan yang dibawakan oleh Roy dan menyajikannya di atas meja.


"Ngomong-ngomong terima kasih untuk sarapannya." Ucap Alena.


Roy hanya tersenyum dengan matanya yang terus melihat ke arah Selvi. Alena memintanya untuk duduk dan makan.


"Aku lihat kalian berdua bersenang-senang kemarin." Ucap Roy.


"Tentu saja." Jawab Alena, kemudian dia melanjutkan ucapannya. "Roy, bukankah kau seharusnya datang besok?"


"Iya, tapi pekerjaanku sudah selesai. Jadi aku memutuskan untuk datang lebih awal kemarin." Ucap Roy. "Oh ya benar, grup kami akan muncul di TV bulan depan." Lanjut Roy.


"Oh benarkah? Itu hebat." Ucap Alena.


"Jangan lupa untuk menontonnya." Ucap Roy lagi.


"Jangan khawatir." Balas Alena.


Mereka semua lalu mengobrol. Beberapa saat kemudian Roy pergi karena hari itu adalah hari minggu, Selvi pun diam di tempat Alena sampai malam. Kemudian dia pun kembali ke apartemennya sendiri.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2