
Salah seorang staf yang berwenang di studio foto itu melihat kedatangan Soraya. Dia pun tersenyum dan mendekati Soraya.
"Soraya, oh akhirnya kau di sini..." Ucapnya.
Semua orang bernafas lega setelah mengetahui bahwa Soraya akhirnya tiba.
Selvi tidak melihat ke arah Soraya dia tengah bicara dengan asistennya Kim.
"Kim, katakan kepadanya untuk bersiap. Kita sudah cukup terlambat." Ucap Selvi.
Soraya merasa tidak dihormati oleh Selvi dan hal itu membuatnya semakin kesal. Wajahnya semakin muram dan penuh kemarahan.
Dia adalah seorang model ternama dan juga wanita yang diisukan dekat dengan Alex. Kemanapun dia pergi semua orang akan menghargai dirinya dan takut kepada dirinya. Tapi wanita yang ada di depannya, bahkan tidak melihat ke arahnya dan hal itu membuat Soraya sangat marah. Dia lalu berjalan mendekat ke arah Selvi dan bertanya padanya.
"Siapa dia?"
Jenny orang yang memiliki wewenang di studio itu berkata, "oh dia adalah fotografer dari DK studio. Dialah orang yang akan melakukan foto shoot kali ini."
"Apa kau yakin dia bisa melakukannya?" Tanya Soraya dengan nada merendahkan dan begitu mengejek saat melihat ke arah Selvi dari atas dan ke bawah tubuhnya.
Mendengarkan pertanyaan Soraya, Selvi lalu berbalik menatap dirinya.
"Nona Soraya, kau bisa mundur dari foto shoot ini jika kau meragukan diriku." Ucap Selvi.
Soraya yang melihat wajah Selvi tampak semakin marah dengan rahangnya yang tampak mengeras. Bagi Soraya, wanita yang ada di hadapannya itu memang cantik dan memiliki aura yang begitu menarik bahkan hanya dengan mengenakan pakaiannya yang sederhana dan make up yang juga sederhana di wajahnya, dia tetap terlihat begitu menarik perhatian.
__ADS_1
Rasa iri dan cemburu menjadi satu di dalam hati Soraya. Jenny pun merasakan atmosfer di dalam studio itu sedikit dingin.
Dia dengan cepat berkata, "Nona Soraya, dia adalah fotografer terkenal yang baru saja datang dari luar negeri dan Tuan Alexander juga mengatakan foto shoot harus selesai hari ini."
Mendengar nama Alex disebut, Soraya mengepalkan tangannya dan menahan amarah yang ada di dalam hatinya. Dia kemudian mengangguk ke arah asistennya.
Sebelum dia berjalan ke arah ruang ganti, dia berkata kepada, "Selvi, ayo kita lihat bagaimana hebatnya dirimu."
Tidak lama setelah itu Soraya keluar dari ruang ganti dan foto shoot pun dimulai.
Baru saja melakukan foto shoot Soraya mulai mencari masalah. Di mulai dari pencahayaan dan semua hal lainnya.
Selvi mulai kehilangan kesabarannya. Tapi dia mencoba untuk menahan amarahnya itu.
"Apa yang terjadi?" Tanya Soraya.
Salah seorang staf menjelaskan bahwa Soraya meminta Kim untuk membawa sebuah minuman untuknya tapi Kim menolak karena itu bukanlah pekerjaannya. Soraya yang menjadi marah menampar Kim dan membuat kamera yang dipegang oleh Kim terlepas dari tangannya. Kamera itu pun terjatuh dan rusak.
Kim takut jika Selvi akan marah, jadi dia meminta Soraya untuk bertanggung jawab terhadap kamera yang rusak itu. Soraya tidak menerima hal itu dan menampar Kim. Selvi yang melihat lalu melihat ke arah kamera miliknya dan juga Soraya.
"Nona Soraya, asistenku memang benar. Dia tidak diperbolehkan untuk mengambil minuman untukmu karena itu bukan tugasnya. Kau juga punya asisten mu sendiri untuk bisa kau perintahkan. Kim bukanlah pesuruh mu." Ucap Selvi.
"Lalu memangnya kenapa? Aku mau dia membawa minuman untukku. Apa kau tahu siapa aku?" Ucap Soraya keras kepala.
"Aku tidak peduli siapa kau dan siapa orang yang ada di belakangmu. Aku mau kau meminta maaf kepadanya dan membayar ganti rugi atas kamera yang rusak ini." Ucap Selvi.
__ADS_1
"Aku? Minta maaf kepadanya? Kau pikir siapa dirimu itu? Kau hanya seorang fotografer." Ucap Soraya.
"Kau benar. Aku memang hanyalah seorang fotografer. Tapi kau juga hanya seorang model. Jadi minta maaflah kepadanya sekarang." Ucap Selvi.
Soraya tetap berdiri tegak dan melipat tangannya di dada. Selvi melihat ke arah wajah Soraya yang tampak arogan dan tidak menggubris ucapannya itu.
"Apa kau tidak mendengar ku?" Ucap Selvi lagi.
Jenny yang masih melihat ke arah mereka mulai gemetar. Dia merasa bahwa kedua kisi diantara mereka tidak akan ada yang mau mengalah.
"Baiklah." Ucap Selvi menyeringai.
Selvi lalu mengangkat tangannya dan menampar wajah Soraya dua kali. Hal itu membuat semua orang yang ada di studio foto itu terkejut. Tidak ada yang berani untuk melawan Soraya selama ini karena dirinya yang dirumorkan dekat dengan Alex. Tapi Selvi adalah orang pertama yang berani untuk melawan Soraya.
Di dalam hati, semua orang merasa begitu bahagia. Tapi disaat yang bersamaan, mereka juga ketakutan. Soraya yang ditampar menjadi begitu marah dan dia lantas menunjuk ke arah wajah Selvi.
"Kau! Beraninya kau menampar aku!" Ucap Soraya.
Dia lalu dengan cepat mengangkat tangannya dan ingin membalas untuk menampar Selvi. Tapi Selvi langsung memegang tangannya.
"Memangnya kenapa? Tamparan itu untuk asistenku dan juga untuk kameraku. Sekarang untuk kedua kalinya aku katakan. Kau harus membayar ganti rugi akan kameraku yang sudah kau rusak itu." Ucap Selvi tegas.
Wajah Soraya semak semakin muram dan begitu marah karena dia merasa dipermalukan oleh Selvi di depan semua orang.
Bersambung....
__ADS_1