Sania

Sania
09


__ADS_3

Alarm dari benda pipih yang tergeletak dimeja berbunyi, membangunkan Sania dari mimpi mimpi yang cukup indah walaupun kenyataannya berbeda jauh dari kehidupan nyatanya.


Sania mematikan nada alarm dan mencoba melihat pesan masuk.


Hanya beberapa pesan spam Sania terlihat mendesah galau.


Tak ada pesan satu pun dari Fadhil.


Mungkin ucapan permintaan maaf atau hanya sekedar menanyakan kabar.


Sania berharap ya masih berharap pada mantan kekasih nya itu.


Pada kenyataannya Fadhil memang sudah tak peduli lagi dengan nya.


Mungkin memang seharusnya Sania move on dan mencari pengganti fadhil.


Ya tentu saja mencari pengganti yang lebih baik dari Fadhil.


Tapi akankan ada yang mau menerima keadaan Sania yang sudah tidak perawan lagi.


Hanya mengingat keadaan nya sekarang ini membuat Sania benar benar terpuruk karena begitu bodohnya dia hingga menyerahkan kesucianya pada orang yang salah.


Sania juga tak menyangka dengan sikap Fadhil yang berubah cepat setelah mendapatkan apa yang dia inginkan.


Terkadang terlintas dipikiran Sania untuk bunuh diri saat dirinya sudah kacau dan merasa tak ada yang mengingginkan wanita seperti dirinya.


Tapi Sania tidak sebodoh itu, hanya karena seorang pria brengsek seperti Fadhil tidak harus membuatnya mengakhiri hidupnya.


Sania harus bangkit.


Ya dia harus membuktikan pada Fadhil bahwa Sania bisa hidup tanpa Fadhil dan mungkin bisa lebih baik setelah tidak bersama Fadhil.


Cukup lama Sania berkelut dengan masa lalunya kini Sania sudah beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya karena Dia harus pergi kekantor hari ini.


Setelah dirasa cukup polesan bedak dan lipstik nya, Sania bergegas kekantor.


Didepan kos tampak sahabat nya telah menunggu Sania.


Yaya sudah standby diatas montor menunggu Sania.


"Yukkkk cussss !!??! "ajak Sania yang kini sudah duduk dijok belakang montor Yaya.


"Lama banget sih loe ntar kita kejebak macet sampe kantor telat abis deh kita sam pak Kevin!! ."ucap Yaya sambil menyalakan mesin motornya.


"Iya iya maaaf tadi gue males banget mau bangun kerja!! " ungkap Sania dengan nada pelan.


"Masih kepikiran Fadhil loe, belum bisa move on loe , yaela san Lo itu cantik , cowok masih banyak , ngapain sih masih ngarepin cowok brengsek kayak Fadhil, udahlah move on donk " ucap yaya nampak menyemangati Sania.


"Kan gak segampang itu ya!!? " ucap Sania terlihat murung.

__ADS_1


"Jangan jangan Lo udah diapa2in sama Fadhil ya makanya kayak nggak mau pisah sama Fadhil gitu.., hayoo ngaku!!!" ucap Yaya menggoda Sania padahal dirinya juga terlihat penasaran.


"Ihh engga lah , gila apa, Lo itu suka sembarangan deh kalo ngomong" elak Sania sedikit takut jika Yaya mengetahui kenyataanya.


"Padahal omongan Lo bener ya"batin Sania.


"Ya udah kalo gitu move on aja, udah sama pak Kevin aja, dia kayaknya suka sama Lo!! " ucap Yaya ceplas ceplos.


"Ihh apaan sih , ga mungkinlah " jawab Sania.


Membahas pak Kevin Sania jadi teringat Minggu kemarin sewaktu pak Kevin membawanya pulang ke apartemen nya hanya karena ingin menyelamatkan sania.


"Apa bener pak Kevin suka sama gue " batin Sania.


"Yaelaah... pake nggak percaya nihh bocah " ucap Yaya kesal.


Cukup panjang obrolan Yaya dan Sania tak terasa mereka sudah tiba di salah gedung tertinggi di Jakarta.


Seperti biasa Yaya masih tertinggal diparkiran karena harus memarkir montor kesayangan nya.


Sedangkan Sania berjalan sendiri menuju lift.


Sania menekan tombol lift dan menunggu pintu terbuka.


Terlihat pria berdiri disamping Sania, Sania melirik sekilas dan dilihat nya ternyata itu pak Kevin atasannya.


"Pagi"Jawab Kevin singkat dan dingin sambil berjalan masuk menuju lift yang sudah terbuka.


"Suka darimana nya sih , dingin gitu sama gue" batin Sania terlihat sedikit cemberut.


"Kenapa kamu manyun manyun gitu ,??? nggak suka satu lift sama saya!!!" tanya Kevin karena dia melihat Sania cemberut sambil melihat kearahnya.


"Mana berani saya seperti itu sama pak Kevin?!!" ucap Sania sambil tersenyum manis pada Kevin.


Kevin terlihat cukup salah tingkah karena mendapatkan senyum manis dari sania .


"Ehmmm" suara deheman Kevin menetralisir keadaan.


Keduanya terdiam sampai lift terbuka.


Kevin berjalan cepat keluar tanpa menghiraukan Sania.


Dia sudah tidak bisa mengontrol jantungnya yang sedari tadi berdetak karena melihat senyum sania padanya.


"Gila cuma dikasih senyum aja udah gini banget gimana kalo dikasih cintanya, " batin Kevin senang sambil terus berjalan menuju ruangannya.


Seperginya Kevin, Sania juga bergegas menuju meja kerjanya. Kerjaannya menumpuk gara gara sering tidak fokus karena memikirkan Fadhil mantan kekasih nya.


Tak terasa sudah pukul 11 siang , Sania meregangkan otot-otot tangannya. "Hampir istirahat " gumam Sania sambil melihat kearah jam tangan yang melinggkar di tangan nya.

__ADS_1


Terdengar bunyi telepon dimeja sania.


"Keruangan saya sekarang" ucap Kevin pada Sania lewat telepon.


"Baik pak" jawab Sania, Padahal bentar lagi istirahat gerutu Sania saat sudah menutup teleponya.


Sesampainya didepan pintu,


Tok tok tok ...


"Masuk,!???" terdengar suara Kevin dari dalam.


"Ada yang bisa saya bantu pak!!??? " Tanya Sania.


"Sekarang kamu pesan makanan dua porsi , bawa kesini segera..." ucap Kevin tanpa melihat kearah Sania dan malah sibuk dengan laptopnya.


Terdiam cukup lama karena kaget dengan ucapan Kevin , Sania sadar ketika suara Kevin kembali terdengar.


"Kenapa benggong???? Kamu nggak mau mesenin ??? " tanya Kevin membuat Sania terkejut.


"Mau pak ... tapi kan biasanya bapak nyuruh OB ... kok saya ??" tanya Sania binggung.


"Jadi kamu benaran nggak mau ???!" tanya Kevin yang kini sudah menatap Sania.


"Mmm mau pak, pak kevin mau dpesankan makanan apa?!"tanya Sania pasrah.


"Terserah kamu aja saya ngikut" ucap Kevin terlihat santai.


Sania kembali kaget dengan ucapan Kevin atasanya itu.


"Kok terserah saya sih pak, yang mau makan kan bapak" ucap Sania.


"Yang mau makan itu saya sama kamu !!!" ucap kevin.


"Ya kamu... temenin saya makan, ini bagian dari pekerjaan" ucap Kevin.


"Tapi pak..." protes Sania dan langsung saja Kevin melirik tajam kearah Sania membuat Sania pasrah.


"Baik pak saya permisi dulu !!! " ucap sania sambil berjalan keluar dari ruangan atasannya itu.


Kevin yang masih duduk di kursi kebesaran nya terlihat tersenyum bahagia.


Kevin sudah bertekad jika dia memang sudah mennyukai Sania sejak lama dan akan mencoba mendekati Sania meskipun kevin Tau Sania kini tengah patah hati gara gara ditinggal oleh kekasihnya, Kevin berharap dirinya bisa menjadi pengganti dari mantan pacar Sania.


Bersambung....


Jangan lupa like, vote ,dan komen nya y guys ...


Makasih yang sudah mampir baca.

__ADS_1


__ADS_2