
Yaya mematikan mesin motornya dan melihat Fadhil melewati nya tanpa sepatah kata, kemudian terkejut melihat Sania duduk dilantai dan sambil menangis.
Yaya segera berlari mendekati Sania kemudian memeluk Sania.
"Lo kenapa, Lo diapain sama fadhil??!" tanya Yaya sambil terus memeluk sania.
Sania terus menangis dipelukan Yaya tanpa menjawab pertanyaan Yaya.
"Udah Lo mendingan masuk kedalam mandi trus istirahat, ga usah peduliin fadhil., Lo udah makan?"tanya Yaya.
Sania menggeleng "gue beliin makanan diwarteg emak, Lo mandi dulu sana" ucap Yaya.
"Makasih ya ya" Yaya mengangguk dan melihat Sania memasuki kamarnya kemudian Yaya beranjak ke wartegnya emak sri, warteg langganan Sania dan Yaya.
Sania keluar dari kamar mandi, ia duduk dipinggir kasur sambil meratapi nasibnya.
Dia memikirkan ancaman dari fadhil, ia tau Fadhil tidak akan pernah main main dengan ucapannya.
Tapi jika menuruti keinginan Fadhil ia merasa seperti jalangnya Fadhil.
"Bodoh" gumam Sania dan kembali menangis.
Sania sangat menyesal mengenal fadhil, berpacaran dengan Fadhil bahkan begitu mempercayai Fadhil hingga menyerahkan mahkota nya pada Fadhil yang jelas jelas bukan suaminya.
Sania masih merasa tertekan dengan masa depan nya kelak bersama suaminya sekarang malah mendapat ancaman dari Fadhil dengan video hubungan badan mereka yang Sania sendiri tidak tahu kapan Fadhil merekam itu.
Divideo tadi terlihat jelas Sania menikmati setiap sentuhan Fadhil.
Jika sampai video tersebut sampai ketangan orangtuanya, Sania pasti sudah sangat mengecewakan mereka.
Tak terasa sudah hampir setengah jam Sania merenungi nasibnya dan masih terisak.
Yaya yang baru sampai membawa dua bungkus makanan, melihat Sania masih menangis dia langsung memeluk Sania.
__ADS_1
"Apa sih yang Fadhil lakuin ke Lo sampai Lo kayak gini??" tanya Yaya sambil mengusap air mata Sania.
Sania hanya menggeleng kan kepalanya.
"Gue dulu kan udah bilang jangan deket deket sama dia, dia itu brengsek, tapi Lo malah pacaran sama dia dan keliatan sayang banget makanya gue nggak ngalarang Lo lagi" ungkap Yaya pada Sania.
"Gue nyesel ya, gue nyesel pernah kenal sama dia" ucap Sania masih terisak.
"Udahlah , percuma nyesel semua udah terjadi, sekarang Lo cerita ke gue apa yang udah dia lakuin ke elo sampai elo kayak gini??? " tanya Yaya.
"Sorry ya, gue nggak bisa cerita sekarang, gue harap Lo ngerti" jawab Sania masih saja terisak.
"Its okey no problem, sekarang udahan nangisnya Lo makan, gue pesenin makanan kesukaan Lo, nasi kuah ati sama telur asin plus sambel Pete" ucap Yaya sambil membukakan bungkusan nasi untuk Sania.
" Makasih ya, eloo emang sahabat terbaik gue " ungkap Sania.
Sania memang merasa beruntung memiliki yaya.
Apapun keadaan nya hanya Yaya yang selalu peduli.
Itulah salah satu alasan Sania keluar dari rumah orangtuanya dan belajar mandiri mengurus hidupnya sendiri, toh dirumah nya sekalipun Sania juga serasa hidup sendiri karena orangtua Sania jarang dirumah.
Meskipun begitu Sania belajar menjadi anak yang baik yang tidak akan pernah mengecewakan orangtuanya.
Walaupun sekarang Sania merasa sudah mengecewakan mereka.
Setelah cukup lama menemani Sania Yaya kembali ke kamar nya agar Sania bisa beristirahat.
Cukup lama Sania berbaring tapi juga belum merasakan kantuk.
Pikiran nya masih melayang dengan ancaman Fadhil.
"Aku harus gimana" gumam sania tapi sudah tidak menangis lagi karena matanya bengkak dan sudah panas akibat menangis berjam jam.
__ADS_1
Sania mengambil hp yang tergeletak dimeja dan ada satu pesan dari Fadhil
Jangan lupa besok honey ... Aku tunggu 😘😘
Begitulah isi pesan dari Fadhil yang membuat Sania merasa muak.
Dilemparnya hpnya dia mulai menjambak jambak rambutnya sendiri karena merasa benar benar frustasi.
Cukup lama sania bergelut dengan penyesalan nya dan akhir nya tertidur dengan sendirinya.
™™™™™
Alarm berbunyi tapi Sania masih malas untuk hanya sekedar mematikan suara alarm.
Hari ini dia benar benar merasa tak
bersemangat.
Setelah cukup lama akhir nya Sania bangun dia bercermin melihat dirinya sungguh berantakan.
Mata bengkak rambut acak acakanan.
"Gue ga boleh kayak gini, gue harus lawan Fadhil, kalau gue lemah gini dia bakalan semena mena sama gue " gumam sania.
Sania memang ingin menuruti keinginan Fadhil karena dia mempunyai rencana agar Fadhil berhenti mengancamnya dan tidak memperalat Sania.
Sania juga sudah memikirkan segala kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi namun Sania tak boleh terlihat lemah.
Ia harus tetap memperjuangkan harga dirinya .
Bersambung.....
Makasih yang masih stay sama cerita aku ...
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan commentnya.😀😀😀😀