Sang Istri

Sang Istri
Perasaan Alex


__ADS_3

Alexander tengah membaca dokumen saat Soraya masuk ke dalam ruangan nya. Mereka berdua mulai berkencan sejak masa kuliah kemudian Soraya meninggalkan Alex untuk karirnya sebagai seorang model. Soraya kembali lagi tahun itu.


Soraya adalah wanita yang dibawa oleh Alex hari di mana hari pertunangannya dengan Selvi dan mengumumkan kepada semua orang bahwa dia tidak akan mau menikah dengan Selvi. Sejak hari itu Soraya selalu berada di samping Alex bahkan walaupun mereka sudah putus. Tapi Alex tetap membiarkan Soraya berada di sisinya. Soraya juga seorang model yang berada di bawah naungan perusahaan milik Alex.


"Alex." Ucap Soraya memanggil namanya.


"Kenapa kau datang? Bukankah kau tidak punya jadwal pemotretan hari ini?" Ucap Alex.


"Aku lelah jadi aku meminta untuk membatalkan jadwalku hari ini." Balas Soraya kemudian dia berjalan mendekat ke arah Alex.


Dia mengenakan sebuah gaun yang ketat yang membuat tubuhnya terlihat begitu seksi.


Tanpa mengangkat kepalanya Alex berkata, "kau seharusnya tidak sering membatalkan jadwal pekerjaanmu. Kau harus bersikap profesional."


Soraya berjalan mendekat ke arah Alex dan duduk di pangkuannya kemudian menaruh tangannya di leher Alex dia mengusap telinga Alex mencoba untuk menggodanya.


"Tapi aku merindukanmu. Kau jarang bertemu denganku." Ucap Soraya.

__ADS_1


Alex menahan nafasnya. Dia melepaskan tangan Soraya dari tubuhnya dan mendorong Soraya dari atas pangkuannya.


"Soraya jaga sikapmu." Ucap Alex.


Soraya tidak mau menyerah. Dia menjatuhkan dirinya lagi ke tubuh Alex dan mulai mencium leher Alex. Wajah Alex mulai memerah. Dia mencoba untuk mendorong Soraya lagi.


"Soraya, aku harus bekerja." Ucap Alex.


"Alex aku merindukanmu. Kenapa kau...." Ucap Soraya mulai mencoba menangis.


Selama ini dia sudah mencoba dengan begitu keras untuk menggoda Alex, tapi dia tidak tahu kenapa sikap Alex berubah terhadap dirinya.


"Soraya jangan lewati batas mu. Selama ini aku membiarkanmu berada di sisiku karena perjanjian kita. Jangan mencoba untuk masuk dalam urusan pribadiku." Balas Alex.


Soraya mengusap air matanya dan kemudian tertawa.


"Kau masih selalu seperti ini. Kau tahu bahwa aku mencintaimu. Tapi kau tidak punya hati."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Soraya kemudian berjalan keluar dari kantor Alex. Sementara Alex menaruh dokumennya dan menutup matanya.


Mata yang berair waktu itu terus saja melintas dalam pikirannya.


Malam itu Alex memperkaos wanita itu walaupun sebenarnya dia mabuk tapi dia masih tahu jika itu adalah Selvi. Matanya tampak begitu indah. Dia tidak mengenakan kacamatanya yang tebal dan dia mengenakan sepasang celana pendek yang merupakan sebuah piyama tidurnya.


Selvi terlihat sangat cantik dan menggoda dimata Alex.


Mungkin malam itu bukanlah malam keberuntungan Selvi. Dia terbangun karena dia haus tapi dia sama sekali tidak berharap untuk bertemu dengan Alex malam itu.


Alex mengingat dengan jelas malam itu bahwa dia sedikit mabuk. Dia tahu bahwa Selvi terkejut saat melihat kedatangan dirinya. Selvi dengan cepat ingin menghindar, tapi Alex merasa dia begitu tergoda dan dengan cepat menarik Selvi saat Selvi melewati dirinya.


Alex melingkarkan lengannya di pinggang Selvi. Tubuh Selvi terasa begitu lembut dan bibirnya begitu menggoda.


Selvi mencoba untuk memberontak dan melepaskan dirinya dari cengkraman Alex. Melihat penolakan dari Selvi membuat Alex semakin ingin menjamah tubuhnya.


Alex langsung mencium Selvi dan mulai melakukan perbuatan bejatnya itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2