
Selvi baru saja turun dari gunung setelah melakukan hiking saat Alena menelpon nya.
"Ada apa?" Tanya Selvi kepada Alena.
"Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau terdengar kehabisan napas? Apakah kau tengah melakukan sesuatu yang menyenangkan?" Balas Alena balik bertanya.
Awalnya Selvi bingung dengan pertanyaan yang diajukan Alena. Kemudian dia pun mengerti tentang apa yang diucapkan oleh Alena itu. Wajahnya pun langsung memerah. Dia melihat ke arah seseorang yang ada di sampingnya. Dia duduk di samping seorang pria yang juga tengah ikut melakukan hiking dengan grupnya.
Selvi lantas dengan cepat pindah ke sisi lain dan menyumpahi Alena. Dia tersenyum kepada pria itu kemudian berpura-pura untuk tidak mendapatkan sinyal. Saat dia sudah sedikit menjauh dari pria itu, dia melihat ke arah ponselnya dan melihat bahwa dia masih melakukan panggilan dengan Alena
"Selvi.... Selvi Apa kau baik-baik saja?" Ucap Alena.
"Dasar kau gila. Kepalamu itu terlalu mesum! Aku sedang hiking sekarang dan aku baru saja turun ke bawah. Mengapa kepalamu selalu penuh dengan hal mesum seperti itu? Kau tahu kenapa? Itu karena Dani tidak memuaskan mu bukan?" Ucap Selvi.
"Hohoho Dani itu yang terbaik. Aku hanya bahagia saat aku memikirkan akhirnya kau mendapatkan seseorang untuk melakukan hal itu denganmu." Ucap Alena.
"Dasar gila. Ngomong-ngomong, kenapa kau meneleponku? Jangan katakan kalau kau terlalu merindukanku." Ucap Selvi.
"Hehehe aku memang sangat merindukanmu Beb. Tapi aku menelpon mu kali ini karena aku ingin bertanya kepadamu. Sejak kapan kau mengenal Hans Leonard? Apakah kau bersenang-senang dengannya?" Tanya Alena.
"Hans? Bersenang-senang apanya dan bagaimana kau tahu aku bertemu dengannya?" Balas Selvi balik bertanya.
__ADS_1
"Apa kau tidak mengecek media sosialmu? Hans Leonard memposting beberapa gambar denganmu dan juga Ferry. Dia bahkan menulis bahwa kau adalah fans setianya dan dia berterima kasih kepadamu karena sudah menjadi fans setia baginya." Ucap Alena.
Selvi benar-benar bingung saat dia mendengarkan semua ucapan Alena itu. Alena pun melanjutkan ucapannya.
"Banyak fans dari Hans yang iri marah dan juga cemburu kepadamu. Mereka mengatakan bahwa kau sangat beruntung dan Roy juga meneleponku. Dia menanyakan di mana kau berada. Kelihatannya dia juga cemburu." Ucap Alena.
Selvi menjelaskan semuanya kepada Alena.
"Aku bertemu dengannya malam itu dan aku juga terkejut melihatnya. Aku tidak tahu bahwa dia akan memposting foto kami." Ucap Selvi.
Setelah mengobrol beberapa saat, mereka pun menutup sambungan telepon. Seorang pria mendekat ke arah Selvi dan mengatakan bahwa mereka akan kembali ke hotel mereka. Selvi mengikuti mereka ke bis mereka dan kembali ke hotel.
Saat Selvi selesai mandi, dia mengambil ponselnya dan membuka IG milik Hans.
Saat dia hendak menaruh ponselnya ke atas meja, sebuah pesan muncul dan itu dari Ferry.
(Beb, aku baru saja mendapat sebuah panggilan dari direktur Ken. Dia mengatakan Hans Leonard ingin kau menjadi model dalam video klip terbarunya dan jika kau setuju, shooting akan dimulai 3 hari setelah ini. Dan besok dia membutuhkan dirimu untuk pergi ke kantornya dan mengambil script dari konsep video klip yang akan dilakukan oleh Hans.)
Selvi dengan cepat menelpon Ferry.
"Apa kau langsung setuju?" Tanya Selvi.
__ADS_1
"Tentu saja tidak Beb. Aku tahu kau tidak suka untuk melakukan hal itu lagi. Tapi Beb, ini kesempatan yang sangat langka. Hans benar-benar menyukai dirimu untuk menjadi modelnya. Aku menelponnya setelah aku mendapat panggilan dari direktur Ken. Hans mengatakan kepadaku dia memberikan gambar mu kepada Ken dan Ken mengatakan kau benar-benar cocok untuk model dalam video klip Hans." Ucap Ferry.
"Ferry aku...."
"Selvi, dia adalah idolamu. Apa kau benar-benar ingin mengecewakannya? Ini pertama kalinya dia ingin fansnya untuk menjadi model dari video klipnya. Kenapa kau tidak membantunya saja?" Ucap Ferry memotong ucapan Selvi.
Ferry mengatakan semua hal untuk bisa membujuk Selvi. Akhirnya Selvi mengatakan dia akan memikirkan hal itu. Dia sebenarnya sangat senang saat dia mendengar berita itu.
Itu adalah mimpinya sejak dia masih remaja dulu. Dia benar-benar mengidolakan Hans sejak dia berada di masa kuliah. Dia lalu menelpon Alena dan mengatakan semua tentang hal itu. Alena benar-benar cemburu dengan keberuntungan yang didapatkan Selvi. Dia juga mendukung Selvi untuk melakukan hal itu.
Alena mengatakan jika Selvi menolak ide dari Hans itu, dia takut jika orang-orang akan berpikir Selvi terlalu sombong dan arogan karena Hans lah orang yang menginginkan dirinya untuk menjadi model di video klipnya.
Selvi akhirnya menelpon Ferry dan mengatakan bahwa dia menerima tawaran itu. Karena dia sudah setuju untuk menjadi model dari video klip itu, dia pun menunda kepulangannya.
Dua hari kemudian, mereka semua mulai melakukan syuting video klip itu. Selvi tampak sangat cantik setelah make up artis merias wajahnya.
Syuting itu mengambil tiga adegan dan berakhir dalam waktu 2 hari. Pada awalnya Selvi merasa sedikit gugup karena dia bersama melakukan akting dengan idolanya. Tapi dia akhirnya bisa terbiasa melakukannya. Semuanya berjalan dengan baik.
Selvi melakukannya dengan sangat baik. Bahkan sutradaranya memuji Selvi. Dia bahkan berharap untuk bisa bekerja sama dengan Selvi lagi dan memberikan kartu namanya kepada Selvi.
Setelah itu Selvi diberitahu bahwa video klip itu akan dirilis bulan depan. Selvi pun kembali dan dia tinggal di apartemen Ferry.
__ADS_1
Bersambung.....