
Hari berikutnya Alex pergi ke sebuah mall yang merupakan mall dibawah naungan miliknya untuk melakukan inspeksi bersama dengan para stafnya yang lain.
Dia secara tidak sengaja melihat Selvi yang tengah berada di dalam sebuah toko lingerie. Selvi tampak tengah memilih beberapa lingerie dengan sahabatnya Alena. Dia terlihat mengenakan sebuah celana panjang berwarna hitam dan blouse berwarna coklat terang. Dia tampak begitu cantik dengan rambutnya dibiarkan terurai.
Alex berhenti berjalan di depan toko itu dan melihat ke dalam di mana Selvi berada. Leo dan beberapa staf yang mengikuti dirinya dari belakang terlihat kebingungan. Saat Leo melihat ke dalam toko itu, dia pun akhirnya menyadari bahwa ada Selvi di sana. Leo lalu melihat ke belakang di mana para staf lainnya tampak kebingungan.
Leo kemudian menelan ludahnya dan berkata, "eehhmmm..."
Kemudian dia membersihkan sesuatu di telinga Alex.
Alex langsung berdiri tegak dan melanjutkan untuk berjalan berkeliling mall. Leo menghela nafas lega. Dia sama sekali tidak mengerti kenapa bosnya itu tampak terpesona melihat Selvi. Padahal dia tahu bahwa bosnya tidak menyukai Selvi sama sekali.
'Tapi kenapa terlihat terjadi sesuatu yang berbeda saat bos melihat kearah wanita itu? Saat ini matanya juga terlihat lembut dan sangat terpesona pada wanita itu.' pikir Leo.
Selvi tidak mengetahui bahwa Alex telah melihat dirinya yang memilih pakaian dalam. Jika saja dia tahu hal itu, maka dia pasti akan merasa begitu malu.
Selvi terus memilih beberapa lingerie dan menunjukkannya kepada Alena.
"Bagaimana menurutmu yang ini, tidak buruk bukan?" Ucap Selvi.
__ADS_1
Alena menganggukkan kepalanya.
"Model ini cukup bagus dan seksi. Warnanya juga bagus." Balas Alena.
Selvi kemudian menunjukkan lingerie yang lainnya lagi.
"Hmmm.... yang itu juga bagus, dengan warna merah yang akan terlihat sangat seksi. Bagaimana kalau kita mengambil yang itu juga?" Ucap Alena.
"Baik." Balas Selvi.
"Oh benar juga. Kita harus membeli pakaian renang baru karena kita akan mengejutkan Dani di hari ulang tahunnya. Aku sudah merencanakan ulang tahunnya di salah satu villa milikku. Kita akan mengadakan pesta kolam renang." Ucap Alena.
"Iya kau benar. Tapi kau juga membutuhkan satu pakaian renang baru. Aku akan memperkenalkan mu kepada pria tampan dan seksi yang ada di sana nanti. Dan jangan lupa kau sudah berjanji kepadaku bahwa kau akan ada di sana untuk menjadi DJ di pesta itu." Ucap Alena.
"Aku tahu, aku tidak melupakan hal itu." Balas Selvi.
"Baiklah, sekarang ayo pergi untuk memilih pakaian renang baru kita dan setelah itu kita akan makan. Aku sangat lapar." Ucap Alena.
...----------------...
__ADS_1
Keesokan harinya...
Selvi melihat ke arah jam yang ada di ponselnya dan itu sudah setengah jam berlalu untuk waktu pekerjaannya yang akan memotret seorang model.
Model wanita yang akan melakukan foto shoot belum juga muncul dan dia adalah Soraya.
Selvi hanya bisa menghela nafas. Dia lalu melihat ke sisi lain melihat ke arah model pria yang tampak mulai kesal.
Beberapa saat kemudian Soraya datang dengan berjalan diikuti oleh asistennya. Saat dia menginjakkan kakinya di studio foto, dia mendengar beberapa orang bicara.
"Bukan main! Apa kau lihat wanita itu yang menjadi fotografernya. Dia sangat cantik. Awalnya aku pikir dia adalah seorang model. Tapi itu semua berbalik dari kenyataannya. Dia ternyata adalah fotografernya." Ucap seseorang.
"Iya. Jika dia ingin menjadi model, Soraya pasti akan tergantikan olehnya." Balas orang yang lainnya.
"Iya dia memang sangat cantik. Dia memiliki pesonanya sendiri bahkan walaupun dia hanya mengenakan jeans dan kaos oblong saja, dia tetap terlihat sangat menarik." Ucap yang lainnya lagi.
Wajah Soraya mulai marah saat dia mendengar obrolan beberapa orang itu. Dia menjadi begitu penasaran tentang siapa wanita yang dibicarakan orang-orang itu. Dia lalu berjalan masuk ke dalam lokasi foto shoot.
Bersambung....
__ADS_1