Sang Istri

Sang Istri
Persiapan


__ADS_3

"Iya, aku memang mencintaimu Selvi. Awalnya aku tidak menyadari perasaanku itu tapi setiap kali aku melihatmu dengan pria lain, aku merasa sakit hati. Aku tidak mau kau bersama dengan orang lain. Aku terluka saat Opa mengatakan bahwa dia akan menjodohkan mu dengan orang lain. Jadi kumohon terima aku dan menikahlah denganku." Ucap Alex lagi.


Selvi lagi-lagi terdiam. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Melihat hal itu Alex langsung mengguncang tubuh Selvi.


"Ayo Selvi, katakan 'iya'. Sudah aku katakan kepadamu bahwa aku tidak menerima jawaban 'tidak'. Jadi sekarang aku datang kepadamu dan menjelaskan kepadamu bagaimana perasaanku padamu. Aku serius dan aku tidak berbohong kepadamu dan satu hal Selvi, kalaupun kau mengatakan tidak, aku akan terus mengejar mu dan aku tidak akan membiarkan kau menikah dengan orang lain karena sejak awal kau sudah menjadi istriku." Ucap Alex lagi.


Selvi akhirnya tersenyum dia begitu lega karena Alex akhirnya mau mengakui perasaan yang dimilikinya untuk dirinya. Sejujurnya saja, Selvi sendiri sebenarnya menyukai Alex. Tapi dia sendiri juga ragu akan perasaannya itu. Tapi setelah mendengar pengakuan cinta dari Alex, dia pun yakin bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama terhadap Alex.


"Aku akan setuju menikah denganmu jika Opa memang menyarankan aku untuk menikah dengan mu." Ucap Selvi. "Karena aku sudah berjanji kepada Opa bahwa aku akan menikah dengan pria manapun yang Opa jodoh kan denganku sekarang." Lanjut Selvi.


"Opa tidak akan berani menjodohkan mu dengan orang lain jika aku sudah mengatakan bahwa aku ingin menikahi mu." Balas Alex.


Selvi kembali tersenyum. Dalam hati dia ingin tertawa karena sebenarnya dia memang sudah mengetahui jika Opa David ingin Selvi hanya menikah dengan Alex


...****************...

__ADS_1


Beberapa hari kemudian mereka berdua menemui Opa David dan keluarga lainnya termasuk Tante Jessy dan Om James. Mereka berdua mengatakan bahwa mereka akan menikah dan hal itu membawa kebahagiaan bagi semua keluarga terutama Opa David yang memang sejak awal ingin mereka berdua menikah.


Persiapan demi persiapan pun akan segera dilakukan untuk pernikahan keduanya. Hubungan Alex dan Tante Jessy serta Om James, papanya mulai membaik. Setelah Alex akhirnya mengetahui dari informan nya, bahwa tidak ada hubungan apapun antara Tante Jessy dengan kematian mamanya. Alex pun mulai memperlakukan Tante Jessy dengan baik dan hal itu membuat Tante Jessy merasa sangat bahagia.


...----------------...


Hari ini Tante Jessy membawa Selvi untuk keluar untuk pergi berbelanja. Selvi benar-benar ingin menolak, tapi Tante Jessy mengatakan bahwa itu adalah perintah dari Opa David. Jadi Selvi hanya bisa mengangguk dan mengikuti keinginan Tante Jessy dan menikmati semua yang akan mereka lakukan.


Selvi hanya tidak ingin mengecewakan Opa David dan juga Tante Jessy saat Selvi melihat bagaimana senangnya dia. Tapi Selvi mengatakan bahwa dia tidak mau Tante Jessy membelikan banyak benda untuknya karena dia tidak membutuhkan semua itu sama sekali.


Setelah masuk dan melihat koleksi perhiasan di toko itu, Selvi hanya memilih dua benda saja. Tante Jessy tidak bisa mengatakan apapun dengan penolakan Selvi setiap kali dia menawarkan Selvi untuk mencoba perhiasan lainnya.


Hari berikutnya, Tante Jessy menemani Selvi untuk memilih gaun pernikahan. Saat mereka tiba di butik, Alexander sudah berdiri di sana menunggu mereka. Dia memang langsung pergi ke sana dari perusahaannya setelah melakukan meeting.


Selvi memilih sebuah gaun pernikahan sederhana tapi Alexander tidak merasa puas dengan hal itu. Dia lalu memberikan sinyal kepada pemilik toko untuk membawakan gaun yang lain. Kemudian pria pemilik butik itu pergi mengambil sebuah gaun pernikahan yang begitu indah.

__ADS_1


Alexander memang sudah memesannya sejak awal dan harganya ratusan juta. Saat Selvi mencobanya, gaun itu membuat tubuhnya terlihat sangat sempurna. Dia terlihat cantik dan begitu elegan.


"Kau sangat cantik Selvi." Ucap Tante Jessy melihat Selvi dengan bangga kemudian dia berbalik menatap Alex.


"Kau punya mata yang hebat. Gaun itu sangat cocok untuknya." Ucap Tante Jessy.


"Benarkah?" Tanya Selvi.


"Tentu saja sayang, lihat saja Alexander. Dia benar-benar terpesona dengan kecantikan mu. Dia bahkan tidak bisa bicara sama sekali." Ucap Tante Jessy.


Alexander akhirnya kembali kepada kesadarannya. Dia memang benar-benar terpesona dengan kecantikan Selvi. Dia lalu berjalan ke arah Selvi dan memegang tangan Selvi kemudian menciumnya.


"Kau sangat cantik sayang." Ucap Alexander.


Wajah Selvi tampak merona.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2