Sang Istri

Sang Istri
Cemburu


__ADS_3

Satu hari setelah ulang tahun Opanya, Alex pergi dalam perjalanan bisnis. Dia baru saja kembali dan saat dia duduk di dalam mobilnya dia mengeluarkan ponselnya dan menelpon orang suruhannya.


"Bagaimana kabarnya?" Tanya Alex.


"Nona Selvi menghabiskan waktunya di studio. Dia pergi makan malam dengan seorang pria bernama Devan. Kemudian di akhir pekan dia pergi menghabiskan waktunya dengan temannya, Nona Alena. Mereka berdua pergi shopping dan saat malam, Nona Selvi menginap di apartemen Nona Alena." Balas orang suruhannya itu.


Alex hanya berdeham dan menutup sambungan telepon. Beberapa pesan muncul di ponselnya. Orang suruhannya itu mengirimkan beberapa foto Selvi. Sebelum dia pergi melakukan perjalanan bisnis, dia mengirim seorang pria untuk mengikuti Selvi dan melaporkan kepadanya semua aktivitas yang dilakukan Selvi.


Alex pikir Selvi akan bersama dengan Tomi karena mereka terlihat begitu dekat. Tapi dia tidak menyangka bahwa Selvi akan bertemu dengan pria itu, Devan.


Alex melihat ke arah gambar itu. Selvitamoak mengganti gaya rambutnya dan dia terlihat sangat cantik. Selvi terlihat menikmati hidupnya.


Melihat Selvi menari dengan grup anak muda, membuat Selvi terlihat seperti seolah dia hanyalah seorang mahasiswa dan itu membuat Alex tersenyum. Kemudian di saat dia melihat foto terakhir, wajahnya tampak marah.


"Kenapa dia ada di sana? Si artis itu, dia pergi ke apartemen Alena dan menghabiskan 3 jam di sana. Apa yang mereka lakukan di sana?" Ucap Alex.


Alex lalu browsing di sosial media milik Selvi. Dia melihat Selvi memposting gambar dirinya sendiri dan juga bersama Alena. Dia juga memposting video mereka menari dan semua postingannya mendapat banyak like. Beberapa orang pria bahkan meminta untuk menjadi kekasihnya.


Alex lantas menekan tombol like di postingan Selvi.


Saat Alex tiba di kediaman keluarganya, dia berjalan turun dari dalam mobilnya dan langsung pergi menemui Opa David. Dia melihat Opa David tengah mengobrol bahagia dengan Selvi.


Selvi datang mengunjungi Opa David karena Opa menelpon dirinya. Opa menunjukkan beberapa foto kepada Selvi tentang pria yang sudah dia pilih. Alex duduk di samping mereka dan matanya terus menatap ke arah Selvi.

__ADS_1


"Vi, yang ini dia adalah seorang dosen atau yang ini, dia seorang bisnisman. Dia memiliki sebuah perusahaan kecil. Cobalah untuk melihat mereka. Jika kau menemukan seseorang yang kau sukai, kau katakan saja kepada Opa. Opa akan mengatur kencan buta untukmu." Ucap Opa David.


Selvi tidak bisa mengatakan apapun. Dia tidak tahu bagaimana merespon semuanya. Walaupun semua pria yang diperkenalkan Opa David tidaklah buruk, tapi Selvi tidak tahu bagaimana untuk memilih mereka. Dia tidak pernah memiliki perasaan saat dia melihat mereka. Para pria itu memang tampan, tapi Selvi tidak memiliki perasaan apapun.


Opa David melihat wajah Selvi yang murung, dia pun kembali berkata.


"Vi, apakah kau sudah mempunyai seseorang yang kau sukai? Siapa dia? Opa dengar bahwa terakhir kali kau dekat dengan seorang pria. Apakah dia itu... Oh semua ini salah Opa. Opa seharusnya bertanya kepadamu lebih dulu sebelum menunjukkan beberapa foto para pria ini." Ucap Opa David.


Melihat wajah Opa David, Selvi pun tersenyum.


"Tidak... tidak Opa. Kami hanya berteman saja. Kami bahkan tidak sampai ke jenjang itu dan Opa, terima kasih sudah menunjukkan kepadaku foto-foto ini. Aku hanya bingung. Mereka semua terlihat hebat. Aku takut jika aku tidak bisa sebanding dengan mereka." Ucap Selvi.


"Siapa yang mengatakan hal itu? Vi, kau adalah cucu perempuan Opa. Kakakmu Alex adalah seorang pebisnis yang terkenal. Alexander, siapa yang berani untuk memandang mu rendah. Mereka harus merasa tersanjung jika kau memilih mereka." Ucap Opa David.


Setelah beberapa saat, Opa David pergi setelah mengobrol beberapa saat dengan Alex. Dia mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan teman-temannya dan akan kembali sebelum makan malam. Dia meminta Selvi untuk tinggal untuk makan malam.


Selvi lalu pergi ke kamarnya yang ada di lantai 2. Kamarnya bersebelahan dengan kamar Alex.


Saat dia hendak masuk ke dalam kamarnya, tiba-tiba Alex menariknya masuk ke dalam kamarnya. Dia langsung mendorong Selvi ke tembok.


Saat Selvi melihat ke arahnya, dia melihat wajah tampan Alex dengan satu tangan menahan tubuhnya dan tangan lainnya mengusap wajah kemudian bibir Selvi. Kemudian dia menundukkan kepalanya dan mencium Selvi.


Setelah beberapa saat dia melepaskan ciumannya itu.

__ADS_1


"Apakah kau melakukan ini dengannya? Apakah ciumannya lebih baik dari ciumanku?" Ucap Alex.


"Alex lepaskan aku. Kau brengsek." Balas Selvi.


Alex mengusap leher Selvi kemudian turun ke bawah. Tubuh Selvi gemetar dan Alex kembali berkata padanya.


"Apakah sentuhan ini membuatmu memanas?"


Selvi merasa dipermalukan dia langsung memarahi Alex.


"Kau pria badjingand Alexander."


Wajah marah Selvi membuat Alex marah. Bayangan wajah Selvi yang tersenyum bersama Devan dan yang lainnya, membuat dia cemburu. Dia memegang dagu Selvi dan mencium Selvi lagi. Tangannya mulai menyentuh tubuh Selvi.


Selvi merasa memanas dan juga dipermalukan. Dia menggunakan semua kekuatannya dan menggigit bibir Alex. Bibir Alex pun berdarah di dalam mulut mereka. Alex melepaskan Selvi dan Selvi menggunakan kekuatannya untuk mendorong Alex menjauh.


Dia menatap Alex dengan tatapan matanya yang dingin. Kemudian dia pergi. Matanya tampak memerah. Alex tampak terdiam saat dia melihat kemarahan Selvi dan matanya yang memerah.


"Sial!" Alex mengumpat dirinya sendiri.


Dia sudah membuat Selvi menangis lagi. Dia hanya cemburu. Dia juga merindukan bibir Selvi. Tapi sikap Selvi yang tidak menghiraukan dirinya membuatnya marah. Dia merasa hatinya terluka saat dia melihat mata Selvi yang berair.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2