
Saat malam, Selvi dan Alena pergi ke sebuah klub. Mereka berdua memesan beberapa minuman dan mulai menari di lantai dansa. Mereka berdua terlihat begitu menakjubkan.
Beberapa pria melihat ke arah mereka dengan tatapan mata yang penuh ketertarikan. Tapi mereka berdua tidak menghiraukan para pria itu. Beberapa pria bahkan mendekat ke arah Selvi dan menawarkan minuman kepadanya. Namun Selvi sama sekali tidak melihat sedikitpun kearah para pria itu.
Beberapa saat kemudian, setelah merasa lelah menari, mereka duduk di kursi mereka. Selvi lalu pergi ke kamar mandi meninggalkan Alena sendirian. Tiba-tiba seorang pria tampan mendekat dan mencubit pipi Alena. Alena berteriak kesakitan dan memukul tangan pria itu.
"Aaauuu itu sangat sakit." Ucap Alena.
Alena lalu mengalihkan kepalanya dan melihat sosok pria yang mencubitnya yang ternyata adalah Dani.
"Sayang, kau kembali." Ucap Alena.
Dia kemudian memeluk Dani dan mencium pipi Dani. Mereka pun berciuman beberapa saat.
"Sayang, aku merindukanmu." Ucap Dani.
"Aku juga merindukanmu Dani." Balas Alena.
"Ehem... ehem... Apakah kalian berdua sengaja menunjukkan kemesraan kalian di depanku?" Ucap Selvi yang berjalan dan melihat mereka berdua yang tengah berciuman mesra.
Setelah mendengarkan suara Selvi, Dani lantas melepaskan Alena. Tapi tangannya masih memeluk pinggang Alena, sementara Alena bersandar pada tubuhnya. Wajah Alena pun tampak merona malu.
"Selvi, terima kasih karena sudah menjemputnya di bandara." Ucap Dani seraya meminum soda yang ada di hadapannya.
"Tidak masalah, kami ini berteman." Balas Selvi. "Oh ya, bukankah kau mengatakan bahwa kau akan keluar kota selama satu minggu? Bagaimana kau bisa kembali dengan cepat?" Tanya Selvi.
"Pekerjaanku sudah selesai lebih cepat dan aku pikir aku harus kembali lebih cepat." Ucap Dani.
"Oh, aku mengerti." Balas Selvi.
Alena bersandar di dada Dani dan dia tiba-tiba duduk dengan tegap.
"Selvi, aku lupa. Roy akan kembali hari Sabtu ini. Dia mendapat sebuah kontrak untuk menjadi Ambassador dari AK Group sebagai model mereka." Ucap Alena.
Selvi tentu saja tahu siapa itu Roy. Roy adalah salah seorang model yang dekat dengannya. Dia juga merupakan model dari pakaian yang di desain Alena dan saat itu dia bekerja sama dengan Selvi. Roy berusia 2 tahun lebih muda dibandingkan Selvi. Mereka berdua menjadi lebih dekat setelah beberapa kali bekerja sama.
Di samping menjadi seorang model, Roy juga aktif menjadi seorang penyanyi dari sebuah Boyband dan Selvi menjadi model dari video klip mereka. Selvi juga sangat menyukai musik. Dia juga memiliki basic sebagai seorang dancer bersama dengan Alena. Jadi saat dia terbang ke luar negeri, dia juga menjadi seorang dancer dari salah satu grup dancer disana. Sebenarnya Selvi memiliki banyak talenta dan pengalaman.
__ADS_1
Saat dia mendengar tentang Roy, dia menjadi begitu bahagia karena dia akhirnya akan bertemu dengan Roy lagi.
Setelah itu mereka bertiga mulai membicarakan tentang pekerjaan mereka dan juga tentang masa lalu mereka. Tapi yang tidak diketahui oleh mereka adalah, Alexander juga ada di dalam klub itu bersama dengan temannya. Mereka berada di ruangan VIP di lantai kedua.
Klub itu memang memiliki 2 lantai. Pantai pertama dimana tempat kebanyakan pengunjung berkumpul. Sementara lantai atas dikhususkan untuk ruangan VIP, dimana para pengunjung dari kelas atas bisa menyewa ruangan.
"Oh ya Tuhan, wanita itu sangat cantik." Ucap Erlan saat masuk dan duduk di samping Lukas.
Mereka hanya bergumam saat mendengar ucapan Erlan. Mereka tahu dengan baik bahwa Erlan suka menggoda para wanita cantik dan seksi yang ada di klub itu. Erlan lalu menendang kaki Lukas.
"Di mana Rian? Apa dia keluar kota?" Tanya Erlan.
"Tidak. Dia mengatakan bahwa dia akan tiba secepatnya." Balas Lukas.
Rian tengah berjalan masuk ke dalam klub itu saat dia melihat adiknya Dani tengah bersama dengan dua orang wanita. Dia pun pergi mendekat ke arah mereka.
"Dani..." Ucap Rian menepuk pundak adiknya itu.
"Oh kakak.... Apa Kakak di sini bersama dengan teman-teman Kakak?" Tanya Dani.
Kemudian Rian melihat ke arah Selvi dan Alena.
"Hai Kak Rian." Balas kedua wanita itu.
"Kapan kau kembali Vi?" Tanya Rian.
"Baru beberapa hari." Balas Selvi.
"Kau terlihat jauh lebih cantik." Ucap Rian.
Wajah Selvi tampak merona saat dia mendengarkan pujian yang diucapkan oleh Rian. Rian lalu melihat ke arah mereka bertiga.
"Apa kalian mau bergabung bersama kami?" Tanya Rian.
Mereka bertiga pun menganggukkan kepala mereka.
"Tidak... tidak..." Ucap mereka.
__ADS_1
Rian pun mengangguk dan berjalan pergi.
"Nikmati waktu kalian. Jangan minum alkohol terlalu banyak." Ucap Rian.
Setelah itu Rian pergi ke ruangan VIP.
"Hai, kenapa kau begitu lama? Kami akan segera memulai permainan." Ucap Lukas saat Rian masuk ke dalam.
Mereka selalu bermain poker bersama. Rian pun duduk dan meminta maaf.
"Aku bertemu dengan Dani dan teman-temannya di lantai bawah." Ucap Rian.
"Dani adikmu?" Tanya teman-temannya.
"Iya, dia bersama dengan kekasihnya dan sahabat baiknya." Balas Rian.
Rian melihat ke arah Alex. Dia tahu tentang Alex dan Selvi. Tapi Alex tidak berkomentar apapun dan tiba-tiba Rian bertanya kepada Alex.
"Dia sudah kembali. Apa kau tahu itu Alex?"
Alex melihat ke arah Rian dan meminum minumannya.
"Apakah kau benar-benar membatalkan pertunangan kalian?" Tanya Rian. "Sebenarnya Selvi adalah wanita yang baik dia juga menyenangkan dan menggemaskan." Lanjut Rian.
Erlan melihat ke arah Rian.
"Maksudmu Selvi yang itu? Wanita yang tampak chubby yang tinggal di kediaman keluarga David?" Tanya Erlan.
Rian hanya menganggukkan kepalanya. Erlan lalu melihat ke arah yang lainnya.
"Apa kau bertemu dengannya? Bagaimana kau tahu bahwa dia itu wanita yang baik?" Tanya Erlan.
"Dia adalah sahabat baik Dani. Aku bertemu dengan mereka di London saat mereka pergi ke sana untuk liburan dan dia bukanlah gadis chubby. Dia jauh lebih cantik sekarang." Ucap Rian.
Mereka semua tahu tentang hal tentang Selvie. Tapi sejak Alex menolak pertunangan itu, mereka tidak membicarakan hal itu lagi. Tapi sekarang Soraya juga sudah kembali. Tapi sikap Alex terhadap Soraya tiba-tiba berubah. Tapi anehnya dia juga tetap membiarkan Soraya berada di dekatnya.
Mereka pikir mungkin Alex masih tidak bisa memaafkan Soraya karena dulu meninggalkan dirinya. Tapi Alex masih memiliki perasaan untuknya. Namun hanya Tommy yang tahu perubahan sikap Alex. Setelah Selvi pergi ke luar negeri, Tommy hanya melihat foto Selvi di meja kerja Alex. Tommy melihat ke arah Alex dan berpikir.
__ADS_1
'Apakah dia menyesal karena menolak Selvi? Sesuatu pasti sudah terjadi di antara mereka berdua.' pikir Tommy.
Bersambung....