Sang Istri

Sang Istri
Ulang Tahun Selvi


__ADS_3

Pada awalnya Selvi berencana untuk kembali ke negaranya, tapi Alena menelpon dirinya jadi dia membooking tiket dan terbang ke Paris. Ferry juga ikut dengannya.


Mereka tiba di Paris dan langsung pergi ke hotel di mana Alena berada. Saat Selvi tiba disana, dia langsung pergi ke kamar Alena. Sementara Ferry berkata bahwa dia ingin melakukan sesuatu.


Selvi sedikit bingung saat dia melihat pintu kamar Alena yang tidak tertutup. Dia lalu masuk ke dalam dan tidak melihat Alena.


"Alena... Lena... di mana kau?" Ucap Selvi, namun dak ada suara sama sekali.


Selvi juga melihat bahwa tas Alena tampak terbuka.


'Apakah seseorang masuk dan mencuri sesuatu? Di mana Alena? Apakah sesuatu terjadi kepadanya?' pikir Selvi.


Selvi lalu pergi ke kamar mandi dan juga tidak menemukan Alena disana. Dia menjadi lebih khawatir.


Selvi kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelpon nomor Alena. Tapi, dia menemukan ponsel Alena berdering dari atas meja di samping tempat tidur.


'Dia tidak membawa ponselnya. Sebenarnya di mana dia?' ucap Selvi dalam hati.


Selvi hendak berbalik ke luar pintu, tiba-tiba...


"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday.... Happy birthday Selvi...."


Selvi melihat Alena memegang sebuah kue bersama dengan Dani juga Ferry berdiri di sampingnya. Selvi begitu terkejut saat dia melihat mereka semuanya. Kakinya tiba-tiba merasa lemah dan dia hampir saja terjatuh. Ferry dengan cepat memegang tubuh Selvi. Namun Selvi dengan cepat berlari ke arah Alena.


Alena menjadi begitu terkejut dan dengan cepat memberikan kue yang dipegangnya kepada Dani. Selvi menjatuhkan tubuhnya ke arah Alena. Dia langsung menangis seraya memeluk Alena dengan erat. Dia pikir bahwa sudah terjadi sesuatu kepada Alena.


Alena adalah sahabat baiknya dan mereka berdua selalu memperlakukan satu sama lain seperti saudara kandung sendiri. Jadi, Selvi merasa begitu lega saat dia melihat bahwa Alena baik-baik saja. Alena pun mengusap punggung Selvi untuk membuatnya merasa tenang.


"Hei apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis?" Tanya Alena.


"Apa kau baik-baik saja Lena?" Tanya Selvi.


"A... aku... aku baik-baik saja. Kenapa?" Tanya Alena bingung.


"Syukurlah kau baik-baik saja. Aku pikir sesuatu terjadi kepadamu Alena." Balas Selvi.


Alena, Dani dan Ferry melihat sekeliling kamar dan akhirnya mengerti kenapa Selvi begitu panik. Alena pun menghela nafasnya.

__ADS_1


"Aku minta maaf karena membuatmu khawatir." Ucap Alena.


Dani dan Ferry melihat ke arah Alena dan memarahinya.


"Baiklah.... baiklah, ini salahku. Aku minta maaf." Ucap Alena.


Alena kemudian mengambil kue dari tangan Dani dan meminta Selvi untuk meniup lilin. Mereka menyanyikan lagu ulang tahun untuk Selvi dan setelah makan kue mereka keluar pergi makan di sebuah restoran.


...----------------...


Sementara itu...


Alexander tengah bekerja di kantornya saat Leo mengetuk pintu ruangannya.


"Tuan, kami menemukan Nona Selvi." Ucap Leo.


"Di mana dia?" Tanya Alex.


Leo memberikan ponselnya kepada Alexander. Setelah itu Alex melihat foto Selvi dengan 2 orang pria di ponsel milik Leo.


"Siapa mereka?" Tanya Alex.


"Nona Selvi adalah seorang penggemar dari Tuan Hans Leonardo. Itulah kenapa mereka mengambil gambar bersama." Lanjut Leo.


"Di mana dia sekarang?" Tanya Alex.


"Sebenarnya Nona Selvi ingin kembali ke mari sejak kemarin. Tapi Nona Alena menelponnya dan dia pun pergi ke Paris bersama dengan Ferry juga." Ucap Leo. "Tuan, hari ini Nona Selvi berulang tahun. Nona Alena dan kekasihnya Dani pergi ke sana untuk merayakan ulang tahun Nona Selvi." Lanjut Leo.


Leo mengambil ponselnya dan setelah mencari sebentar dia memberikan ponselnya kembali kepada Alex.


"Ini adalah postingan dari Facebook Nona Alena." Ucap Leo.


Alex melihat foto Selvi. Dan di foto itu, Selvi terlihat bahagia.


'Ulang tahun Selvi!' ucap Alex dalam hati.


Alex sama sekali tidak mengetahui hal itu. Dia menaruh ponsel Leo dan dia melihat ke arah jam yang ada di tangannya.

__ADS_1


"Segera booking tiket untukku pergi ke Paris." Ucap Alex.


"Baik Tuan." Balas Leo.


"Aku juga ada pertemuan disana." Ucap Alex.


"Iya Tuan." Ucap Leo.


Setelah itu, Leo pun keluar dari dalam ruangan Alex.


...----------------...


Setelah makan malam, Selvi dan ketiga temannya pergi ke sebuah klub. Di tempat yang sama, ada grup dari 3 orang wanita yang juga tengah bersenang-senang. Salah satu dari mereka adalah wanita bernama Luna. Dia tengah tidak senang. Seorang wanita lain bernama Melly bertanya kepadanya.


"Jadi siapa wanita itu? Beraninya dia mengambil pekerjaanmu. Tidakkah dia tahu siapa dirimu?"


"Kita semua tidak tahu. Tiba-tiba direktur mengatakan bahwa mereka sudah mendapat seorang wanita untuk pekerjaan itu." Ucap Mona, wanita lainnya.


"Sudahlah, aku akan mengambil minuman lagi." Ucap Luna lalu berdiri dan pergi ke bartender.


Setelah dia mengambil segelas minuman, dia berbalik dan malah menabrak seseorang.


"Brengsek, apa yang kau lakukan? Lihatlah pakaianku. Apakah matamu buta?" Teriak Lisa.


Selvi melihat ke arah Lisa dan berkata, "hei Nona. Apa kau sudah gila? Kaulah orang yang tiba-tiba menabrak ku dan kau malah menyalahkan aku."


Wajah Lisa memerah karena marah. Dia benar-benar sudah kesal dan sekarang melihat Selvi yang lebih cantik dibandingkan dirinya membuatnya menjadi lebih kesal lagi.


"Beraninya kau memarahiku. Tidakkah kau tahu siapa aku ini?" Ucap Lisa.


"Apakah aku perlu mengenalmu?" Balas Selvi.


Mendengar ucapan Selvi membuat Lisa menjadi lebih marah lagi. Dia lantas mengangkat tangannya ingin menampar Selvi, tapi Selvi menangkap tangannya lebih dulu dan menghempaskan nya.


Selvi lalu berjalan menjauh dengan santai dan Lisa hanya bisa melihat punggung Selvi tanpa bisa melakukan apapun.


Lisa merasa bahwa dia pernah melihat Selvi entah di mana, tapi dia tidak mengingatnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2