Sania

Sania
47


__ADS_3

Sania merasa dadanya seperti ditusuk-tusuk pisau , sakit melihat suami yang kini dicintai nya dengan sepenuh hati duduk sedekat itu dengan seorang wanita seksi.


flashback on


Kania tampak berjalan lenggak lenggok ke ruangan Kevin.


"Permisi pak ada berkas yang tidak saya pahami " ucap Kania.


Terlihat Kevin sedang duduk di sofa membaca berkasnya.


"Coba bawa kesini" ucap Kevin cuek.


Dengan sumringah kania duduk mendekati Kevin.


Dia sengaja duduk mendekat pada Kevin agar kevin tergoda.


Kenyataan nya Kevin malah sibuk menjelaskan berkas yang tak dipahami oleh kania tanpa mengubris kania yang kini tengah menggodanya.


Hingga mendengar suara pintu terbuka membuat kevin terkejut apa lagi melihat siapa yang datang membuat kevin semakin terkejut.


flashback off....


Sania mencoba menghilangkan rasa sakit nya melihat apa yang dilihatnya sekarang.


"Mas aku bawain kamu bekal makan siang kesukaan kamu" ucap sania tegar.


"Hmmm...."jawab kevin yang nampak binggung harus bersikap bagaimana.


"Aku taruh disini mas, nanti jangan lupa dimakan ya " ucap Sania kemudian berbalik meninggalkan Kevin, belum sempat keluar tangan Sania sudah digenggam Kevin.


"Temenin makan " ucap Kevin lirih.


"Iya mas" jawab sania sedikit tersenyum.


"Kamu keluar dulu" ucap mengusir Kania.


Kania hanya tersenyum kemudian keluar meninggalkan ruangan Kevin dengan senyum devilnya karena berhasil membuat salah paham Kevin dan istrinya.


Sania dengan telaten mengambil kan makanan untuk suami nya walaupun masih merasakan dadanya sakit karena melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat.


"Semua yang kamu lihat nggak sesuai sama yang kamu pikirkan sekarang" ucap kevin memulai obrolan.


" Sania percaya sama mas Kevin kok" jawab sania sambil tersenyum sendu.


ya gimana pun sakitnya Sania saat ini dia mencoba tetap percaya dengan suaminya dan tetap tersenyum.

__ADS_1


Jawaban Sania membuat Kevin tertohok.


Sania saja bisa mempercayai Kevin sedangkan Kevin sama sekali tidak bisa mempercayai Sania.


Saat ini Kevin ingin sekali merengkuh tubuh istrinya tapi apalah daya ego nya lebih tinggi, dia masih belum bisa mempercayai Sania .


Selepas makan siang Sania pamit pada kevin, dia ingin menemui Yaya sahabatnya yang memang satu kantor dengan Kevin.


Kevin melihat punggung Sania yang pergi meninggalkan ruangannya.


Betapa dia sangat merindukan istri nya itu.


mau seperti apapun Kevin mencoba menghindari Sania, nyatanya Sania tak kehabisan akal untuk menemui nya.


Sania berjalan menghampiri ruangan yaya, Yaya yang berada diruang nya terlihat sangat bahagia bertemu dengan Sania.


"Gilaa Lo ya , sekarang udah jadi nyonya Kevin gue dilupain gitu aja" ucap Yaya yang langsung memeluk Sania.


"Yaa maaf deh kan gue sekarang jarang keluar" ucap Sania.


Keduanya kini duduk di sofa ruangan yaya.


"Btw gue ganggu nggak nih " tanya Sania.


"Gue abis nganter makan siang buat Kevin ya mampir sini lah, kangen juga gue sama loe" ucap Sania.


"Tumben sih nganter makan siang" tanya Yaya heran.


"Lagi pengen aja, ohh ya loe tau nggak sekertaris baru nya Kevin" tanya Sania pada Yaya .


"ohh itu kania, itu yang suka make baju seksi itu, iya sih baru beberapa bulan kerja disini, kenapa emang dia gangguin suami Lo" ucap Yaya.


"Enggak sih , nggak apa-apa cuma kepo aja " ucap Sania .


"Kalau ada apa-apa cerita sama gue , kita sahabat an udah lama masa sih elo nggak percaya sama gue" ucap Yaya.


"Iya gue cuma masih belum siap aja mau cerita'" ucap Sania.


"No problem, kapanpun loe siap dan butuh buat cerita , gue selalu welcome buat elo" ucap Yaya membuat Sania terharu.


"Thanks ya , elo emang sahabat terbaik gue" ucap Sania Kemudian memeluk tubuh Yaya.


"Ohh iya ngomong ngomong gimana nih kabar calon  ponakan gue " tanya Yaya Sambil mengelusi perut sania.


"Baik kok, kemaren habis gue periksain hasilnya baik semua" ucap Sania tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Bagus deh , sehat terus ya ponakan Tante , Tante nggak sabar tau pengen ketemu" ucap Yaya lagi sambil terus mengelusi perut sania.


Keduanya mengobrol banyak hal hingga tak terasa sudah sore.


Sania menunggu Kevin suaminya di lobi karena ingin pulang bersama.


Sudah hampir satu jam Sania menunggu akhirnya yang ditunggu muncul juga.


"Lho kamu belum pulang" tanya Kevin pada sania.


"Belum , aku nungguin mas" ucap sania sambil melirik sekertaris Kevin yang membuntuti Kevin dibelakang.


"Ya udah yukk pulang," ajak Kevin tanpa mengandeng tangan Sania, membuat Sania kecewa.


"Pak jadi nebeng ini saya" tanya Kania tanpa malu-malu.


"Nggak , kamu naik taksi aja ya" ucap Kevin sambil berlalu pergi.


Sania cukup kaget, jadi jika dia tidak menunggu, Kevin pulang bersama dengan sekretaris nya yang seksi itu, batin Sania.


sebenarnya ada hubungan apa dengan sekretaris nya itu, Sania masih bertanya-tanya dalam hatinya sambil berjalan membuntuti Kevin dari belakang.


Kania merasa sebal , rencana nya gagal lagi. padahal jika saja tidak ada Sania, Kania sudah  ingin membawa Kevin pulang ke apartemen nya.


akhirnya Kania pulang dengan taksi dan melajukan taksi nya di sebuah club langganannya.


"Brengsekkkk" umpat Kania duduk didepan seorang pria yang menunggunya yang tak lain adalah Fadhil.


"Masih belum berhasil ngajak dia tidur bareng" tanya Fadhil meremehkan.


"Tadi istri nya nyamperin dikantor pas gue lagi Deket sama Kevin , udah keliatan banget istrinya cemburu " ucap Kania bangga.


"Bagus donk, trus ngapain Lo Sekarang marah marah ??" tanya Fadhil penasaran.


"Gue udah mau pulang bareng sama Kevin mau gue ajak keapartemen ehh istri nya masih nungguin, gagal lagi rencana gue" ucap Kania sebal.


"Seenggaknya Lo udah bikin Sania penasaran sama Lo" ucap Fadhil santai.


"Gue punya rencana bagus "ucap Fadhil Sambil menyeringai.


bersambung......


makasih buat yang masih setia baca cerita aku....


Jangan lupa like vote dan komen nya ya....

__ADS_1


__ADS_2