
Pukul 6 tepat Sania dan Fadhil dibangunkan oleh suara alarm dari ponsel Sania.
Fadhil hanya membuka matanya sebentar dan kemudian tertidur lagi.
Sedangkan Sania sudah bangun dan merasakan seluruh badannya sakit semua dan kepalanya pusing.
Entah apa yang terjadi semalam Sania hanya mengingat tadi subuh mereka baru berhenti bergulat. Itulah yang diingat Sania.
Diliriknya Fadhil kembali tertidur, kemudian Sania menggoyangkan badan Fadhil, mengecek apa Fadhil masih tertidur atau sudah bangun setelah dirasa Fadhil masih tertidur Sania tersenyum sumringah , dia segera bangkit dan mencari cari benda pipih milik fadhil.
Dilihatnya ponsel Fadhil berada disamping Fadhil tidur, diambilnya pelan pelan ponsel Fadhil .
Dewi Fortuna sedang berpihak pada Sania itulah yang dipikirkan sekarang melihat ponsel fadhil tidak dikunci.
Sania segera membuka file diponsel Fadhil dicarinya video mesum yang membuat dirinya diancam oleh Fadhil . Tenyata di ponsel Fadhil tak hanya video tapi juga foto foto bugil Sania saat sedang tidur dipotret Fadhil kemudian disimpan dihpnya.
"Gila, brengsek , "ucap sania sambil terus menghapus semua video dan foto foto bugilnya .
Hingga tak sengaja Sania melihat sebuah foto Fadhil bersama seorang wanita yang sangat cantik sedang tertawa bahagia.
Dada Sania sedikit berdenyut sakit melihat Fadhil bisa tersenyum bahagia seperti itu dengan wanita lain padahal selama berpacaran dengan sania , Fadhil jarang sekali tersenyum lebar bahagia seperti itu.
"Siapa wanita itu, apa mungkin dia kekasih Fadhil yang baru, tapi jika dilihat itu foto sudah lama, ahh sudah lah nggak peduli yang penting sekarang Fadhil nggak akan bisa ngancem aku lagi pakai video ini" Ucap Sania kemudian meletakkan Ponsel fadhil di nakas kemudian Sania bergegas mandi dan pergi sebelum Fadhil bangun dan melakukan hal gila lagi terhadap nya.
__ADS_1
Tepat pukul 9pagi Fadhil terbangun dari tidurnya , dilihatnya Sania sudah tidak ada.
"mungkin sudah kekantor" batin Fadhil.
Fadhil tersenyum mengingat saat saat panas bersama sania semalam.
Terlihat Sania sangat agresif tidak seperti biasanya.
Memang obat perangsang bisa menjadi andalan nya dari sekarang agar Sania bisa tunduk dengan nya.
Karena bagi Fadhil Sania itu obat dan candunya, jika tidak bisa menggunakan cara halus untuk bisa selalu menginginkan kapan pun dia butuh Sania, Fadhil akan melakukan cara apa pun agar Sania mau menuruti keinginan nya .
Fadhil bergegas menuju kamar mandi untuk mandi karena harus bergegas kekantor.
Pesan dari sania, Fadhil sedikit mengeryit heran kemudian dibuka pesan dari sania.
"Mulai sekarang jangan pernah ganggu aku lagi, kamu udah nggak bisa ngancem aku lagi, aku udah hapus semua yang kamu simpen dihp kamu untuk ngancem aku"
Itulah isi pesan dari sania .
Fadhil terlihat tertawa sinis " kamu pikir semudah itu buat lepas dari aku, kamu salah besar honey" ucap Fadhil kemudian bergegas menuju kantor.
Sesampainya dikantor Fadhil langsung menuju ruangan nya, dilihat Fani sudah menunggu Fadhil diruang nya.
__ADS_1
"Pak hari ini ada meeting pukul 11 dan pukul 3 dengan klien kita yang ada di Singapura" ucap Fani dengan sedikit manja dan mengoda fadhil.
Terlihat Fani mengunakan dress ketat dan seksi warna biru langit terlihat dadanya yang besar dan terlihat belahan dadanya .
Tapi kali ini Fadhil menanggapi biasa saja dan sama sekali tak tergoda karena Fadhil sudah merasa terpuaskan dengan adanya Sania semalam.
"Oke, kamu bisa keluar sekarang" ucap Fadhil singkat.
Fani sedikit terkejut dengan perlakuan atasannya itu .
Dia merasa tercampakan karena tidak berhasil menggoda bosnya itu.
Akhirnya dengan langkah berat Fani keluar dari ruangan Fadhil.
Fadhil membuka laptop nya dia mencari cari sesuatu dan akhirnya ketemu apa yang dia cari ...
Ya kamera yang ia pasang dikamar semalam itu terhubung dengan laptop nya . Divideo itu terlihat Sania memohon mohon pada Fadhil untuk dipuaskan.
Juga terdengar suara desahan milik Sania yang seksi .
" Kamu pikir bisa bebas dari aku Sania hahaha !!!"ucap Fadhil sambil tertawa puas.
Fadhil merasa puas dan mulai memikirkan rencana selanjutnya untuk Sania.
__ADS_1
Bersambung....