
Di saat yang bersamaan Alex datang untuk melihat bagaimana jalannya dari photo shoot itu dan dia melihat semua kekacauan yang terjadi antara Selvi dan Soraya itu.
Leo, asistennya dengan cepat mendekat ke arah Jenny dan bertanya kepadanya tentang apa yang sudah terjadi. Jenny pun menjelaskan semuanya kepada Leo. Leo lalu mengatakan semuanya kepada Alex.
Setelah mendengarkan hal itu, Alex pun berjalan ke arah kerumunan orang-orang yang ada di dalam studio foto itu. Soraya melihat Alex dan berlari ke arahnya dengan wajah yang menangis.
"Alex, wanita itu menamparku. Dia mempermalukan aku di depan orang banyak." Ucap Soraya.
Selvi tersenyum mengejek saat dia mendengar ucapan Soraya. Dia berbalik dan melihat Alex.
Alex begitu terkejut melihat Selvi. Dia tidak menyangka bahwa Selvi adalah fotografernya. Alex melihat kamera di tangan Kim kemudian melihat ke arah Selvi lagi.
Dia lalu berkata, "minta maaf kepadanya."
Soraya merasa dirinya terbang ke atas awan mendengarkan ucapan Alex. Dia bahkan tersenyum ke arah Selvi dengan senyuman memprovokasi dan tatapan mengejek. Di mana dia merasa begitu seolah sudah menang. Selvi berdiri terdiam tanpa mengatakan apapun dan melihat ke arah mereka semua.
"Soraya, minta maaflah kepadanya." Ucap Alex lagi.
Tubuh Soraya memanas. Dia tidak pernah menyangka bahwa Alex tidak akan membelanya dan bahkan memintanya untuk meminta maaf kepada Selvi.
Kebencian di dalam hatinya semakin membesar terhadap Selvi. Dia terdiam dan hanya menatap Selvi penuh kebencian.
"Soraya...." Teriak Alex seraya menghempaskan tangan Soraya dari tangannya.
Soraya menjadi begitu terkejut.
"Tapi Alex, dia...." Ucapan Soraya terhenti saat Alex mengangkat tangannya dihadapan Soraya.
Semua orang merasa jantung mereka berdebar sangat kencang. Mereka tidak pernah berpikir bahwa Alex akan memarahi Soraya.
__ADS_1
"Minta maaf sekarang! Bukankah aku sudah mengatakan kepadamu untuk tidak membuat masalah lagi?" Ucap Alex dengan suara yang terdengar begitu mengintimidasi.
Soraya merasa ketakutan saat melihat kemarahan di wajah Alex. Meski dengan segala kebencian yang ada di dalam hatinya terhadap Selvi, Soraya pun terpaksa meminta maaf kepada Selvi.
Alex lalu meminta kepada Leo untuk mengganti kamera milik Selvi.
"Kim segera bereskan semua peralatan kita." Ucap Sevi.
"Baik Bos." Balas pria yang tampak sedikit kemayu itu.
Setelah itu Selvi mendekat ke arah Jenny.
"Setelah kami selesai mengedit semua foto tadi, kami akan mengirimkan filenya kepada anda Nona Jenny." Ucap Selvi.
Kemudian setelah itu, Selvi dan Kim berjalan pergi. Dia berjalan begitu saja melewati Alex tanpa melihat ke arahnya.
Alex merasa begitu marah karena tidak dihiraukan oleh Selvi. Sebelum Selvi mencapai pintu, Alex sudah lebih dulu memegang tangan Selvi.
Sementara Soraya yang berada di belakang mereka, melihat ke arah mereka dengan kemarahan, kebencian dan rasa cemburu yang menjadi satu. Dia berbalik dan langsung memarahi asistennya. Dia tidak pernah menyangka bahwa Alex bisa mengenal Selvi.
Selvi melihat ke arah Alex lagi.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Selvi lagi.
"Kenapa kau di sini?" Balas Alex bertanya.
"Tidakkah kau melihat. Aku bekerja." Balas Selvi.
"Bagaimana kau bisa muncul sebagai fotografer dari DK?" Tanya Alex.
__ADS_1
"Kenapa? Apa aku tidak bisa Tuan Alex? Jika tidak ada hal lain yang ingin anda bicarakan aku harus kembali ke kantor secepatnya." Balas Selvi cuek.
Setelah melepaskan tangannya dari genggaman Alex, Selvi berjalan menjauh diikuti oleh asistennya, Kim. Kemudian dia pergi ke arah dimana mobil mereka berada. Tapi sebelum Selvi bisa masuk ke dalam mobil, dia malah ditarik oleh Alex masuk ke dalam mobilnya. Dan setelah melempar Selvi masuk ke dalam mobil, Alex juga ikut masuk kemudian dia mengendarai mobilnya menjauh. Mobil lainnya mengikuti mereka.
Kim tampak bingung. Dia ingin membantu Selvi, tapi Leo mendorongnya masuk ke dalam mobilnya.
"Tuan Alex ingin mendiskusikan sesuatu dengan Nona Selvi. Kau boleh pergi lebih dulu." Ucap Leo pada Kim.
Setelah itu, Kim pun pergi.
Di dalam mobil....
Selvi melihat ke arah Alex.
"Tuan Alex, apa yang kau inginkan?" Tanya Selvi.
"Aku belum makan. Temani aku." Balas Alex santai.
Selvi merasa begitu kesal.
'Apa dia baru saja memintaku untuk menemani dia makan? Apa-apaan ini?' ucap Selvi dalam hati.
"Maaf Tuan Alex, tapi aku punya pekerjaan yang harus aku lakukan. Jadi aku tidak bisa menemanimu. Jadi bisakah kau berhenti di depan sana?" Ucap Selvi menunjuk ke arah halte bus yang ada di depan mereka.
Alex tidak suka Selvi memanggilnya dengan sebutan Tuan Alex, ataupun kakak. Panggilan itu membuat Alex sangat kesal.
Meski Selvi meminta, Alex tidak menghentikan mobilnya tapi dia malah semakin mempercepat laju mobilnya. Selvi melihat ke arah Alex dan memegang pintu mobil dengan sangat keras.
'Pria ini sangat gila!' pikir Selvi.
__ADS_1
Bersambung......