
Fadhil memasuki kamarnya sambil membawa segelas es coklat kesukaan Sania, walaupun terbilang pacaran singkat tapi Fadhil tau betul apa yang menjadi kesukaan sania.
"Nih baby , aku bikinin es coklat kesukaan kamu, pasti kamu suka" ucap Fadhil terlihat menyerigai.
Awalnya Sania sedikit ragu menerima minuman dari Fadhil karena awalnya Sania ingin minum hanyalah ambigu nya agar bisa menaklukkan Fadhil.
Ibarat senjata makan tuan kini malah Sania yang ditaklukkan fadhil.
Nafsu memang membutakan Fadhil melakukan apapun agar bisa mendapatkan apa yang di inginkan.
Setelah Sania menerima es coklat dan meminum nya terlihat Fadhil menyeringai, perasaan Sania menjadi tak enak.
Baru beberapa menit Sania menghabiskan es coklat buatan Fadhil tubuhnya terasa sangat panas. Sangat panas padahal ia baru saja mandi.
Fadhil memperhatikan Sania yang terlihat gelisah, kemudian menyeringai"berhasil" gumam nya.
Flashback on..
Sewaktu Sania melakukan ritual mandi nya dikamar mandi, Fadhil iseng membuka tas Sania yang ditaruh di sofa Fadhil.
Setelah melihat lihat isi tas Sania Fadhil tak sengaja menemukan bungkusan obat.
Ya Fadhil tau itu obat tidur, Fadhil tertawa hambar.
" gila udah berani sekarang tuh cewek sama gue" batin Fadhil kemudian menyeringai karena Fadhil menemukan cara agar malam ini Sania yang memohon pada Fadhil untuk dipuaskan bukan Fadhil yang memohon.
__ADS_1
Dengan obat perangsang, ya sebelum Sania memberikan Fadhil obat tidur , Fadhil akan lebih dahulu memberikan obat perangsang untuk Sania.
"Hahaha seorang Fadhil mana bisa Lo bodohin, dasar cewek **** !!!" gumam Fadhil terlihat menyeringai.
Flashback off...
Fadhil mulai mndekati Sania dan mencoba memberikan obat penangkal dari panasnya dengan menyentuh Sania.
Dan Sania merasa panasnya sudah sedikit berkurang.
Terlihat Fadhil berhenti dari aktifitasnya kemudian melihat Sania yang terlihat kepanasan.
"Fadhiillll panaaaasssss" keluh Sania sambil membolak-balik balikkan badan nya diatas ranjang.
"Memohonlah sayang, aku bakalan segera menghilangkan efek panasnya, aku bakalan sembuhin kamu" ucap Fadhil menyeringai
Sania yang tak mengerti dengan tubuhnya , akhirnya mengangguk menuruti keinginan Fadhil .
"Aku mohoonnn fadhiillll , panaaaasssss, gerahhhh" pinta Sania memohon pada Fadhil .
Fadhil tersenyum puas, karena bisa membuat Sania memohon kepadanya.
"Apa kamu benar benar menginginkannya sayang ???" tanya Fadhil sedikit mengoda Sania.
"Panas Fadhil, rasanya sangat panas..." keluh Sania yang merasakan suhu tubuhnya semakin panas, Ia butuh sentuhan ...
__ADS_1
Sania butuh sentuhan dari Fadhil namun sedari tadi Fadhil hanya menggoda nya membuatnya semakin tersiksa.
""Aku tak menyangka ternyata kamu seagresif ini ..." ucap Fadhil terlihat menyentuh pipi Sania lembut membuat Sania sedikit menggila.
"Kamu yang brengsek Fadhil, aku tau kamu memberikan sesuatu pada minumanku..." ucap Sania masih mengeliat kepanasan.
"Bukankah kamu yang memang berencana memberikanku sesuatu sayang ??" tanya Fadhil tertawa puas.
"Brengsek kamu..." ucap Sania kesal.
"Sudahlah sayang lebih baik kita nikmati malam ini semanis mungkin..." ucap Fadhil.
Kini Fadhil mulai menyentuh setiap lekuk tubuh Sania dan memberika kepuasan .
hingga beberapa ronde melakukan hanya terdengar suara desahan desahan didalam kamar Fadhil.
Entah lah bagaimana reaksi Sania ketika nanti sadar. Karena apa yang dia rencana kan sudah gagal total .
Bersambung.....
Maaf ya buat yang masih dibawah umur harap jangan baca karena part ini untuk 18+ hehehe
Makasih buat yang masih setia baca.
Jangan lupa like vote dan komentar nya biar author nya tambah semangat ngetik nya 😀
__ADS_1