Sang Istri

Sang Istri
Alasan Kebencian Alex


__ADS_3

Alex berpikir dengan menghabiskan waktu dengan bekerja dia bisa melupakan Selvi. Tapi faktanya setiap malam dia mengalami insomnia. Dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Pikirannya selalu memikirkan tentang Selvi.


Dia merasa bahwa hanya Selvi yang bisa mengobati penyakitnya. Dia benar-benar menginginkan Selvi, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya untuk menghadapi perasaannya sendiri. Di sisi lain dia ingin memiliki Selvi, tapi di sisi lainnya dia masih menahan hasratnya terhadap Selvi.


Sebenarnya dia tahu dengan benar bahwa masalah Mama kandungnya tidak ada hubungannya dengan Selvi. Tapi dia terus mengingat cerita yang dikatakan Tantenya bahwa jika saja Mama Selvi tidak membawa wanita itu, Jessy, mama tiri Alex kepada Papanya maka mama kandungnya tidak akan meninggal.


Mama Alex begitu stres dan setelah 4 tahun dia merasa sakit dan kemudian meninggal. Tidak lama setelah itu Papa Alex membawa wanita itu, dan menikah dengannya. Alex pun mulai membenci Jessy, mama tirinya, bahkan walau Jessy terus mencoba untuk menjaga dirinya. Tapi Alex selalu menolaknya.


Beberapa tahun kemudian Opa David membawa Selvi juga ke dalam keluarga mereka. Selvi memang menggemaskan tapi setelah Alex mengetahui bahwa Selvi adalah anak dari wanita yang merupakan teman dari Jessy dan Mamanya adalah orang yang membuat Jessy berkenalan dengan papanya, dia pun mulai membenci Selvi.


Alex juga mendengar dari tantenya bahwa Oma Selvi adalah cinta pertama Opanya. Kebencian di dalam hati Alex menjadi lebih besar terhadap Selvi.


Tapi setelah malam itu, dia mulai merindukan Selvi. Dia mulai memiliki perasaan terhadap Selvi.


Sekarang setelah 4 tahun berlalu, dia bertemu dengan Selvi lagi. Kali ini Selvi jauh lebih dewasa, cantik dan juga seksi.

__ADS_1


Setelah dia tidur di tempat tidur yang sama dengan Selvi beberapa kali, dia merasa bahwa dia begitu nyaman memeluk Selvi. Rasa posesifnya terhadap Selvi menjadi lebih besar. Dia benci saat Selvi dekat dengan pria lain. Dia tahu dia tidak punya hak lagi sejak dia menolak perjodohan mereka. Tapi dia tidak mau melihat Opa nya memperkenalkan Selvi kepada pria lain. Dia tahu bahwa dia begitu egois, tapi Selvi sudah menjadi miliknya sejak malam itu.


Alex berdiri di samping jendela dan memegang rokok di jemarinya. Dia masih memiliki banyak sekali pekerjaan dan beberapa meeting yang harus dia lakukan. Tapi dia sudah meminta orang-orangnya untuk mematai setiap pergerakan Selvi.


Setelah selesai merokok, Alex berjalan keluar dan Leo mengikuti dirinya ke ruangan meeting.


--


3 hari kemudian Alex menerima beberapa informasi dari orangnya bahwa Selvi pergi ke sebuah klub dengan Alena dan Alena memperkenalkan Selvi kepada temannya. Selvi terlihat menikmati malam itu dengan Alena dan teman barunya dan di hari berikutnya Selvi juga menerima buket bunga dari orang yang mengaguminya.


Selvi terlihat begitu menikmati kehidupannya tanpa adanya Alex. Dengan pikiran seperti itu, Alex merasa kemarahannya ingin meledak. Dia berada dalam ruangan meeting, tapi wajahnya tampak sangat murka. Semua staf tidak berani melihat ke arahnya. Para staf berpikir bahwa Bos mereka mulai kesal lagi.


Setelah 2 jam, meeting mereka akhirnya selesai. Alex keluar dari dalam ruangan meeting untuk kembali ke ruangannya dan menemukan Soraya tengah duduk di sofa.


Sejak hari pemotretan, Alex dan Leo meminta Soraya untuk bekerja lebih keras dan mengirimnya ke luar kota. Dan hari ini Soraya menunjukkan dirinya di kantornya. Saat Soraya melihat Alex, dia berdiri dan berjalan mendekat ke arah Alex.

__ADS_1


"Alex, kenapa kau tidak menelponku? Aku merindukanmu." Ucap Soraya.


"Kenapa kau di sini?" Tanya Alex.


"Aku sudah menyelesaikan pekerjaanku di kota T, dan aku mendengar bahwa kau ada di sini. Jadi aku datang kemari jntuk menemuimu. Aku dengar kau akan kembali ke kota kita dalam waktu 2 hari. Jadi aku ingin menemanimu kembali ke sana." Ucap Soraya.


Alex melihat lurus ke arah Soraya mendengarkan apa yang dia katakan.


Memang benar 2 hari setelah ini Alex akan kembali ke rumah Selvi dia akan melihatnya lagi.


"Aku akan membiarkan Leo yang mengatur semuanya."


Soraya tersenyum puas mendengarkan ucapan Alex. Mereka pergi makan malam dan setelah itu Soraya memegang tangan Alex dan mereka berdua berjalan keluar. Mereka berdua memang terlihat sempurna bahkan semua karyawan merasa cemburu melihat Soraya.


Alex adalah idola bagi mereka semua. Dia begitu sempurna di mata mereka dan Soraya begitu beruntung memiliki Alex. Soraya memang wanita yang cantik dan mereka tidak ada tandingannya dengan Soraya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2