
Sania dan Fadhil kini tengah berada didalam mobil menuju apartemen Fadhil. Keduanya diam membisu tak ada yang memulai pembicaraan.
Terlihat raut Fadhil yang tersenyum bangga bisa menjebak Sania lagi , berbeda dengan raut wajah Sania yang tampak sedih dan pasrah.
Sania tak menyangka ternyata Fadhil lebih licik dari dugaanya.
Kini ia hanya bisa pasrah menuruti keinginan Fadhil karena Sania tak ingin keluarganya tau apa yang ia lakukan diluar.
Sania tak ingin mengecewakan keluarga nya yang sudah memberikan kepercayaan pada Sania.
Mobil Fadhil berhenti tepat di sebuah restoran ternama di Jakarta.
"Kita makan dulu ya sayang sebelum nanti aku makan kamu" ucap Fadhil sambil membelai pipi Sania.
Sania hanya diam membisu tak menggubris ucapan Fadhil.
Fadhil keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil Sania agar Sania keluar, kemudian keduanya memasuki restoran.
"Kamu mau makan apa sayang" ucap Fadhil lembut sambil melihat-lihat menu makanan nya.
"Terserah kamu aja" ucap Sania singkat.
"Eemm oke, mbak pesen 2 porsi beef steak sama minumnya orange jus" ucap Fadhil sambil menyerahkan buku menu pada pelayan restoran.
"Baik pak silahkan ditunggu" ucap pelayan restoran itu berlalu pergi.
" Jangan sedih gitu donk sayang, harus nya kamu seneng sekarang kita bisa bareng lagi" ucap Fadhil sambil tersenyum sinis.
Sania hanya melirik Fadhil tanpa menjawab ucapan Fadhil.
__ADS_1
"Aku mau ke toilet" ucap Sania tapi langkah nya tertahan dengan tangan Fadhil.
"Kamu tau kan sayang apa akibatnya kalau kamu sampai kabur " ucap Fadhil pada Sania.
"Mana berani aku kabur dari kamu " ucap Sania dengan nada menyindir, kemudian berlalu meninggalkan Fadhil.
Saat Sania berjalan menuju toilet tak sengaja berpapasan dengan kevin, atasannya dikantor.
"Pak Kevin "sapa Sania pada atasannya itu, tetapi atasannya itu terus berjalan melewati nya tanpa menggubris sapaan nya.
Sania sedikit heran kenapa atasannya itu dingin sekali dengan nya memang apa salah sania, apa gara gara berkas yang salah itu Kevin masih marah tapi kan ini diluar pekerjaan nya kenapa sih masih aja marah, batin Sania mendengus kesal kemudian berjalan memasuki toilet .
Sebelum keluar dari toilet, Sania merapikan rambutnya didepan cermin,
" sekarang bahkan kamu sudah seperti ****** Sania" gumam Sania kemudian berlalu pergi meninggalkannya toilet.
"Lama banget sih sayang, makanan nya udah Dateng dari tadi"ucap fadhil pada Sania.
Saat sedang makan ponsel Sania berdering, dilihatnya Yaya sahabat sania menelepon ketika Sania hendak mengangkat telpon dari Yaya , hp Sania langsung disambar fadhil, Fadhil melihat siapa si penelepon kemudian mereject panggilan itu.
"Fadhil kamu itu apaan sihh , aku kan cuma mau ngangkat telpon sebentar" ucap Sania terlihat marah.
" Aku nggak suka kamu telponan saat nemenin aku makan dan aku juga nggak suka kamu deket sama temen kamu Yaya itu" ucap Fadhil cuek sambil memasukkan potong an daging kemulut.
"Apa urusan nya sama kamu , kamu nggak berhak nglarang urusan aku" ucap Sania tegas.
" Aku kan pacar kamu " ucap Fadhil santai sambil mengedipkan mata genitnya pada sania.
"Kamu udah bukan pacar aku lagi setelah kamu putusin aku dan milih selingkuh an kamu" ucap Sania tampak geram.
__ADS_1
"Aku nggak pernah selingkuh dari kamu, cewek yang kamu lihat diresto waktu itu cuma mainan aku aja , aku nggak pernah ngajak dia pacaran kayak aku sama kamu gini" ucap Fadhil sambil tersenyum pada Sania.
"Aku udah nggak peduli, sekarang kembaliin ponsel aku" ucap Sania marah.
" Aku pikir kita udah selesai makan nya , yukk kita pulang" ajak Fadhil berdiri dan mengantongi hp Sania.
" Kembaliin ponsel aku Fadhil" ucap Sania
"Nanti lah sayang di apartemen , kamu ini nggak sabaran banget sihh " ucap Fadhil berlalu menuju kasir membayar makanan nya.
" Brengsek" gerutu Sania .
" Brengsek gini juga pacar kamu sayang" ucap Fadhil ditelinga Sania kemudian merangkul Sania dan mengajak keluar dari resto.
Dikejauhan terlihat sepasang mata memandang sinis kearah Sania dan Fadhil.
"Dasar cewek murahan" batin Kevin yang melihatnya dari kejauhan.
Sesampainya di apartemen Fadhil Sania terus saja merenggek pada Fadhil meminta hpnya.
"Udah kamu mandi dulu biar wangi biar aku tambah semangat buat muasin kamu" ucap fadhil.
"Enggak, mana balikin ponsel aku Fadhil" ucap Sania.
"Oke kalau kamu udah nggak sabar sampai nggak mau mandi, mau minta sekarang hmm" tanya Fadhil menggoda sania.
"Sialan" omel Sania sambil berlalu pergi meninggalkan Fadhil menuju kamar mandi.
Fadhil hanya tertawa melihat tingkah lucu Sania.
__ADS_1
Dan ini akan jadi malam yang panjang sayang batin Fadhil tersenyum menyeringai.
Bersambung.....