
Alexander yang merasa kesal berjalan mendekat ke arah Selvi. Selvi tidak tahu hal itu karena dia membelakangi Alex. Dia hendak mengatakan selamat tinggal kepada Ferry. Namun Alex menunduk dan menggigit leher Selvi. Selvi pun merasa kesakitan.
"Apakah sudah selesai?" Ucap Alex pada Selvi.
Dia merasa cemburu saat dia mendengar Selvi menelpon Ferry. Dia tidak mendengar pembicaraan mereka, tapi dia tetap merasa tidak suka saat Selvi bicara dengan akrab bersama pria lain di samping dirinya. Ferry yang mendengar suara pria, merasa begitu terkejut.
"Vi, siapa itu? Apa kau bersama dengan seorang pria?" Tanya Ferry.
Wajah Selvi berubah menjadi merah. Alexander dengan sengaja mendekatkan wajahnya ke arah telinga Selvi dan dia merasa jika dia sudah menemukan area sensitif Selvi.
Selvi pun merasa geli. Dia lalu menjawab pertanyaan Ferry.
"Itu adalah kakakku. Dia berada di sini. Jadi dia mengunjungi ku." Ucap Selvi.
"Itu kakakmu? Sejak kapan kau punya kakak?" Tanya Ferry.
Selvi merasa malu karena Alex mendengar pertanyaan itu. Ferry tiba-tiba mengingat sesuatu.
"Itu adalah....."
Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi Selvi langsung memotong Ucapannya.
__ADS_1
"Baiklah Ferry, sampai ketemu lagi."
"Tapi..."
Selvi langsung dengan cepat menutup sambungan telepon Selvi tanpa membiarkan Ferry menyelesaikan kalimatnya.
Selvi lalu berbalik dan melihat ke arah Alexander.
"Kau... kau dengan sengaja melakukannya bukan?" Ucap Selvi. "Alex, apa sebenarnya yang kau inginkan?" Tanya Selvi lagi.
Alex tidak menjawab Ucapan Selvi. Tapi dia malah bertanya balik.
"Kakak ha?" Ucap Alex seraya mengusap tangannya di wajah Selvi.
"Benar. Sejak kapan kau punya seorang kakak?" Ucap Alex.
"Kak, Opa bilang kau adalah kakakku." Balas Selvi.
"Oh benarkah? Kalau begitu...."
"Alex kau brengsek. Kau...."
__ADS_1
Alex menutup mulut Selvi dengan mulutnya. Selvi mencoba untuk mendorong Alex. Tapi Alex menekan Selvi dengan tubuhnya sendiri.
Selvi bisa merasakan kehangatan tubuh Alex. Alex kemudian memperdalam ciumannya. Selvi merasa tidak berdaya melawan Alex. Jadi dia membiarkan Alex melakukan semuanya. Tanpa sadar air matanya mulai terjatuh. Alex yang mulai berhasrat, merasakan air mata Selvi. Dia dengan cepat melepaskan ciuman itu dan mencium kening Selvi.
"Aku minta maaf, jangan menangis." Ucap Alex.
Walaupun Selvi merasa sedikit terkejut mendengar permintaan maaf Alex, tapi dia tetap tidak menangis. Dia bahkan menangis lebih keras saat dia mendengar permintaan maaf dari Alex.
"Jangan menangis. Aku minta maaf." Ucap Alex lagi.
Alex mengusap air mata Selvi kemudian menarik Selvi dan pelukannya seraya mengusap punggung Selvi dan mencium kepala Selvi.
Setelah beberapa saat, Selvi akhirnya berhenti menangis. Dia melepaskan pelukan Alex dan meminta maaf saat dia melihat pakaian Alex basah karena air matanya.
Selvi melihat ke arah Alex dan bertanya, "Alex, aku tidak tahu apa yang kau inginkan. Tapi kumohon, bisakah kau berhenti menggangguku?"
Alex baru saja berpikir dia merasa bersalah saat dia melihat Selvi menangis dan sekarang Selvi sudah mencoba untuk membuatnya kesal lagi.
"Bagaimana jika aku berkata tidak." Ucap Alex.
"Jadi katakan kepadaku apa yang aku harus aku lakukan untukmu agar kau berhenti menggangguku?" Ucap Selvi.
__ADS_1
"Menikahlah denganku." Balas Alex.
Bersambung....